Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Theys Hiyo Eluay: Di Tangannya Papua Hampir Merdeka
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Theys Hiyo Eluay: Di Tangannya Papua Hampir Merdeka
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Theys Hiyo Eluay: Di Tangannya Papua Hampir Merdeka

admin
Last updated: September 28, 2026 18:49
By
admin
Byadmin
Follow:
2 Views
1 hour ago
Share
Dortheys Hiyo Eluay - Dok gettyimages
SHARE

Kalau ada satu momen di mana Papua paling dekat dengan pintu kemerdekaan, momen itu adalah 1999-2001. Dan di tengah momen itu berdiri satu nama yaitu Dortheys Hiyo Eluay.

Iklan Nirmeke

Theys bukan orang baru dalam dunia politik Indonesia. Dia adalah ondoafi/Pemimpin dari, Sentani, dia pernah ikut Pepera pada 1969, pernah juga 21 tahun jadi anggota DPRD dari Parkindo dan Golkar. Dengan kecermatannya,dia tau betul bagaimana Jakarta bekerja.

Tapi saat reformasi 1998 mengubah segalanya. Soeharto jatuh, ruang demokrasi terbuka. Di Papua, kekecewaan puluhan tahun yang dipendam rakyat Papua meledak. Theys menangkap momen itu.

Yang dia lakukan bukan angkat senjata. Dia angkat adat.
Dia menyatukan 250 suku di bumi Cendrawasih. Dia mendirikan dan memimpin Lembaga Musyawarah Adat (LMA). Untuk pertama kalinya, Papua punya satu payung adat yang diakui Orang Gunung dan Orang Pantai .

Dia juga membuat wadah politik yang diakui negara. Bersama Presiden Abdurrahman Wahid, yang memberikan angin Otonomi Khusus, lahirlah Presidium Dewan Papua (PDP) pada tahun 2000. Ini bukan OPM di hutan Seperti Egianus Kogoya. Ini dewan yang berkantor di Jayapura, ya. gak salah baca ada kantornya

Dia menggelar Kongres RakyJuni 2000. Di at Papua II, 29 Mei – 3 GOR Cenderawasih Jayapura, Theys sebagai Ketua terpilih memimpin lebih dari 500 utusan dari seluruh Papua, Baik Gunung dan Pantai, Di sanalah dekrit 1 Desember 1999 yang dia cetuskan sebelumnya diteguhkan: menolak hasil Pepera 1969, menuntut pengakuan kemerdekaan, dan mengibarkan Bintang Kejora berdampingan dengan Merah Putih, saat itu diizinkan oleh Gus Dur.

Baca Juga:  Pentingnya Literasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Pemuda Papua

Itulah mengapa orang bilang “hampir merdeka”. Untuk beberapa bulan, Jayapura terasa seperti ibukota negara baru. Bintang Kejora berkibar di kantor-kantor, di kampung-kampung, di depan rumah Theys sendiri. Dialog dengan Jakarta bukan lagi soal pembangunan, tapi soal sejarah dan status politik. Dunia internasional datang melihat. Delegasi dari Vanuatu, dari LSM internasional, Kamera pers Dunia ada di kongres.

Theys menjalankan strategi yang sangat cerdik, dia gak bicara pemberontakan, dia bicara pelurusan sejarah. Dia bilang, “Kita sudah merdeka 1 Desember 1961, kita hanya mau meluruskan sejarah.” Dengan bahasa itu, dia membuat gerakan Papua terlihat sangat bermartabat, non-kekerasan, dan sah secara adat di mata orang Papua,dan Dunia, tapi juga bisa diterima secara dialog oleh Jakarta yang Liberal. Jakarta saat itu goyah. Di bawah Megawati, faksi-faksi di TNI melihat PDP sebagai ancaman disintegrasi yang nyata. Karena itulah PDP harus dihentikan secepatnya.

Penculikan dan pembunuhan Theys pada 10 November 2001 di Hamadi setelah dia dijamu di Markas KOPASSUS. Theys pulang menuju Sentani, Saat perjalanan pulang terjadi penghadangan, sopirnya sempat telepon ke rumah sambil menangis bilang mereka sedang diculik di kawasan Skyline.

