Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil
Tanah Papua

Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil

admin
Last updated: April 11, 2024 14:11
By
admin
Byadmin
Follow:
942 Views
2 years ago
Share
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Cpn Athenius Murip saat meminta persetujuan masyarakat adat Distrik Muliama untuk bangun Korem - Dok Video
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Tanah milik Masyarakat adat Muliama bukan tanah kosong, Mahasiswa Jayawijaya kota studi Manokwari menolak tegas penempatan pembangunan Komando Resort Militer (KOREM) di Distrik Muliama kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan.

Iklan Nirmeke

Umai Lengka, Mahasiswa asal Distrik Muliama yang menempuh pendidikan di Manokwari secara tegas bersama kawan-kawannya menolak tegas penempatan Korem di Distrik Muliama.

“Kami menolak dengan tegas pembangunan KOREM di Distrik Muliama,” tegasnya.

Mahasiswa Jayawijaya kota studi Manokwari meminta kepada kepala-kepala kampung dan oknum TNI asal Distrik Muliama yang secara sepihak memaksakan pembangunan KOREM di Distrik Muliama harus menghentikan aksinya memprovokasi masyarakat. Pasalnya, tanah tersebut bukan milik oknum tertentu melainkan milik suku-suku yang mendiami wilayah tersebut.

Baca Juga:  Mahasiswa Bersama Masyarakat Hubikiak Larang LMA Bikin Kegiatan Deklarasi di Wamena

“Tanah di Distrik Muliama, bukan milik satu atau sekelompok orang namun tanah itu bersifat komunal. Artinya beberapa suku dan masyarakat distrik Muliama semua memiliki hak disana sehingga tidak bisa satu dua oknum jalan baru memutuskan sepihak tanpa melibatkan suku lain,” tegasnya.

Menurut Lengka, Masyarakat Hubula menganggap tanah adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Papua, Tanah adalah Mama atau Ibu yang memberikan jaminan keberlangsungan hidup orang Hubula dan anak cucu generasi ke generasi.

“Oleh karena itu kami mahasiswa melihat dengan dinamika yang terjadi di atas tanah Papua, yang namanya pembangunan pos TNI dan Polri entah itu, Kodim, Pangdam, Batalion, KOREM, Polda, Polresta, dan Polsek tentunya tidak ada jaminan hidup bagi masyarakat Papua,” tegasnya.

Baca Juga:  Komnas HAM dan Komnas Perempuan RI Abaikan Pengungsi Maybrat

Menurutnya, kehadiran arapat baik TNI maupun Polri di tanah Papua selalu identik dengan  penyiksaan, pembunuhan, perampasan lahan yang masyarakat hadapi saat ini. Saya juga yakin bahwa dengan adanya pembangunan KOREM di Muliama tidak akan ada kesejahteraan abadi bagi masyarakat adat di Papua Pengunungan Jayawijaya Distrik Muliama.

“Tanah milik Masyarakat adat Muliama, Muliama bukan tanah kosong. Jadi, Dandim 1702 Jayawijaya jangan memaksa masyarakat untuk membangun KOREM karena kebanyakan masyarakat setempat menolak. Kami menyarankan agar Dandim bisa cari tempat lain,” tegasnya. (*)

Pewarta: Yefta Lengka

Related

You Might Also Like

KNPB dan AMP Serahkan Surat Pemberitahuan Aksi ke Polrestabes Makassar

Pendukung 40 Distrik Jayawijaya Siap Menangkan Athenius Murib dan Ronny Elopere

Semangat Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo Terus Terlihat: 12 Puskesmas Telah Dibangun

Festival Sekolah Adat Hugulama Angkat Tema “Membangun Pagar Kehidupan Orang Hugula”

Mahasiswa Nduga Desak Pemerintah dan Aparat Hentikan Konflik di Kenyam

TAGGED:Mahasiswa Jayawijaya di ManokwariPerampasan Tanah Adat di MuliamaTolak Pembangunan Korem di Muliama

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari Papua
Next Article Pemuda Pendobrak Perubahan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Serukan Konsolidasi Terbuka, Soroti Situasi Darurat Kemanusiaan di Papua
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
1 week ago
LBH Papua Merauke Minta Presiden Hentikan Pelibatan TNI dalam Sengketa Tanah Adat Marga Kamuyend
Lingkungan Nasional Siaran Pers Tanah Papua
1 week ago
Bupati Yunus Wonda Minta Warga Stop Berkebun di Kawasan Cagar Alam Cyclop
Uncategorized
2 weeks ago
Serangan Drone Bom di Nduga, Tiga Anggota TPNPB Gugur
Polhukam Tanah Papua
2 weeks ago
Baca juga
InfrastrukturTanah Papua

PJ Gubernur Papua Pegunungan Dikritik soal Banyaknya Honorer Non Papua

3 years ago
Papua TengahSeni & Budaya

Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Komunitas Papua Kreatif di Nabire

4 months ago
PolhukamTanah Papua

Hari Rekonsiliasi Tak Menenangkan Warga Ibele: Jejak Militer dan Amunisi Ditemukan

10 months ago
KesehatanTanah Papua

Pengaktifan Kembali Aloisius Giyai Sebagai Direktur RSUD Jayapura Sudah Sesuai Aturan

3 years ago
Papua PegununganTanah Papua

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pembangunan Kantor Jemaat Gereja Baptis Kondena

2 months ago
HeadlineTanah Papua

Ini Agenda Umat Katolik di Kampung Yogonima Sambut Tahun Baru 2024

3 years ago
Papua PegununganPendidikanSastraSeni & Budaya

Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda

4 months ago
Tanah Papua

Komitmen Deklarasi Kota DANI Harus Menjadi Nyata di Wamena

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?