Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Politik Uang Merusak Nilai Demokrasi Di Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Politik Uang Merusak Nilai Demokrasi Di Papua
Catatan Aktivis Papua

Politik Uang Merusak Nilai Demokrasi Di Papua

admin
Last updated: March 11, 2024 02:27
By
admin
Byadmin
Follow:
2 years ago
Share
9 Min Read
Politik Uang Merusak Nilai Demokrasi Di Papua - Ist
SHARE

Politik Uang Merusak Nilai Demokrasi Di Papua Money Politik Merusak Nilai Demokrasi, Menghambat Pembangunan Dan Menciptakan Konflik Pada Rakyat Kecil

Oleh : Sepi Wanimbo

Iklan Nirmeke

Dalam era modern ini, politik tidak lagi hanya mengacu pada penyelenggaraan negara dan pemerintahan semata. Dinamika politik semakin dipengaruhi oleh faktor – faktor ekonomi, terutama dalam bentuk politik uang. Politik uang yang merujuk pada penggunaan uang sebagai alat untuk memperboleh pengaruh politik telah merusak integritas politik dan membahayakan prinsip – prinsip demokrasi.

Politik uang mengubah politik menjadi arena transaksi, di mana kepentingan pribadi atau kelompok dipertaruhkan untuk mencapai tujuan politik tertentu. Dalam konteks ini, kepentingan publik sering kali terabaikan dan kebijakan yang dihasilkan cenderung mendukung pihak yang memiliki kekayaan finansial.

Salah satu dampak negatif yang paling mencolok dari money politik adalah diatorsi dalam proses demokrasi. Ketika uang memainkan peran dominan dalam politik, suara rakyat menjadi terpinggirkan. Calon atau partai politik yang kaya memiliki keunggulan dalam mempengaruhi pemilih melalui kampanye yang mahal, sementara calon yang berkualitas tetapi kurang mendapat dukungan finansial sering kali tertinggal.

Politik uang juga pemicu korupsi dan praktik politik yang tidak etis. Para politisi yang mencari pendanaan besar-besaran sering kali terjebak dalam jaringan korupsi dan menawarkan konsesi yang tidak bermanfaat bagi kepentingan publik hanyak untuk mendapatkan dukungan finansial.

Selain itu, politik uang juga menciptakan ketidakadilan sosial. Kesenjangan antara politisi yang kaya dan masyarakat biasa semakin memperdalam sosial dan ekonomi. Masyarakat yang kurang mampu sering kali tidak memiliki akses yang sama keperwakilan politik yang berkualitas, karena calon yang miskin memiliki keterbatasan dalam mengumpulkan dana kampanye.

Ketergantungan pada politik uang juga menganggu kebijakan yang seharusnya berorientasi pada kepentingan rakyat. Politisi yang terikat dengan pendanaan khusus cenderung membuat keputusan yang menguntungkan kepentingan kelompok yang membiayai mereka, bukan kepentingan umum.

Untuk mengatasi kessaran politik akibat politik uang, langkah – langkah perlu diambil. Reformasi politik yang membatasi pengaru uang dalam politik dan meningkatkan transparansi pendanaan kampanye adalah langka awal penting. Pendidikan politik juga perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat memahami dampak negatif money politik dan menghargai pentingnya partisipasi aktif dalam proses politik.

Dalam akibat politik uang harus dilihat sebagai ancaman serius bagi demokrasi dan keadilan sosial. Hanya melalui upaya bersama dari masyarakat sipil, politisi dan lembaga pemerintahan, kita dapat mengatasi masalah ini dan mengembalikan integritas politik sesungguhnya yang berorientasi pada kepentingan publik dan masyarakat luas.

Politik uang sangat berbahaya karena akhirnya hanya akan melahirkan pemimpin atau wakil rakyat yang hanya peduli terhadap kelompok atau golongan, pemimpin atau wakil rakyat yang disetir oleh segelitir pemodal dan memunculkan pemimpin atau wakil rakyat yang tidak punya kapasitas mempunyai sebagai pemimpin atau wakil rakyat.

