Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Ulasan Film Maria Gadis Ambaidiru
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Ulasan Film Maria Gadis Ambaidiru
Artikel

Ulasan Film Maria Gadis Ambaidiru

admin
Last updated: August 14, 2025 14:19
By
admin
Byadmin
Follow:
1.2k Views
2 years ago
Share
Maria Gadis Ambaidiru || Film Edukasi || Suport By. Pemda Kepulauan Yapen - Ist
SHARE

Oleh: Nomen Douw

Iklan Nirmeke

Produser dr. Merlien Embai, Sp. A sukses mengarap film pendek, Maria Gadis Ambaidiru. Film ini di sponsori oleh Pemda Kepulauan Yapen bekerja sama dengan alumi Uncen dan Bank Mandiri.

Film pendek ini buat saya nonton tiga kali karena semua pemeran yang bermain berhasil menyampaikan pesan yang dimaksud dengan komunikasi yang lucuh, lugas versi orang Papua.

Sesuai judul film pendek, Maria (Kristiana Kabogo) turung dari kampung Ambaidiru ke kota Serui untuk lanjut Sekolah Menengah Atas (SMA) Maria tinggal dengan adik perempuan dari bapa (tante)

Karena pergaulan yang salah, Maria hamil dari Teodorus (Alberth Nuntian) mereka pertama kali berkenalan saat Maria sedang pulang sekolah. Teodorus kuliah di Stioge (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ottow & Geissler) Mereka tinggal di kampung Sarondori.

Bahasa yang di gunakan dalam film sangat dekat dengan masyarakat Papua, sehingga setiap adegan yang dimaksud tersampai dengan baik. Film pendek Maria Gadis Ambaidiru ini cocok di putar di bioskop seperti film Orpa yang perna ditayang tahun 2023.

Dari pesan moral yang disampaikan dalam film Maria Gadis Ambaidiri lebih bagus dari film Orpa, walaupun film Maria Gadis Ambaidiru hanya film pendek yang ditayang di youtube, tapi pesan moralnya sangat memprovokasi untuk para penonton.

Film Orpa terlihat banyak drama, pesan moral tidak padat dan cenderung bias kemana-mana, tapi aktornya sangat luar biasa dalam aktin, sama seperti film Maria Gadis Ambaidiru. Tokoh utama Maria (Kristiana Kabogo) dan Orpa (Orsilla Murib) dalam kedua film itu berhasil memerangkan karakter sesuai naska film.

Dua gadis Papua yang memiliki bakat didunia perfilman yang luar biasa. Film pendek Maria Gadis Ambaidiru ini juga tidak seperti film Denias (2006), Orpa dan film Di Timur Matahari (2012) yang melibatkan artis besar Ibu Kota Jakarta untuk membesarkan nama film.

Baca Juga:  Lembah Balim Selayang Pandang

Film pendek ini perlihatkan keindahan alam yang natural di Kepulauan Yapen; kota kecil yang santai di pinggiran bibir pantai dekat pelabuhan utama, pantai yang sejuk di pagi hari dan sore yang indah_terlihat saat keluarga Maria beraktivitas mencari ikan ketika senja sedang pergi hingga malam yang sepi tembus pagi.

Warung kopi milik bapak Maria (Ais Sarwuna) di ketinggian bukit perlihatkan indahnya kampung diatas awan yang dingin dan sejuk bersama aroma wangi kopi asli dari rimba Kukupi Ambaidiru. Tahun 1953 masyarakat Ambaidiru mulai budi daya kopi hingga sekarang_wilayah ketinggian beriklim dingin cocok untuk kopi rabusta natural.

Film pendek berdurasi 1:06:05 menit ini memuat beberapa pesan moral sesuai realita di Papua yang sedang terjadi dan sudah terjadi. Cerita yang ditulis oleh dr. Susan Sipatha ini telah melihat dengan real (nyata) sehingga dari semua kalangan yang penonton akan dapat pesan yang disampaikan tanpa berpikir lama atau bigung seperti film-film besar yang di putar di bioskop.

Empat Pesan Moral Dalam Film Maria Gadis Ambaidiru:

Pesan moral pertama; tentang sosialisasi dari tim PKPR (Program Kesehatan Peduli Remaja) dari puskesmas Serui kota di SMA Negeri 1 Serui di ruang kelas Maria dan teman-temanya tentang cara menjaga kebersihan alat kelamin pria dan laki-laki.

Pesan moral kedua; bimbingan keluarga dari kader tim pendampin keluarga, program dari BKKBN dan dinas perberdayaan perempuan dan keluarga berencana di rumahnya Martina (Lenny Picanussa).

