Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Berganti-ganti Presiden di Indonesia, Papua Barat Tetap Jadi Bangsa Terjajah
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Berganti-ganti Presiden di Indonesia, Papua Barat Tetap Jadi Bangsa Terjajah
Catatan Aktivis Papua

Berganti-ganti Presiden di Indonesia, Papua Barat Tetap Jadi Bangsa Terjajah

admin
Last updated: February 7, 2024 16:44
By
admin
Byadmin
Follow:
1k Views
2 years ago
Share
SHARE

Oleh: Yefta Lengka

Iklan Nirmeke

“Siapapun presidennya di Indonesia dari ketiga kandidat di tahun 2024, Papua Barat akan tetap terjajah.”

Semakin hari kesadaran politik orang Papua terus meningkat karena ketidakadilan, perampasan tanah, pembunuhan diluar hukum, dan lain sebagainya.

Probowo Subianto memiliki jejak rekam yang buruk di Papua Barat. Ia telah melakukan operasi militer di Papua Barat yang mengorbankan nyawa masyarakat sipil tak berdosa. Kasusnya hingga hari ini tidak ada penyelesaian. Tetapi negara Indonesia tetap melindunginya demi reputasi negara di mata komunitas Internasional.

Anis Baswedan memiliki track record yang buruk dalam pembangunan di Ibukota Jakarta. Ia terlihat pandai dalam berbicara tapi nihil dalam pelaksanaan. Ia dan sekutunya juga terlihat memiliki rencana besar untuk program islamisasi di seluruh pelosok negeri secara terstruktur dan sistematis. Termasuk Papua Barat. Ini adalah mimpi buruk bagi Papua Barat, karena Papua Barat telah dijuluki sebagai tanah Injil dan mayoritas penduduk pribuminya memeluk agama Kristen (Katolik dan Protestan).

Sementara itu, Ganjar Pranowo adalah anti Israel. Israel belum lama ini telah menjalin kerjasama dengan pihak Gereja di Papua Barat. Ganjar juga merupakan kader partai politik yang memiliki jejak rekam buruk di Papua mulai dari integrasi Papua dalam NKRI, peristiwa lengserkan Gusdur (Abdurrahman Wahid) dari jabatan Presiden aktif. Dari partai politik yang sama, Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Indonesia dan membuat kasus berdarah di beberapa wilayah Papua Barat. Dari partai politik yang sama pula, Joko Widodo telah berjanji untuk menyelesaikan masalah namun hingga berakhirnya masa kepemimpinan tidak ada hal yang diselesaikan. Melainkan meninggalkan banyak masalah. Penulis yakin sebagai janji politik dalam debat kandidat Ganjar juga menyerukan untuk berdialog sama seperti Jokowi sebelum jadi presiden. Ini menjadi masalah serius bagi bangsa Papua Barat.

Baca Juga:  Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

Dengan track record ketiga kandidat tersebut bangsa Papua Barat dapat memahami dan menyimpulkan bahwa mereka adalah pemain lama yang telah gagal dalam menangani masalah Papua Barat dan memiliki niat buruk bagi Papua Barat.

Sebagian besar komunitas Internasional, kawasan regional, Melanesia, Polinesia, Mikronesia di Pasifik dan Bangsa Papua Barat sendiri telah menyadari bahwa Indonesia adalah penjajah bagi Papua Barat. Karena sejarah integrasi yang belum tuntas dan cacat hukum Internasional.

Baca Juga:  Kenapa Keanggotaan ULMWP di MSG Ditolak?

Dengan demikian siapapun yang menjadi Presiden di Indonesia, Bangsa Papua Barat tetap akan dijajah. Ini terlihat jelas karena ada pemain-pemain lama yang ikut bermain. Para pemain lama ini memiliki kepentingan politik ekonomi di Papua Barat. Oleh karena itu mereka tidak bisa menyetujui dialog yang ditawarkan. Termasuk opsi referendum di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kecuali Indonesia membuka akses wartawan media Internasional dan LSM level Internasional hadir di Papua Barat agar PBB membuka mata. Dan PBB mencabut kembali “take note” keputusan hasil PEPERA 1969 di Papua Barat yang adalah cacat hukum Internasional melalui Mahkamah Internasional.

Rakyat Papua Barat harus sadar bahwa status manusia dan Tanah Papua Barat masih terjajah di tangan kolonial Indonesia. Dengan demikian pemilihan Presiden, Gubernur, DPD dan DPR tidak akan berfaedah bagi pembebasan bangsa Papua Barat. (*)

)* Aktivis Kemanusiaan di Papua asal Jayawijaya

Related

You Might Also Like

Aktivis Kemanusiaan Bukan Predator Asusila

Agama Katolik dan Adat di Huwulrama-Jayawijaya

Kekejaman Amerika Serikat dan Indonesia Terhadap Bangsa Papua Barat

HUT ke-62 Bangsa Papua : Ormas Reaksioner NTT dan Polisi serang Massa Aksi AMP dan FRI-WP di Kupang

Masyarakat Tiga Aliansi Suku Hubula Butuh Dukungan Semua Komponen Suku di Lapago

TAGGED:Kasus Pelanggaran HAM di PapuaKonflik Bersenjata di PapuaPejuang Papua MerdekaPemilu di Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Ini Tuntutan Umat Katolik Dekenat Pegunungan Tengah Terhadap Pelaku Pelecehan Uskup Jayapura
Next Article Umat Katolik Minta Mendagri RI Copot Ismail Asso Dari Anggota MRP Papua Pegunungan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

MRP Papua Pegunungan Soroti Dugaan Tertutupnya Pengelolaan Dana Otsus, Desak Evaluasi Kabag Keuangan
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
2 days ago
Refleksi 100 Hari Kerja, Sekretaris MRP Papua Pegunungan Fokus Perbaikan Tata Kelola
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
IKBD-KLPUW2 Gelar Ibadah Paskah Bersama di Jayapura, Tekankan Spiritualitas dan Kebersamaan
Pendidikan
2 days ago
MRP Papua Pegunungan Tegaskan Kepala Daerah Tak Berwenang Ubah Hasil Pansel DPRK
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan Tanah Papua
7 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis Papua

Masyarakat Adat Agimuga Tolak Rencana Eksploitasi Migas

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Apa Yang Berubah? Sebuah Refleksi Tentang Perempuan Baliem

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Wamena Seperti Anak Kehilangan Induk

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaPendidikanSastra

Pentingnya Literasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Pemuda Papua

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaKesehatan

Kematian Dokter Muda Clemens Wopari Hingga Paul Fonataba: Ironi Anak Negeri Cendrawasih di Atas Tanah Airnya

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaKesehatan

Ronny Situmorang, Si Maling Uang Rakyat Kabupaten Keerom 2020 Kini Berjaya Di Dinkes Papua Pegunungan

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Orang Papua Terjebak Dalam Skenario Kolonial Dan Kapitalis Untuk Kepentingan Investasi

2 years ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

“Kami Bukan Sekadar Konten” Perempuan Papua Menggugat Objektifikasi di Media Sosial

9 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?