Baca Juga:  Wamena Seperti Anak Kehilangan Induk

Politik uang juga merusak pemilu dan demokrasi. Politik uang membuat rakyat kecil jadi korbang, konflik sampai dengan nyawa pun melayang sia – sia realitas saat ini pemilu 2024 di tanah Papua. Kita bisah lihat seperti ada beberapa daerah yaitu Lanny Jaya, Jayawijaya, Tolikara, Yalimo, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Ndugama dan Mamberamo Tengah.

Calon wakil rakyat yang mempunyai uang pegang petugas penyelenggara seperti KPPS, PPD dan KPU sehingga mereka memberikan uang atau berjanji mendapat sesuatu kepada petugas terlebih dahulu maka mereka kerja tidak transparan, jujur, tetapi nomor satukan kepentingan maka terjadilah berbeda pandangan dan melakukan tindakan kekerasan oleh bagi mereka yang merasa dirugikan. Figur yang memiliki kuakitas yang baik sudah sangat siap maju dan menduduki kursi parlemen tetapi rakyat dipengaruhi dengan money sebabnya calon yang mempunyai integritas, intelektual yang tinggi itu tidak mendapat dukungan dari rakyat dan yang mendapat dukungan rakyat itu calon yang tidak mempunyai kualitas tetapi dipilih karena uang sehingga setelah menduduki kursih parlemen tidak melakukan kebijakan pro – rakyat tetapi menjadi pasif.

Wakil rakyat yang dipilih karena uanh itu pengalaman kita bisah lihat bahwa hanya duduk dan mendapat hak – hak tetapi tugas yang melekat ada tiga tugas utama pada mereka tidak akan pernah melaksanakan sehingga membuat masyarakat kecil selalu jadi korban.

Lebih bijaksana itu masyarakat menerima uang politik tetapi suaranya dikasih kepada calon wakil rakyat yang mempunyai kemampuan, kuakitas, integritas bagus maka saya percaya hak – hak rakyat kecil pasti akan berjuan dan masyarakat bisah merasakan perubahan pembangunan di dapil atau daerah pmilihan masing – masing.

Demokrasi yang benar itu dimiliki oleh nenek moyang, Orang Asli Papua, (OAP). Sejak dahulu kita bisah lihat salah satu contoh di daerah saya, saya sendiri terlahir dari suku Lani, berbahasa Lani sehingga nenek moyang saya biasanya rencana mau membuka kebun baru itu terlebih dahulu mereka melakukan rapat keluarga di honai. Dalam honai itu salah satu tokoh, inteleltual yang memandu rapat tersebut lalu memberikan pertanyaan seperti ini apakah kita membuka kebun baru ini di daerah mana atau lokasih mana kemudian ditanya satu persatu semua bersepakat ada satu lokasih yang lajak tepat untuk kita membuka kebun baru maka mereka semua bersepakat untuk membuka kebun baru tersebut bertempat yang menyepakati bersama di honai.

Nilai demokrasi yang ditanamkan oleh nenek moyang Orang Asli Papua, (OAP). Itu sangat luar biasa tetapi saat ini nilai demokrasi itu bukan ada kemajuan tetapi malah ada kemunduran, terkikis jahu karena dipengaruhi oleh perkembangan zaman dari daerah – daerah yang sudah maju seperti di luar Papua.

Baca Juga:  Yanuarius Lagowan: Untuk Papua Sampai Mati

Politikus terapkan demokrasi yang baru ini lebih kencang, artinya money politik berkemban pesat, bertumbuh subur di kalangan Orang Asli Papua, (OAP). Sehingga demokrasi yang sudah dibangung oleh nenek moyang di tanah ini. Sudah mulai tidak berlaku tetapi gila dengan money politik membuat permusuhan, antara keluarga, saudara dan sahabat di daerah masing – masing.

Setiap kali pesta demokrasi masyarakat harus cerdas, bijaksana menilai calon wakil rakyat untuk memili atau memberikan hak suara kepada mereka jika saat ini atau saat itu salah pilih maka selama lima tahun tidak akan pernah ada perubahan di daerah itu tetapi memberikan hak suaranya kepada calon yang tepat maka lima tahun itu pasti akan ada perubahan besar – besaran dalam hal kemajuan pembangunan.

