Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Perempuan Papua Dalam Perjuangan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Perempuan Papua Dalam Perjuangan
Catatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

Perempuan Papua Dalam Perjuangan

admin
Last updated: July 12, 2024 14:50
By
admin
Byadmin
Follow:
1.1k Views
2 years ago
Share
perempuan Papua dalam Pergerakan - Ilustrasi
SHARE

Oleh: Aprila Wayar

Iklan Nirmeke

Gerakan perempuan berawal ketika kesadaran muncul dalam diri perempuan itu sendiri bahwa ia sedang dalam keadaan tertindas atau berada dalam dominasi golongan tertentu. Golongan tertentu di sini bisa jadi laki-laki dengan sistem patriarkhi yang ada dalam kehidupan bermasyarakat mayoritas berbagai suku bangsa di muka bumi ini (kekerasan domestik) dan militer yang menjadi musuh rakyat sipil di beberapa wilayah konflik dan daerah operasi militer ataupun undang-undang di dalam negara yang tidak memihak pada kepentingan perempuan (kekerasan stuktural).

Kemunculan seorang Yosepha Alomang dalam belantara perjuangan bangsa Papua adalah setitik cahaya dalam bara penderitaan rakyat Papua. Yosepha Alomang adalah lambang perjuangan tanpa lelah seorang perempuan Papua yang masih menganut nilai-nilai luhur budaya bangsanya. Ia bukan hanya berjuang untuk kaumnya tapi ia berjuang untuk bangsanya melawan dominasi militer di tanah kelahirannya. Sebuah perjuangan yang sarat dengan nilai. Perjuangan yang panjang dan melelahkan ini kemudian memberi nilai lebih bagi seorang Yosepha Alomang. Terbukti dan tercatat dalam sejarah gerakan perempuan di dunia yaitu bahwa sebagian besar Perempuan di belahan dunia ini berjuang ketika mereka mengenyam pendidikan atau dapat dikatakan kesadaran muncul ketika mendapat diskriminasi karena ia seorang Perempuan tapi Yosepha Alomang berbeda. Yosepha Alomang sadar bahwa diskriminasi yang dialami bukan hanya untuk kaumnya tapi seluruh lapisan dalam masyarakatnya.

Baca Juga:  Sean Rii, Musik Melanesia dan Irama Perlawanan

Berbagai teori feminis muncul berdasarkan situasi dan kondisi serta latar belakang Perjuangan Perempuan itu tapi Yosepha Alomang tidak pernah tahu dan mengerti berbagai teori itu. Yang ia pahami adalah bahwa ia harus berjuang melawan segala bentuk penindasan yang dialaminya bersama bangsanya walaupun dirinya sendiri menjadi korban atas segala bentuk perlawanan itu. Ia sangat memahami konsekuensi atas pilihan yang telah dibuat olehnya.

Waktu terus berjalan, kemunculan Yosepha yang awalnya begitu cemerlang akhirnya mulai meredup. Banyak pihak mulai ikut mempengaruhi pola perjuangan seorang Yosepha Alomang. Perjuangan ini semakin bias maknanya ketika ada juga tangan-tangan yang ingin membuat perjuangan ini menjadi lebih ilmiah. Kesederhanaan cara berpikir yang selama ini dimiliki seorang Yosepha Alomang mulai luntur ketika menghadapi dunia luar. Apalagi ketika dominasi orang-orang di sekitarnya mulai mengkomersilkan perjuangan seorang Yosepha Alomang membuat perjuangannya semakin tidak jelas dan tidak terarah. Apalagi pihak yang selama ini menjadi musuhnya mulai belajar bersahabat dan merangkulnya. Saat ini hanya ada sisa-sisa kenangan perjuangan di masa lalu.

Baca Juga:  Film “The Women King” Kisah Nyata Dalam Perjuangan Perempuan Afrika

Pada tahun 1800an para pejuang gerakan perempuan masa itu beranggapan bahwa ketertinggalan perempuan disebabkan banyak perempuan yang buta huruf. Seratus tahun kemudian perempuan kelas menengah abad industrialisasi di Eropa mulai sadar akan adanya ketidakadilan di masyarakat yang merugikan perempuan dan bukan karena kebodohan Perempuan itu sendiri. Saat itulah benih-benih pemikiran feminisme muncul.

Gerakan perempuan di Indonesia sendiri hampir tidak tampak pada rejim Orde Baru. Gerakan perempuan pada masa itu muncul sebagai hasil interaksi antara faktor-faktor politik makro berhubungan dengan politik jender Orde Baru. Politik jender masa Orde Baru berdasarkan pada kombinasi ideologi Ibuisme; Kampanye anti Gerwani dan dominasi militer telah mengisolasi perempuan Indonesia sebagai kelompok homogen yang a-politis. Politik jender ini sekaligus memusnahkan gerakan progresif yang cukup kuat untuk mengontrol dan memarginalkan perempuan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia termasuk perempuan Papua.

Pasca Reformasi politik di Indonesia pada tahun 1998-1999, gerakan perempuan Papuapun mulai bangkit. Melihat kembali sejarah gerakan perempuan Papua, belum banyak hal yang menunjukkan kemajuan gerakan perempuan Papua bahkan sebenarnya Perempuan Papua baru masuk pada tahap sadar sadar. (*)

Related

You Might Also Like

KEMAJUAN YANG MENGHANCURKAN

Kematian Dokter Muda Clemens Wopari Hingga Paul Fonataba: Ironi Anak Negeri Cendrawasih di Atas Tanah Airnya

Politik Kriminal di Papua

Dana 15 Miliar Untuk Gereja Ditengah Ribuan Umat Gereja Terendam Musibah Banjir Sungai Balim

Ketua TP PKK Kabupaten Yahukimo Resmi Menutup Kegiatan Lomba HKG ke-53

TAGGED:Aprila WayarPerempuan Papua Dalam Perjuangan

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Diduga Lakukan Mutasi Pegawai Sepihak, PJ Bupati Lanny Jaya Didemo Keluarga
Next Article Fajar Dari Timur (Aurora ab Oriente) Benar-Benar Bersinar
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Kenapa Keanggotaan ULMWP di MSG Ditolak?

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaSiaran Pers

Masyarakat Tiga Aliansi Suku Hubula Butuh Dukungan Semua Komponen Suku di Lapago

3 years ago
Papua Jungle - Ilustrasi
Catatan Aktivis Papua

Ayat-ayat Papua Untuk HUT Kemerdekaan RI

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Daftar Beberapa Operasi Militer yang Terjadi di Papua Dari Tahun 1961 Hingga 2023

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaLingkungan

Dampak Legitimasi Uskup Mandagi Dan Wajah Baru Gereja Katolik Papua

2 years ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

“Kami Bukan Sekadar Konten” Perempuan Papua Menggugat Objektifikasi di Media Sosial

10 months ago
Catatan Aktivis PapuaPolhukam

Menanti Pembebasan Sandera Pilot Susi Air

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

JALAN TUA DEMOKRASI

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?