Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Pesan Perpisahan Untuk Pilot Philip Mark Merthens
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Pesan Perpisahan Untuk Pilot Philip Mark Merthens
Catatan Aktivis Papua

Pesan Perpisahan Untuk Pilot Philip Mark Merthens

admin
Last updated: September 28, 2024 10:24
By
admin
Byadmin
Follow:
590 Views
2 years ago
Share
SHARE

Oleh: Victor Yeimo

Iklan Nirmeke

Kau ingat saat pertama kali mendarat di sini? Kami menahanmu. Kau pikir kami jahat, kau pikir kami monster yang haus darah. Tapi apa lagi yang bisa kami lakukan? Dunia menutup mata, menulikan telinga, membiarkan kami tenggelam dalam derita yang tak pernah berakhir. Kami menahanmu bukan untuk menyakiti, tapi untuk satu harapan terakhir—agar dunia, lewat matamu, akhirnya melihat bahwa kami ada, bahwa kami sedang sekarat di tanah kami sendiri.

Awalnya, takut tampak jelas di wajahmu. Tapi, hari demi hari berlalu. Kau mulai melihat sesuatu yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya. Kami, yang dikatakan sebagai ‘pemberontak’, tidak menodongkan senjata padamu. Kami mengulurkan tangan, mengobati luka-lukamu, memberimu tempat perlindungan. Ketika tentara penjajah datang, mencarimu untuk menghabisimu dan menuding kami sebagai pelakunya, kami melindungimu. Kami, yang kehilangan anak-anak, saudara, dan ibu kami karena peluru mereka, justru mempertaruhkan nyawa kami untuk menjagamu tetap hidup.

Di hutan ini, kau tak hanya melihat pemandangan. Kau melihat air mata yang tak pernah berhenti jatuh. Kau mendengar jeritan ibu yang anaknya diambil dengan paksa, suara para bapak yang tak lagi punya tanah untuk diolah, suara kami—bangsa yang selalu dikalahkan, diseret ke tanah, diinjak-injak, tapi tak pernah mati. Kau melihat lebih dari sekadar peperangan; kau melihat hati yang hancur, jiwa yang terbungkam, tapi tak pernah padam.

Baca Juga:  Kepahlawanan dan Patriotisme

Saat ini, kau akan pergi. Tapi bukan sebagai tawanan. Kau pergi sebagai saudara yang membawa suara kami. Kami memelukmu untuk terakhir kalinya, dengan hati yang dipenuhi harapan dan kesedihan. Harapan bahwa dunia akan mendengarkanmu, bahwa mereka akan mendengarkan cerita kami. Kesedihan karena kami tahu, mungkin setelah kau pergi, tidak ada yang akan berubah. Dunia telah lama membiarkan kami tenggelam dalam gelap, dan kami takut, kau juga akan dilupakan, seperti kami yang telah lama dilupakan.

Tapi tolong, jangan lupakan kami. Ingat setiap air mata yang jatuh di hutan ini, setiap tangan yang mengobati lukamu, setiap bisikan keluh kesah yang kau dengar di malam yang sunyi. Kau telah melihat sendiri, kami bukan penjahat yang mereka katakan. Kami bukan pemberontak yang ingin menghancurkan. Kami adalah manusia yang hanya ingin hidup, ingin bebas, ingin memiliki masa depan di tanah yang seharusnya menjadi milik kami.

Baca Juga:  AMPTPI : Legislator Papua di DPR RI tak Mampu Menyelesaikan Resolusi Konflik di Papua

Saat kau melangkah keluar dari sini, kami menitipkan suara kami padamu. Bawa tangisan ini ke dunia. Biarkan mereka tahu bahwa di sini, di tempat yang jauh dari perhatian, ada rakyat yang terus berjuang, meski tubuh kami hancur, meski suara kami dipadamkan. Jangan biarkan kami hilang tanpa arti.

Pergilah, saudara kami. Bawalah kebenaran kami. Dan jika dunia masih berani menutup mata, setidaknya kau telah mendengarnya, setidaknya kau tahu bahwa di sini, ada bangsa yang masih hidup, meski diselimuti penderitaan. Jangan lupakan kami. Biarkan kisah ini terus bergema di langit, sampai akhirnya dunia mendengar.(*)

)* Jubir Internasional KNPB Pusat 

Related

You Might Also Like

Gereja Main Tambang?

Rasisme di Lapangan Hijau: Luka Lama Kolonialisme Indonesia atas Papua

Masih Pentingkah Disebut Otonomi Khusus Papua? Ketika OAP Disamaratakan dengan Non-OAP?

Strategi Wayang Kulit Jawa dalam Mengatur OAP di Tingkat Nasional

60 Tahun Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Papua Barat (1963-2023)

TAGGED:Egianus Kogeya Pimpinan TPNPB/OPM wilayah III Derakma NdugamaJubir  Internasional KNPB Victor Yeimopembebasan Sandera Pilot Susi Airpilot Susi Air Phillips Mark Mehrtens

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Ketika Kita Berkata Jujur Tentang Papua, Maka Papua Sesungguhnya Bukan Indonesia
Next Article Umat Katolik Pribumi Papua Layangkan Surat Terbuka Kepada Uskup Agung Merauke
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Pra Festival Budaya Lembah Baliem Siap Digelar, 12 Objek Wisata Sajikan Budaya Asli Hubula
Pariwisata Seni & Budaya Tanah Papua
3 days ago
DPR Papua Tengah Didesak Bentuk Tim Investigasi Intan Jaya
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Konferensi VIII PGBP Wilayah Wamena Dibuka, Fokus Perkuat Pelayanan dan Siapkan Generasi Muda Papua
Papua Pegunungan
3 days ago
Pemuda Papua Pegunungan Kritik Bobon Santoso: Jangan Jadikan Kami Objek Konten
Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaKesehatan

Rentetan Wabah yang Merenggut Nyawa Generasi Papua

8 years ago
Catatan Aktivis Papua

Yanuarius Lagowan: Untuk Papua Sampai Mati

3 years ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

“Kami Bukan Sekadar Konten” Perempuan Papua Menggugat Objektifikasi di Media Sosial

1 year ago
Catatan Aktivis PapuaKesehatan

Ronny Situmorang, Si Maling Uang Rakyat Kabupaten Keerom 2020 Kini Berjaya Di Dinkes Papua Pegunungan

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Jokowi Hianati dan Salibkan Lukas Enembe

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaPendidikanSastra

Sastra Sebagai Gerakan Politik di Papua

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Papua Merdeka: Jalan Pemberontakan Rakyat yang Sadar

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?