Baca Juga:  Manuver Politik Ganda Wali Kota Jayapura dalam Pusaran PSU Gubernur Papua

Pesan moral ketiga; penjelasan tentang stunting di Posyandu Kampung Ambaidiru kepada masyarakat yang tidak memahami yang datang protes di kantor Posyandu. Dokter yang bertugas mendatanggi rumah masyarakat untuk menjelaskan soal stunting.

Pesan moral keempat; tentang Maria yang hamil dibawah umur ketika melahirkan di rumah sakit sulit mendapatkan jaminan kesehatan karena persoalan administrasi seperti kartu BPJS, Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Dan juga saat proses lahir kondisi anak tidak normal. Ada juga sosialisasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen di kampung Ambaidiru tentang stunting dan pembagian makanan untuk anak dan ibu.

Pemilihan musik dan proses editing video cukup bagus, walaupun ada beberapa kesalahan. Selain pesan moral, ada kongflik yang diciptakan sangat menarik sebagai efek seni. Misalnya perjuangan seorang Mama janda asal Maluku yang menghidupi keluarga serta membiyayai Teodorus dan Adiknya Marthen (Clemens Merani) sekolah hingga diperhadapkan dengan masalah. Bapa Maria yang galak perlihatkan kasih sayang seorang bapak kepada anak perempuan yang putus sekolah karena pergaulan bebas (hamil)

Diakhir film agak kurang menarik karena ada adegan berulang soal sosialisasi stunting, tapi tetap menarik karena film ini sasaranya untuk sosialisasi masalah stunting. Film pendek Maria Gadis Ambaidiru ini sangat penting untuk bisa dinonton semua elemen di Papua.

Film bertema sosial seperti ini harus lebih banyak lagi diproduksi oleh Pemerintah, LSM dan Agama. Apalagi kita di Papua minim instrumen pengetahuan dan banyak masalah sering terjadi. Semoga Pemerintah Daerah di seluruh Papua bisa memproduksi film pendek bertema sosial lainnya. Film ini harus di putar di Sekolah-Sekolah di Papua, Gereja dan komunitas. (*)

Related

You Might Also Like

Kewajiban Pemerintah Daerah Mengakui dan Melindungi Masyarakat Adat: Amanat Konstitusi yang Tak Bisa Ditawar

Film “The Women King” Kisah Nyata Dalam Perjuangan Perempuan Afrika

MRP dan Tuduhan Menghabiskan Dana Otsus Papua

Strategi Wayang Kulit Jawa dalam Mengatur OAP di Tingkat Nasional

Dana 15 Miliar Untuk Gereja Ditengah Ribuan Umat Gereja Terendam Musibah Banjir Sungai Balim

TAGGED:Film Maria Gadis AmbaidiruGenerasi Muda Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Ini Sikap PMKRI Jayapura Terkait Video Penyiksaan Warga Sipil di Papua
Next Article Ini 9 Point Rekomendasi MRP Se Tanah Papua dan Faksi Otsus Terkait Hak Politik OAP
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Pra Festival Budaya Lembah Baliem Siap Digelar, 12 Objek Wisata Sajikan Budaya Asli Hubula
Pariwisata Seni & Budaya Tanah Papua
2 days ago
DPR Papua Tengah Didesak Bentuk Tim Investigasi Intan Jaya
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Konferensi VIII PGBP Wilayah Wamena Dibuka, Fokus Perkuat Pelayanan dan Siapkan Generasi Muda Papua
Papua Pegunungan
3 days ago
Pemuda Papua Pegunungan Kritik Bobon Santoso: Jangan Jadikan Kami Objek Konten
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Baca juga
ArtikelPena Papua

Paradoks Pembangunan Papua

9 months ago
ArtikelPendidikan

Pulang Kampung Menjalankan Kelas Literasi Demi SDM Lanny Jaya

1 year ago
Artikel

Pecandu Kesunyian

3 years ago
ArtikelEditorial

5 Jenis Mata Pencaharian Hidup Suku Hugula di Papua (Bagian 2)

2 years ago
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPerempuan & Anak

“Kami Bukan Sekadar Konten” Perempuan Papua Menggugat Objektifikasi di Media Sosial

1 year ago
ArtikelSeni & Budaya

Cinta di Balik Rambut Panjang Lelaki Papua

3 years ago
Artikel

Lembah Balim Selayang Pandang

4 years ago
ArtikelPerempuan & Anak

Perempuan Genyem Yang Tanguh

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?