Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Ketika Kita Berkata Jujur Tentang Papua, Maka Papua Sesungguhnya Bukan Indonesia
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Ketika Kita Berkata Jujur Tentang Papua, Maka Papua Sesungguhnya Bukan Indonesia
Catatan Aktivis Papua

Ketika Kita Berkata Jujur Tentang Papua, Maka Papua Sesungguhnya Bukan Indonesia

admin
Last updated: September 26, 2024 15:53
By
admin
Byadmin
Follow:
1.9k Views
2 years ago
Share
Peta Pulau Papua - Ist
SHARE

Oleh : Abraham Goram Gaman

Iklan Nirmeke

Papua dan Indonesia adalah dua entitas bangsa di dua wilayah Jajahan Belanda yang berbeda (Nederlands Niew Guinea & Nederlands Indies) di kawasan asia pasific, namun dipersatukan lewat 2 Perjanjian (New York & Roma Agreement) yang didasari oleh serangkai konflik politik identitas di negeri Papua Barat sejak 1961-1962 dan hingga saat ini, karena Keinginan Ir. Soekarno presiden pertama Indonesia dengan paham imperialisme dan kolonialismenya untuk ingin menguasai Papua yang berujung pada Resolusi PBB, 19 November 1969 akibat adanya konspirasi politik antara Belanda dan Amerika Serikat.

Latar belakang sejarah Papua dan Indonesia sudah sangat jelas menceritakan kepada kita sekalian sebagai warga negara Indonesia yang baik dan dituntut untuk mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 dengan sungguh-sungguh.

Jika kita kaji secara seksama dan bijaksana, maka Papua dan Indonesia memang berbeda dari berbagai aspek. Ekologis, antropologis, geografis, somatologis, historiografi dan kronologisnya serta cabang ilmu pengetahuan lainya sudah pasti dan jelas dari berbagai aspek itu menjustifikasikan dan mendefinisikan dalam kesimpulannya tentang perbedaan itu.

Dari aspek politik, hukum dan hak asasi manusia (HAM), juga telah tampak dengan jelas perbedaan antara Papua dan Indonesia adalah dua entitas bangsa dan negara yang dipersatukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilatar belangi oleh keinginan Ir. Soekarno untuk menguasai Papua yang dikemas dalam TRIKORA-nya, 19 Desember 1961. Inilah awal tragedi kemanusiaan, pelanggaran hukum dan pelanggaran berat HAM di negeri Papua Barat, sorga kecil yang jatuh ke planet bumi ini.

Baca Juga:  Pantaskah OAP Berkontestasi Dalam Pilkada 2024?

Kita tidak dapat pungkiri dan menghindari kenyataan tentang perbedaan Papua dan Indonesia dari berbagai aspek tersebut diatas, sebab sejarah kedua bangsa ini (Papua dan Indonesia) menjelaskan kepada kita dengan benar bahwa :
Bangsa Papua di nubuatkan pada 25 Oktober 1925 di Miei Aitumeri (Wondama) dan di ikrar sumpahkan pada 19 Oktober 1961 di Holandia (Jayapura) untuk menyatukan 254 suku bangsa yang mendiami bagian barat Pulau Papua New Guinea yang secara geografis terbentang dari Pulau Gag Kepulauan Raja Ampat hingga Merauke yang dikuasi oleh Belanda sejak Tahun 1824. Sementara bangsa Indonesia di ikrar sumpahkan pada 28 Oktober 1928 di Bandung, untuk menyatukan kurang lebih 1086 suku bangsa yang mendiami nusantara (pulau luar dlm. bahasa Jawa Kuno) yang secara geografis terbentang dari Sabang hingga Morotai dan dari Mianggas hingga ke Rote, yang dikuasai oleh Belanda kurang lebih sejak Tahun 1600 dengan sebutan Nederlands Indies (Hindia Belanda) yang diawali dengan Vereenigde Oost Indies Compagnie (VOC). Jadi memang Papua dan Indonesia berbeda.

Baca Juga:  Hendaknya Uskup Agung Merauke Berpihak Pada Masyarakat Adat Wogikel dan Wanam

Dari aspek politik. Indonesia mendeklarasikan Kemerdekaan Negara Bangsa Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945. Sementara Papua mendeklarasikan Kemerdekaan Negara Bangsanya pada 19 Oktober 1961 bersamaan dengan mengikrar sumpahkan bangsa Papua yang disetujui oleh Pemerintah Kerajaan Belanda di Nederlands Niew Guinea dengan Pengibaran Bendera Bintang Fajar (Morning Star) yang sering di sebut juga Bintang Kejora pada 1 Desember 1961 untuk mempersiapkan kemerdekaan politik kepada rakyat bangsa Papua yang memiliki hak untuk bernegara dan berpemerintahan sendiri pada Tahun 1970 berdasarkan Resolusi PBB 1514, 14 Desember 1960 dan Canberra Agreement, 6 Februari 1947. Dan ada juga deklarasi kemerdekaan negara Papua Barat pada 1 Juli 1971 hingga berakumulasi pada Deklarasi Pemulihan Kemerdekaan Negara Papua Barat pada 19 Oktober 2011 di Kongres Rakyat Papua Ke-3 yang terselenggara di lapangan Zakeus atas persetujuan Pemerintah Indonesia yang di pimpin oleh Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. (*)

Related

You Might Also Like

Kematian Dokter Muda Clemens Wopari Hingga Paul Fonataba: Ironi Anak Negeri Cendrawasih di Atas Tanah Airnya

JALAN TUA DEMOKRASI

Pemilu 2024 Paling Buruk di Wamena-Papua Pegunungan

Aparat Brutal, Hukum Dibungkam: Pendamping Hukum Diseret dan Dicekik di Tengah Aksi Damai

Jokowi Hianati dan Salibkan Lukas Enembe

TAGGED:Kasus Pelanggaran HAM di PapuaPerjanjian New York AgreementSejarah Tanah Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Penting Membaca Buku Bertani dan Berkebun di Papua
Next Article Pesan Perpisahan Untuk Pilot Philip Mark Merthens
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
4 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
4 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaPendidikanSastra

Sastra Sebagai Gerakan Politik di Papua

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Berganti-ganti Presiden di Indonesia, Papua Barat Tetap Jadi Bangsa Terjajah

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

60 Tahun Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Papua Barat (1963-2023)

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Kepala Daerah Harus Orang Asli Papua Bukan Solusi

2 years ago
ArtikelCatatan Aktivis Papua

Nies Words dan Gerakan Literasi di Papua: Membangun Masa Depan dengan Pendidikan yang Inklusif dan Berkualitas

1 year ago
Catatan Aktivis Papua

25 Tahun Biak Berdarah, Negara Lindungi Pelaku Kejahatan

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Mengurai Fakta Kasus Penyanderaan Nduga Antara Tahun 1996 dan 2023

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?