Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mengorbankan Sepak Bola Indonesia Untuk Popularitas
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Olaraga > Mengorbankan Sepak Bola Indonesia Untuk Popularitas
EditorialOlaraga

Mengorbankan Sepak Bola Indonesia Untuk Popularitas

admin
Last updated: March 6, 2026 16:29
By
admin
Byadmin
Follow:
1.5k Views
4 years ago
Share
Anggota Komisi V DPR RI Wilem Wandik - Dok
SHARE

Oleh; Wilem Wandik, S.Sos

Iklan Nirmeke

Penyelenggaraan kontestasi Piala Dunia Sepak Bola U-20 batal diselenggarakan di Indonesia. Padahal ajang tersebut semestinya bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi negara, khususnya di cabang sepak bola, di tengah carut-marutnya manajemen penyelenggaraan turnamen lokal dan minimnya prestasi Timnas Indonesia.

Dalam keterangan resminya FIFA, otoritas tertinggi sepak bola dunia, mengatakan “FIFA telah memutuskan, karena keadaan saat ini, untuk menghapus Indonesia sebagai tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2023”.

Meski FIFA tidak secara lugas menjelaskan makna “keadaan saat ini” ditengarai gagalnya penyelenggaraan Piala Dunia Sepak Bola U-20 di Indonesia dikarenakan penolakan sekelompok masyarakat terhadap Timnas Israel yang menjadi salah satu kontestan kompetisi tersebut.

Sejarah pernah mencatat ketika Presiden Sukarno dengan tegas menolak Timnas Sepak bola Indonesia berhadapan dengan Timnas Israel pada kualifikasi Piala Dunia 1958.

Hal itu dilanjutkan lagi dengan penolakan kedatangan delegasi Israel saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962. Oleh karena itu, jika hari ini timbul penolakan serupa tentang keterlibatan Israel dalam ajang Piala Dunia Sepak Bola U-20, dimana Indonesia, tadinya, ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah penyelenggara, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mengagetkan.

Indonesia dan Israel memang tidak memiliki hubungan diplomatik sejak kedua negara berdiri. Ketiadaan hubungan diplomatik tersebut kerap kali menimbulkan kebuntuan bagi kedua negara jika bersinggungan dalam masalah politik juga masalah olahraga.

Baca Juga:  Pemkab Yahukimo Lepas Tim Futsal ASN Wakili Papua Pegunungan di Pornas XVII KORPRI di Palembang

Demikian juga ketika Gubernur Bali dan Gubernur Jateng serta berbagai kelompok masyarakat menolak kehadiran Timnas Israel di Piala Dunia Sepak Bola U-20. Tampak terasa rumitnya penyelesaian masalah tersebut karena ketiadaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel. Melihat hal itu, FIFA mengambil langkah tegas dengan membatalkan drawing atau undian untuk Piala Dunia U-20 2023 yang semula akan digelar di Bali pada 31 Maret 2023.

Pembatalan undian untuk Piala Dunia U-20 2023 di Bali adalah pertanda buruk. Persoalan  politik bisa menjadi alasan FIFA untuk membatalkan Indonesia sebagai penyelenggara Piala Dunia Sepak Bola U-20. Masih hangat di ingatan kita ketika Timnas Rusia didiskualifikasi oleh FIFA karena sikap politik negara Rusia yang menginvasi Ukraina. Meski FIFA seharusnya tidak boleh melibatkan persoalan politik suatu negara dengan sepak bola agar tidak terjadi friksi di dunia olahraga yang mengedepankan netralitas, tetapi kewenangan penyelenggaraan kompetisi sepak bola di seluruh dunia adalah kewenangan penuh FIFA.

Saya telah berkali-kali menyesalkan adanya sikap Gubernur Bali dan Jateng serta para politisi dan kelompok masyarakat yang menolak kehadiran Timnas Israel di Indonesia.. Sepak Bola bukan ranah politik. Pengelolaan sepak bola di dunia sepenuhnya menjadi kewenangan FIFA. Jika ingin menyelenggarakan Piala Dunia Sepak Bola U-20 di Indonesia maka kita harus mendukung dan menyambut sepenuhnya Timnas Israel. Jika tidak, FIFA akan mengambil langkah tegas. Apalagi FIFA telah membatalkan undian untuk Piala Dunia U-20 2023 di Bali. Sayangnya penolakan terhadap kedatangan Timnas Sepak Bola Israel terus berlangsung..

Baca Juga:  Merayakan Kebersamaan dan Paskah: IPMPKDPT Adakan Turnamen Futsal

Puncaknya, melihat rumitnya persoalan, maka FIFA dengan tegas membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia Sepak Bola U-20 di Indonesia. Kini nasi sudah menjadi bubur. Langkah Presiden Jokowi mengutus Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk melobi Presiden FIFA Gianni Infantino di Qatar, tetap gagal membuat Indonesia menjadi penyelenggara. FIFA bersikukuh menghapus Indonesia menjadi penyelenggara Piala Dunia Sepak Bola U-20 tahun 2023. Kegagalan tersebut tentulah menjadi catatan teramat penting bagi Indonesia.

Saat kita telah memasuki tahun politik maka sebuah isu sensitif akan sangat mudah dipolitisir menjadi isu publik. Dan para tokoh akan mengambil panggungnya masing-masing untuk mencari popularitas meski mengorbankan olahraga terfavorit di negeri ini; Sepak Bola.

*) Politisi Papua 

Related

You Might Also Like

Otonomi Khusus Papua, Mengapa Memiskinkan Papua?

Sepuluh Strategi RI Taklukan Bangsa Papua Barat

Cerita Singkat Awal Kehadiran Gereja Katolik di Wilayah Asmat – Agats

Memadukan Keasimetrisan Aceh dan Papua

Ajang Pencarian Bibit, ASKAB PSSI Lanny Jaya Gelar Turnament Sepak Bola Putra dan Putri

TAGGED:FIFAPiala Dunia U20 2023PSSISepak Bola IndonesiaTimnas IsraelWilem Wandik

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Gerakan Papua Trada Sampah Bersama Pemuda di Jayapura
Next Article Panggil Saya Cacat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
1 day ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
1 day ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
2 days ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
2 days ago
Baca juga
Olaraga

Turnament Futsal Bupati Cup I Tolikara Resmi Dibuka

5 years ago
Olaraga

Dengan Semangat Nawi Abua, Persilany Bidik Gelar Liga 4

2 years ago
Olaraga

HUT ke-41 GJRP Wilayah Una, KNPI Yahukimo Resmi Buka Turnamen Olahraga di Langda

1 year ago
EditorialPariwisata

Festival Budaya Lembah Baliem: Lebih dari Sekadar Pertunjukan, Ini Penjaga Jati Diri Papua Pegunungan

1 year ago

 HITAM-PUTIH: Fakta 10 Tahun  BTM Menakhodai Kota Jayapura 

4 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Daftar Beberapa Operasi Militer yang Terjadi di Papua Dari Tahun 1961 Hingga 2023

3 years ago
EditorialTanah Papua

Tujuan Pemekaran Provinsi di Tanah Papua

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?