Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Strategi Wayang Kulit Jawa dalam Mengatur OAP di Tingkat Nasional
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Strategi Wayang Kulit Jawa dalam Mengatur OAP di Tingkat Nasional
ArtikelCatatan Aktivis Papua

Strategi Wayang Kulit Jawa dalam Mengatur OAP di Tingkat Nasional

admin
Last updated: June 17, 2025 08:36
By
admin
Byadmin
Follow:
200 Views
1 year ago
Share
SHARE

Oleh: Anonim

Iklan Nirmeke

Sudah sejak lama strategi politik terhadap Orang Asli Papua (OAP) tampak dirancang secara sistematis, seolah-olah digerakkan oleh sutradara wayang kulit Jawa. Peran-peran penting telah dibagikan, namun tujuannya tampak lebih untuk mengamankan kepentingan negara daripada benar-benar membela hak-hak rakyat Papua.

  1. John Wempi Wetipo (JWW) ditempatkan sebagai Wakil Menteri PUPR, untuk mengurusi pembangunan infrastruktur di Papua, terutama pasca berbagai kerusakan yang terjadi akibat konflik dan reaksi atas tindakan rasisme.
  2. Selanjutnya, JWW ditarik oleh Presiden Jokowi untuk menyukseskan program Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. Kini, estafet tersebut dilanjutkan oleh Ibu Ribka Haluk. Jika ada persoalan menyangkut DOB, masyarakat diminta langsung menghadap beliau—seakan masalah Papua bisa disederhanakan lewat birokrasi DOB semata.
  3. Lenis Kogoya dijadikan tameng negara, dengan posisi di Staf Khusus Presiden bidang ormas, lalu kini sebagai staf di Kemenko Polhukam. Tugas utamanya? Membebaskan sandera dari tangan kelompok Egianus Kogoya (EG) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.
  4. Bahlil Lahadalia, putra asli Papua lainnya, diangkat sebagai Menteri Investasi/Menteri ESDM, demi mengamankan proyek-proyek pertambangan, hilirisasi sumber daya alam, serta Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirintis sejak era Jokowi dan kini dilanjutkan oleh Presiden Prabowo.
  5. Para anggota DPR RI dan DPD asal Papua tampaknya lebih memilih diam dan mengamankan kepentingan pribadi. Mereka jarang, bahkan nyaris tidak pernah bersuara lantang terhadap pelanggaran HAM maupun kejahatan lingkungan yang terjadi di Tanah Papua.
  6. Natalius Pigai, mantan Komisioner Komnas HAM yang dikenal vokal membela hak-hak OAP di tingkat nasional, kini telah masuk lingkaran kekuasaan sebagai Menteri HAM. Sampai saat ini, belum ada figur OAP lain yang menggantikan peran kritisnya di ranah nasional.
Baca Juga:  LEBIH BAIK MRP DI BUBARKAN

Fakta tragis lainnya, sejumlah tokoh OAP yang selama ini bersuara keras telah meninggal dunia antara tahun 2020–2025. Kini, tidak ada satu pun tokoh Papua yang sepenuhnya luput dari permainan politik semacam ini.

Baca Juga:  Mungguar, Pejuang Kharismatik nan Pemberani itu Telah Pergi

Karena itu, sesama OAP harus saling memahami dinamika yang terjadi. Jangan saling membuli atau terjebak dalam adu domba. Kesadaran kolektif dan solidaritas internal sangat penting agar perjuangan tidak berhenti di tengah jalan dan tidak dikooptasi oleh kekuasaan yang tak pernah sepenuhnya berpihak pada keadilan bagi Papua.(*)

Related

You Might Also Like

IPM Sarmi: Angka Naik, Rakyat Masih Jalan di Tempat

Menguak Simbolisme Kuno Noken dalam Tradisi Pernikahan Adat Lembah Baliem

Satukan Para Sarjana, Bangun Kampung

Ayat-ayat Papua Untuk HUT Kemerdekaan RI

Masyarakat Tiga Aliansi Suku Hubula Butuh Dukungan Semua Komponen Suku di Lapago

TAGGED:Orang Asli PapuaOtonomi Khusus PapuaStrategi Wayang Kulit Jawa

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article MRP Desak Kemendagri Ambil Alih Penetapan Anggota DPRP/DPRK Papua Pegunungan
Next Article Cerpen | Cantik, Tapi Luka: Cerita dari Entrop
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

PKK Yahukimo Gelar Pelatihan Awana, Perkuat Kapasitas Guru dan Pengasuh Sekolah Minggu
Papua Pegunungan Perempuan & Anak
4 days ago
KNPI Yahukimo Gelar Diskusi Panel, Dorong Peran Pemuda Jaga Stabilitas Daerah
Papua Pegunungan
4 days ago
Wakil Bupati Esau Miram Paparkan Kinerja APBD Yahukimo 2025
Papua Pegunungan
6 days ago
Dukung Generasi Penerus, Anggota DPRP Onias Wenda Bantu Mahasiswa Lanny Jaya di Jayapura
Papua Pegunungan Pendidikan
6 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis Papua

ULMWP Milik Rakyat Papua Bukan Milik Kelompok

3 years ago
ArtikelPendidikan

Ini Alasan Krisdahim Kogoya menempuh Pendidikan di China

5 years ago
Catatan Aktivis PapuaPendidikanSastra

Pentingnya Literasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Pemuda Papua

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Pantaskah OAP Berkontestasi Dalam Pilkada 2024?

2 years ago
Artikel

Kapan Orang Hugula Menetap Dan Menganut Agama Lokal di Wilayah Hugulama?

3 years ago
ArtikelEditorial

5 Jenis Mata Pencaharian Hidup Suku Hugula di Papua (Bagian 2)

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Sejarah Hari HAM Dan Realitas Indonesia

3 years ago
Artikel

Protes Makan Gratis Pelajar: Gerakan Murni atau Strategi Terselubung?

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?