Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari Papua
Catatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari Papua

admin
Last updated: April 11, 2024 12:15
By
admin
Byadmin
Follow:
1.3k Views
2 years ago
Share
Yosepha Alomang - Dok Nirmeke
SHARE

Putri Pemberontak Gigi, seorang wanita pejuang yang menjadi simbol perlawanan orang asli Papua terhadap eksploitasi dan penindasan atas tanah mereka, telah memberikan inspirasi bagi banyak orang di Papua dan di seluruh dunia. Dengan keberaniannya dalam melawan kebijakan pemerintah yang merampas tanah adat mereka, ia telah menjadi ikon dari gerakan revolusi keadilan tanah di Papua.

Iklan Nirmeke

Putri Pemberontak Gigi, yang sebenarnya bernama Yosepha Alomang, lahir dan dibesarkan di desa Kali Kabur, Papua. Ayahnya adalah seorang kepala suku yang gigih melindungi hak-hak tanah adat mereka dari serbuan perusahaan-perusahaan tambang dan perusahaan yang menginginkan tanah mereka untuk pengembangan proyek komersial. Sejak kecil, Yosepha telah diajarkan pentingnya menjaga tanah adat dan sumber daya alam Papua untuk generasi mendatang.

Baca Juga:  Saatnya Kaum Sarjana Berdiri Bersama Rakyat

Namun, ketika Yosepha dewasa, dia menyaksikan sendiri bagaimana pemerintah dan perusahaan-perusahaan asing dengan seenaknya mengambil alih tanah adat mereka tanpa memperhatikan hak-hak orang Papua. Hal ini membuatnya marah dan memutuskan untuk melawan ketidakadilan tersebut dengan cara yang sangat berani.

Yosepha kemudian bergabung dengan gerakan perlawanan tanah di Papua dan mulai memimpin aksi-aksi demonstrasi dan protes untuk melindungi tanah adat dan hak-hak orang Papua. Dia menuntut agar pemerintah dan perusahaan-perusahaan asing menghormati hak-hak tanah adat dan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat Papua di atas kepentingan ekonomi semata.

Baca Juga:  Politik Uang Merusak Nilai Demokrasi Di Papua

Sebagai seorang perempuan pejuang, Yosepha telah menghadapi berbagai tantangan dan risiko dalam perjalanannya sebagai pemberontak. Namun, keberaniannya dan tekadnya untuk melawan ketidakadilan telah menginspirasi banyak orang Papua untuk turut berjuang dalam gerakan revolusi keadilan tanah.

Hingga saat ini, Putri Pemberontak Gigi terus menjadi pahlawan bagi orang Papua dalam perjuangan mereka melawan eksploitasi dan penindasan atas tanah adat mereka. Semangat dan semangatnya dalam melawan ketidakadilan ini menjadi inspirasi bagi generasi Papua yang akan datang untuk terus berjuang demi mempertahankan hak-hak mereka atas tanah adat dan sumber daya alam Papua. (*)

Related

You Might Also Like

Ketika Kita Berkata Jujur Tentang Papua, Maka Papua Sesungguhnya Bukan Indonesia

Agama Katolik dan Adat di Huwulrama-Jayawijaya

Pentingnya Literasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Pemuda Papua

Tanpa Gedung, Tanpa Upah, Tapi Penuh Cinta: 17 Anak Pengungsi Lulus dari SD Kristen Duma

“Kami Bukan Sekadar Konten” Perempuan Papua Menggugat Objektifikasi di Media Sosial

TAGGED:Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari PapuaYosepha Alomang

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Rentetan Peristiwa Pemukulan dan Penangkapan Masa Aksi FRPHAMP di Nabire oleh Polisi
Next Article Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Raga Kogeya Koordinator Pengungsi Nduga di Wamena - Yefta/nirmeke
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

60 Tahun Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Papua Barat (1963-2023)

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

Perempuan Papua Dalam Perjuangan

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Penolakan Keanggotaan West Papua oleh MSG dan Jalan yang Harus Ditempuh Oleh Rakyat Papua

2 years ago
Perempuan & AnakTanah Papua

Tujuh Pengurus DWP Papua Pegunungan Resmi Dikukuhkan, Ketua Ajak Anggota Aktif dan Bersinergi

7 months ago
Perempuan & Anak

Gelar Ibadah HUT IPSK Ke I, Perempuan Ketengban Pegubin Harus Maju

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Masyarakat Jadi Minoritas di Tanah Mereka Sendiri

1 year ago
Catatan Aktivis Papua

Masih Pentingkah Disebut Otonomi Khusus Papua? Ketika OAP Disamaratakan dengan Non-OAP?

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?