Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil
Tanah Papua

Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil

admin
Last updated: April 11, 2024 14:11
By
admin
Byadmin
Follow:
948 Views
2 years ago
Share
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Cpn Athenius Murip saat meminta persetujuan masyarakat adat Distrik Muliama untuk bangun Korem - Dok Video
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Tanah milik Masyarakat adat Muliama bukan tanah kosong, Mahasiswa Jayawijaya kota studi Manokwari menolak tegas penempatan pembangunan Komando Resort Militer (KOREM) di Distrik Muliama kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan.

Iklan Nirmeke

Umai Lengka, Mahasiswa asal Distrik Muliama yang menempuh pendidikan di Manokwari secara tegas bersama kawan-kawannya menolak tegas penempatan Korem di Distrik Muliama.

“Kami menolak dengan tegas pembangunan KOREM di Distrik Muliama,” tegasnya.

Mahasiswa Jayawijaya kota studi Manokwari meminta kepada kepala-kepala kampung dan oknum TNI asal Distrik Muliama yang secara sepihak memaksakan pembangunan KOREM di Distrik Muliama harus menghentikan aksinya memprovokasi masyarakat. Pasalnya, tanah tersebut bukan milik oknum tertentu melainkan milik suku-suku yang mendiami wilayah tersebut.

Baca Juga:  Mahasiswa Bersama Masyarakat Hubikiak Larang LMA Bikin Kegiatan Deklarasi di Wamena

“Tanah di Distrik Muliama, bukan milik satu atau sekelompok orang namun tanah itu bersifat komunal. Artinya beberapa suku dan masyarakat distrik Muliama semua memiliki hak disana sehingga tidak bisa satu dua oknum jalan baru memutuskan sepihak tanpa melibatkan suku lain,” tegasnya.

Menurut Lengka, Masyarakat Hubula menganggap tanah adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Papua, Tanah adalah Mama atau Ibu yang memberikan jaminan keberlangsungan hidup orang Hubula dan anak cucu generasi ke generasi.

“Oleh karena itu kami mahasiswa melihat dengan dinamika yang terjadi di atas tanah Papua, yang namanya pembangunan pos TNI dan Polri entah itu, Kodim, Pangdam, Batalion, KOREM, Polda, Polresta, dan Polsek tentunya tidak ada jaminan hidup bagi masyarakat Papua,” tegasnya.

Baca Juga:  Komnas HAM dan Komnas Perempuan RI Abaikan Pengungsi Maybrat

Menurutnya, kehadiran arapat baik TNI maupun Polri di tanah Papua selalu identik dengan  penyiksaan, pembunuhan, perampasan lahan yang masyarakat hadapi saat ini. Saya juga yakin bahwa dengan adanya pembangunan KOREM di Muliama tidak akan ada kesejahteraan abadi bagi masyarakat adat di Papua Pengunungan Jayawijaya Distrik Muliama.

“Tanah milik Masyarakat adat Muliama, Muliama bukan tanah kosong. Jadi, Dandim 1702 Jayawijaya jangan memaksa masyarakat untuk membangun KOREM karena kebanyakan masyarakat setempat menolak. Kami menyarankan agar Dandim bisa cari tempat lain,” tegasnya. (*)

Pewarta: Yefta Lengka

Related

You Might Also Like

Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 15 Tahun terhadap Lyogtogi Telenggen Tidak Berdasar dan Tidak Proporsional

Yefta Lengka Ajak Pemuda Papua Perangi Miras dan Napza

Asosiasi Wartawan Papua Resmi Dilaunching di Jayapura

Asosiasi Pilot Papua Pegunungan Desak Perda dan Dukungan Nyata: “Stop Jadikan Anak Papua Penonton di Tanah Sendiri”

Ketua TP PKK Kabupaten Yahukimo Resmi Menutup Kegiatan Lomba HKG ke-53

TAGGED:Mahasiswa Jayawijaya di ManokwariPerampasan Tanah Adat di MuliamaTolak Pembangunan Korem di Muliama

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari Papua
Next Article Pemuda Pendobrak Perubahan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Dana Otsus Papua Besar, Pengawasan Lemah, Rakyat Masih Menunggu Kesejahteraan
Artikel Catatan Aktivis Papua
16 hours ago
Jejak Sunyi Bruder Eligius Fenenteruma, OFM: Fransiskan Pertama dari Orang Asli Papua
Artikel
21 hours ago
SPWP Soroti MBG di Papua, Henius: Jangan Abaikan Pendidikan dan Kesehatan
Papua Pegunungan Tanah Papua
22 hours ago
16 Ton Beras untuk Warga Kondaga, Kepala Distrik Tekankan Pembagian Merata
Papua Pegunungan
22 hours ago
Baca juga
Tanah Papua

KNPI Jayawijaya Tekan Pemerintah Lanny Jaya Tuntaskan Konflik Internal, Jaga Stabilitas Wamena

7 months ago
HeadlineTanah Papua

Ketua Dewan Adat Papua Apresiasi Penyampaian Isu Papua di Sidang PBB

1 year ago

Masyarakat Lapago Jangan Jual Tanah Sembarangan Sambut DOB

4 years ago
Tanah Papua

Louching Indeks Kerawanan Pemilu, Bawaslu Lanny Jaya Minta Semua Pihak Jaga Netralitas

2 years ago
Papua PegununganPariwisata

Festival Etnik Religi Tolikara I Resmi Dibuka, UMKM Anak Muda Lokal Ramaikan Karubaga

3 weeks ago
Tanah Papua

Mantan Pengurus HMPLJ Duduki Parlemen Legislatif Lanny Jaya

7 years ago
MRP Papua PegununganPendidikanTanah Papua

Benny Mawel Dukung Launching Universitas Katolik Fajar Timur, Tonggak Baru Pendidikan Tinggi di Papua

7 months ago
PolhukamTanah Papua

Sidang Ke-8 Kasus Penembakan Thobias Silak Digelar di PN Wamena, Empat Anggota Brimob Diperiksa sebagai Saksi

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?