Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Peran Gereja Katolik Menuju Papua Mandiri dan Sejahtera
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Peran Gereja Katolik Menuju Papua Mandiri dan Sejahtera
Artikel

Peran Gereja Katolik Menuju Papua Mandiri dan Sejahtera

admin
Last updated: February 1, 2024 15:03
By
admin
Byadmin
Follow:
1.4k Views
3 years ago
Share
Peran Gereja Katolik Menuju Papua Mandiri dan Sejahtera
SHARE

Oleh: Romo Ferry Sutrisna Widjaja Pr

Iklan Nirmeke

Sampai saat ini saya hanya pernah 4 kali ke Papua. Maka pengetahuan saya tentang Papua sangat terbatas.

Sesudah berendam di pantai Jayapura, danau Sentani, sungai di Lembah Balim, makan ubi dan keladi serta berjumpa dengan bbrp sahabat orang asli Papua dan pendatang yang mencintai Papua maka ijinkanlah saya menyampaikan mimpi dan harapan saya tentang peranan Gereja Katolik dalam ikut berperan serta menuju Papua mandiri dan sejahtera.

Mandiri artinya adalah bahwa orang Papua semakin bisa menentukan nasib dan masa depan Papua dengan bantuan mereka yang mencintai Papua. Mandiri dalam berbagai sektor, antara lain penyediaan pangan, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, akses transportasi, pengelolaan pemerintah daerah, dan keamanan daerah.

Sejahtera artinya terpenuhi kebutuhan dasar dalam bidang keamanan dan kedamaian, pendidikan dan kesehatan, serta infrastruktur dan kehidupan ekonomi.

Peran Gereja Katolik menuju Papua mandiri adalah dengan penguatan semua lembaga Katolik agar mandiri secara keuangan dan mampu melaksanakan kaderisasi bagi orang muda agar mampu mengisi berbagai lowongan kerja dalam semua bidang kehidupan termasuk dalam pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, sosial, dan budaya.

Secara kelembagaan saya mengusulkan dibentuknya Caritas Papua dengan Caritas keuskupan keuskupan lainnya sebagai badan hukum yang menjadi think thank, koordinator program dan aksi nyata, serta pusat pelatihan dan kaderisasi. Target jumlah kader terlatih Gereja Katolik utk pembangunan Papua mandiri dan sejahtera adalah 1000 orang setiap tahunnya atau minimal 5000 orang selama 5 tahun.

Baca Juga:  Diam yang Terluka

Utk itu pendirian Universitas Katolik Papua dengan program studi yang relevan utk membangun Papua mandiri dan sejahtera, antara lain prodi pendidikan, keperawatan, kedokteran, ekonomi, teknik sipil, hukum, administrasi pembangunan dan pemerintahan, pertanian, pangan, peternakan, dan ilmu komputer. Targetnya Universitas Katolik Papua bisa mandiri dalam keuangan dan kualitas akademis serta mempunyai student body sejumlah 5000 mahasiswa yang dilayani 500 dosen dan pegawai tetap dalam waktu 10 tahun.

Komisi serta lembaga keuskupan dan paroki paroki mengambil porsi animasi dan penyadaran umat pada umumnya agar terlibat aktif mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan semua komunitas basis. Target setiap tahun adalah 100 komunitas basis yang mandiri dan sejahtera atau 500 komunitas basis selama 5 tahun ke depan.

Secara internal semua keuskupan di Papua diharapkan mempunyai cukup tenaga imam dan tenaga pastoral lainnya yang bukan hanya mampu memimpin ibadat dan doa Katolik, tapi juga mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di semua paroki. Misalnya saja setiap sekolah Katolik, rumah sakit Katolik, dan lembaga Katolik lainnya dipimpin imam, suster, bruder, atau tenaga pastoral keuskupan yang mempunyai kompetensi cukup.

Baca Juga:  Kapan Orang Hugula Menetap Dan Menganut Agama Lokal di Wilayah Hugulama?

Apakah kemandirian dan kesejahteraan Papua tersebut bisa diwujudkan? Kita ada di jalan yang benar dan tepat arahnya bila jumlah imam, suster, bruder, dan tenaga pastoral minimal sudah mencapai 1% jumlah warga masyarakat. Bila jumlah penduduk Papua 5 juta orang, maka kita membutuhkan imam, suster, bruder, dan tenaga pastoral yang kompeten sejumlah 50 ribu orang. Mereka semua berhak mendapatkan gaji dan tunjangan kehidupan yang pantas dan adil.

Apakah bila semua hal di atas kita usahakan maka tujuan terciptanya Papua mandiri dan sejahtera akan tercapai?

Mgr Yanuarius Matopai You dan Octo Mote yakin bahwa Papua akan mandiri dan sejahtera bila kita berjuang di jalan Tuhan. Bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri tapi mengandalkan kekuatan Tuhan dan menyerahkan segalanya agar Roh Tuhan yang bekerja lewat orang orang yang berkehendak baik dan bisa melunakkan mereka yang masih ada di garis keras dan membuka hati mereka. Tidak ada harga mati karena hanya akan menutup pintu dialog damai.

Bersambung..

Related

You Might Also Like

Papua vs Papua: Ketika Elit Berdebat, Jakarta Tersenyum

Pecandu Kesunyian

Perjalanan Wisisi Asep Nayak

Wamena: Saat Rakyat Dipaksa Membeli BBM Mahal Tanpa Solusi

Mengenal Pos Misi Katolik Pertama di Papua

TAGGED:Mgr Yanuarius Matopai You. Octo MotePeran Gereja Katolik Menuju Papua Mandiri dan Sejahtera

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Uskup Jayapura Larang Pemerintah Bangun Kantor Gubernur di Kebun Masyarakat Adat Wouma dan Welesi
Next Article Breaking News: Akibat Cuitan Penghinaan ke Uskup Jayapura, Ismail Asso di Laporkan ke Polda Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Solidaritas Merauke Desak Kapolda Papua Hentikan Proses Hukum terhadap Masyarakat Adat Moiwend
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
6 hours ago
KPA Tolikara Tempuh Jalan Darat ke Jayapura, Terima Penghargaan Edukasi HIV/AIDS
Kesehatan
6 hours ago
30 Atlet Taekwondo Jayawijaya Dipersiapkan Hadapi Papua Open dan Pra-PON
Olaraga
1 day ago
HUT HMPT ke-22, KPA Tolikara Edukasi Mahasiswa tentang HIV/AIDS
Kesehatan Pendidikan
1 day ago
Baca juga
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPena Papua

Rasisme di Lapangan Hijau: Luka Lama Kolonialisme Indonesia atas Papua

12 months ago
Artikel

5 Perempuan Papua Hebat Yang Layak Disebut “Kartini Papua”

4 years ago
Artikel

Sang Sejarawan Gereja Katolik Dan Martir Bagi Generasi Manusia Papua

2 years ago
ArtikelEditorial

5 Jenis Mata Pencaharian Hidup Suku Hugula di Papua (Bagian 2)

2 years ago
Artikel

Memaknai Tujuan Otsus Papua di Usia 80 Tahun RI

1 year ago
ArtikelPena PapuaSeni & Budaya

Perempuan Lani dan Tali atau Cawat

11 months ago
Artikel

Mengenang 12 Tahun Kepergian Agus Alua (1960-2011)

3 years ago
ArtikelTanah Papua

Sistem Noken dan Konflik Pemilu di Papua: Antara Kearifan Lokal dan Ancaman Demokrasi

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?