Faktor lain yang menghambat pembangunan adalah wakil rakyat yang dipilih oleh masyarakat langsung tetapi segi kualitas pendidikannya rendah membuat tidak bisah berjuan keberpihakan hak – hak rakyat kecil maka bagi Anda yang ingin maju ke depan lagi wajib mempersiapkan diri secara baik lalu maju sebagai calon wakil rakyat pasti saya percaya masyarakat akan memberikan dukungan suara penuh kepada Anda.

Menghambat dan merusak demokrasi bagi setiap caleg setelah mereka mendaftarkan diri kepada salah satu partai politik lalu dinyatakan lolos sebagai calon tetap pada saat itu juga calon tersebut sikap, gaya dan sipat menjadi beruba total artinya menjadi orang baik lalu membagi – bagi berkat apa yang ada pada calon tersebut untuk mengambil simpati, perhatian kepada masyarakat kenal maupun tidak kenal tetapi setelah mendapat dukungan dari masyarakat kecil duduk sebagai seorang pemenang di kursi panas parlemen sipat baik yang masyarakat kenal itu sendirinya tiba – tiba menjadi berubah total, rakyat yang memberikan suara itu mau datang bertemu kepada wakil rakyat tersebut tetapi sayang sekali sangat susa ketemu dengan alasan sibuk, ada kegiatan keluar dan lain – lain.

Money politik menghambat pembangunan, menghancurkan figur yang berkopeten, merusak nilai demokrasi, memecah belah rakyat kecil, menciptakan permusuhan antara bapak, mama, anak, om, kaka, ade, tanta, saudara, sahabat dan kerabat.

Menciptakan demokrasi yang bersih, jujur, adil, berwibawa, bermartabat dan harmonis lalu wujudkan nilai keadilan, kedamaian, kebersamaan, kekompakan, kesatuan, karena nilai baik itu yang dirinduhkan dan ingin dirasahkan oleh seluruh rakyat di tanah Papua.

Selamat membaca saudara – saudariku yang baik Tuhan Yesus memberkati kita semua.

)* Penulis adalah Wakil Ketua Umum BPP – IPMI

Related

You Might Also Like

Opini | Egianus Kogoya, Literasi dan Makna Kebebasan

Wamena Berdarah Sulit Dilupakan

Pengesahan UU TNI: Kepentingan Politik Prabowo 2029 Korbankan Supremasi Sipil

Hendaknya Uskup Agung Merauke Berpihak Pada Masyarakat Adat Wogikel dan Wanam

Kepahlawanan dan Patriotisme

TAGGED:Pemilu di Papua PegununganPolitik Uang di Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Wanggai: Kunjungan Cinta Laura di Wamena Dapat Mendorong Ekowisata Provinsi Papua Pegunungan
Next Article LSM dan Aktivis Lingkungan di Kota Jayapura Gelar Festival Angkat Sampah Di Kawasan Resapan Air Sungai Konya Abepura
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Sidang Perdana Korupsi Dana Kampung Lanny Jaya Digelar, Peran Mantan Pj Bupati Dipertanyakan
Tanah Papua
13 hours ago
Hak Pelatih dan Pemain Belum Dibayar, Persipuja Terancam Tak Ikut Liga 4 Papua Tengah
Olaraga
15 hours ago
15 Februari, Jemaat GB Imanuel Teladan Sentani Gelar Pemilihan Badan Pelayanan 2026–2030
Tanah Papua
15 hours ago
Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaHeadline

Alasan Pelajar di Papua Pegunungan Tolak Makan Bergizi Gratis

12 months ago
Catatan Aktivis Papua

Berganti-ganti Presiden di Indonesia, Papua Barat Tetap Jadi Bangsa Terjajah

2 years ago
Raga Kogeya Koordinator Pengungsi Nduga di Wamena - Yefta/nirmeke
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Jokowi Hianati dan Salibkan Lukas Enembe

3 years ago
Catatan Aktivis Papua

Fajar Dari Timur (Aurora ab Oriente) Benar-Benar Bersinar

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Propaganda dan Pengalihan Isu oleh Kepolisian Dalam Aksi Demo Damai Pelajar di Papua

12 months ago
Catatan Aktivis PapuaPendidikan

Saatnya Kaum Sarjana Berdiri Bersama Rakyat

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Mengupas Pro-Kontra Penempatan Lokasi Kantor Gubernur Papua Pegunungan

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?