Baca Juga:  Dana Otsus Papua Besar, Pengawasan Lemah, Rakyat Masih Menunggu Kesejahteraan

Keesokan paginya, mobil Kijang miliknya ditemukan terperosok ke jurang di kawasan Koya dekat perbatasan PNG. Theys ditemukan sudah tewas di dalam mobil,sedangkan sopirnya Ari Masoka hilang sampai hari ini .

Pengadilan Militer telah memvonis bersalah kepada Tujuh Oknum Anggota KOPASSUS atas pembunuhan yang terjadi pada November 2001 tersebut. Dengan meninggalnya Theys, mati pula payung besar yang menyatukan 250 Suku Bumi Cendrawasih dalam satu komando damai.

Tanpa Theys, PDP terpecah, Bintang Kejora dilarang keras lagi, dan Otonomi Khusus yang dia harapkan jadi jembatan justru berjalan tanpa pemimpin adat yang paling dihormati,kini semua saling sikut, saling mengklaim wilayah komando.

Pemerintah Pusat tetap melanjutkan implementasi kebijakan itu ,termasuk penyaluran dana Otsus dan penegasan aturan afirmatif perlindungan hak politik OAP—dengan pandangan bahwa Otsus dan pembangunan infrastruktur bertujuan mempercepat kesejahteraan serta kemajuan daerah di Tanah Papua.
Tapi kini Pandangan Intelek OAP telah bergeser.

Bandara di Sentani sekarang pakai namanya – Bandara Dortheys Hiyo Eluay. Tapi bagi banyak orang tua di Sentani, nama itu bukan hanya sekadar Bandara. Itu pengingat bahwa pernah ada satu orang yang berhasil membuat Jakarta duduk bersama tanpa ada moncong senjata meletus di Papua, dan membuat satu Pulau percaya bahwa merdeka bukan lagi mimpi di hutan, tapi sesuatu yang bisa dirapatkan di meja Kongres.(**)

Related

You Might Also Like

Peringati Rasisme dan New York Agreement, KNPB Akan Mobilisasi Rakyat Papua Turun Jalan

Mendalami Strategi Perang Gerilya ala Che Guevara

Dana 15 Miliar Untuk Gereja Ditengah Ribuan Umat Gereja Terendam Musibah Banjir Sungai Balim

Mengurai Fakta Kasus Penyanderaan Nduga Antara Tahun 1996 dan 2023

Gereja Main Tambang?

TAGGED:Dortheys Hiyo EluayGOR Cenderawasih JayapuraGus DurSejarah Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article LMA Jayawijaya Sosialisasikan Buku Peradilan dan Sanksi Hukum Adat
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

LMA Jayawijaya Sosialisasikan Buku Peradilan dan Sanksi Hukum Adat
Papua Pegunungan
3 hours ago
Dua Cahaya Musik dari Pulau Biak Numfor, Papua Arnold Clemens Ap dan Sam Kapissa
Catatan Aktivis Papua Seni & Budaya
3 hours ago
24 Pemain Lolos Seleksi, Wamena United Putri Bidik Juara Liga Pertiwi 2026
Olaraga
3 days ago
Hak Kesulungan Politik Sebagai Simbol Dalam Kontekstasi Politik
Artikel
3 days ago
Baca juga
ArtikelCatatan Aktivis PapuaPapua Pegunungan

Aktivis Soroti Lemahnya Pengawasan Dana Otsus di Papua Pegunungan

2 months ago
Catatan Aktivis PapuaHeadline

Alasan Pelajar di Papua Pegunungan Tolak Makan Bergizi Gratis

2 years ago
Catatan Aktivis PapuaEditorialHeadline

Bunuh Sandera Pilot Philip Mark Marthens

3 years ago
Catatan Aktivis PapuaHeadline

Papua, ATM Militer: Konflik yang Dipelihara demi Proyek Keamanan

1 year ago
Catatan Aktivis Papua

Aktivis Kemanusiaan Bukan Predator Asusila

3 years ago
EditorialPariwisata

Festival Budaya Lembah Baliem: Lebih dari Sekadar Pertunjukan, Ini Penjaga Jati Diri Papua Pegunungan

1 year ago
Catatan Aktivis PapuaSiaran Pers

Hendaknya Uskup Agung Merauke Berpihak Pada Masyarakat Adat Wogikel dan Wanam

2 years ago
ArtikelEditorial

5 Jenis Mata Pencaharian Hidup Suku Hugula di Papua (Bagian 2)

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?