Wamena, nirmeke.com — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Pasar Potikelek, Wamena, pada hari kedua kunjungan kerjanya di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 08.22 WIT.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran meninjau langsung aktivitas jual beli dan menyapa para pedagang Orang Asli Papua (OAP), mulai dari penjual sayur-mayur dan buah-buahan hasil bumi, noken, ikan, hingga pedagang barang bekas dan telepon genggam.
Kedatangan Wapres dan rombongan disambut hangat oleh para mama-mama berseragam rompi oranye, tenaga penyapu jalan binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayawijaya, dengan tarian dan nyanyian etai sepanjang pintu masuk pasar.
Di lokasi, Wapres Gibran berdialog singkat dengan Ketua Pedagang Mama Papua Pasar Potikelek, Meri Walela, yang mewakili mama-mama pedagang menyampaikan sejumlah aspirasi penting.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan adalah kebutuhan modal usaha bagi mama-mama pasar agar dapat terus berjualan dan meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, Mama Meri juga menyoroti masuknya pedagang dari luar Papua yang mendatangkan barang dagangan dari luar Wamena, sehingga hasil jualan mama-mama Papua sulit bersaing dan cepat laku.
Aspirasi lainnya menyangkut kondisi infrastruktur pasar, seperti kurangnya penerangan di area pasar yang memicu pencurian pada malam hari, serta buruknya saluran drainase yang menyebabkan genangan air saat hujan deras. Mama-mama pasar meminta perhatian pemerintah untuk perbaikan lampu, saluran air, maupun rehabilitasi Pasar Potikelek agar lebih layak.
Mama Meri juga meminta adanya penugasan petugas keamanan secara aktif di Pasar Potikelek. Meski pos keamanan tersedia, namun tidak ada petugas yang berjaga secara rutin sehingga aktivitas jual beli dinilai belum aman dan tertib.
Selain itu, ia meminta pemerintah menertibkan pasar, khususnya pedagang pinang yang menempati dua los pasar. Mama-mama berharap pemerintah menyiapkan lokasi khusus bagi penjual pinang agar pedagang lokal, khususnya mama-mama Papua, tidak lagi berjualan di tanah terbuka yang terpapar panas, hujan, debu, dan dingin.
“Pasar Potikelek ini sudah menjadi pasar utama di Jayawijaya dan Papua Pegunungan. Dari sini kami hidup, berjualan, dan membiayai anak-anak sekolah. Kami berharap pemerintah daerah dan provinsi memberi perhatian serius,” tegas Mama Meri Walela.
Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan langsung kepada Wakil Presiden dapat diakomodasi, serta pemerintah daerah dan provinsi turut berperan aktif dalam penataan Pasar Potikelek ke depan.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
