Wamena, nirmeke.om — Mama-mama pedagang di Pasar Potikelek, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, menolak bantuan sembako berupa bahan makanan (Bama) yang disebut sebagai titipan Wakil Presiden RI, Rabu (28/1/2026).
Penolakan tersebut dilakukan secara terbuka saat penyaluran bantuan, dengan alasan bahwa mama-mama tidak membutuhkan bantuan konsumtif, melainkan modal usaha untuk membangun kemandirian ekonomi.
Mama-mama menyampaikan bahwa sebelumnya Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat kunjungan ke Pasar Potikelek, telah menjanjikan bantuan modal usaha bagi mama-mama pedagang, bukan bantuan sembako.
“Kami tidak mau sembako. Kami mau modal usaha. Kami mau buka usaha, jualan, kerja sendiri. Itu yang dijanjikan,” ujar salah satu mama pasar dalam aksi penolakan tersebut.
Menurut mama-mama pasar, bantuan Bama hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan persoalan ekonomi jangka panjang, sementara modal usaha dinilai sebagai solusi nyata untuk memperkuat ekonomi keluarga dan keberlanjutan usaha kecil mama-mama pasar.
Aksi penolakan ini menjadi simbol perlawanan terhadap pola bantuan sosial yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat adat Papua, khususnya perempuan pelaku ekonomi rakyat kecil.
Mama-mama menegaskan bahwa mereka tidak menolak negara, tetapi menolak model bantuan yang tidak memberdayakan.
“Kami bukan minta makan gratis. Kami mau kerja. Kami mau usaha. Kami mau mandiri,” tegas salah satu mama pasar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap kebijakan bantuan pemerintah yang dinilai masih berorientasi pada bantuan konsumtif, bukan pemberdayaan ekonomi struktural.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya maupun perwakilan Wakil Presiden RI terkait tuntutan mama-mama Pasar Potikelek tersebut.(*)
Laporan Warga
