Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Melawan Lupa Kasus Paniai Berdarah 8 Desember 2014
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Melawan Lupa Kasus Paniai Berdarah 8 Desember 2014

Melawan Lupa Kasus Paniai Berdarah 8 Desember 2014

admin
Last updated: December 10, 2018 23:27
By
admin
Byadmin
Follow:
8 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Rakyat Papua tidak lupa, tragedi penembakan yang dilakukan oleh aparat TNI/Polri secara brutal di Paniai, 8 Desember 2014 yang nama telah menewaskan 4 anak pelajar yaitu Yulian Yeimo, Simon Degei, Alpius Gobai dan Alpius yang tidak bersalah dan beberapa masyarakat mengalami luka tembak. Kasus tersebut sampai sampai hari ini tidak pernah dan tidak ada niat yang diupayakan oleh negara untuk menyelesaikan kasus Paniai secara serius.

Iklan Nirmeke

Dalam kasus ini presiden republik indonesia Joko Widodo sendiri sudah berjanji di depan masyarakat Papua di stadion Mandala Jayapura pada saat natal bersama 27 Desember 2014 untuk diselesaikan secepat mungkin. Kasus Paniai merupakan kasus HAM berat yang harus di tuntaskan dalam waktu yang dekat tapi sayangnya janji-janji presiden terhadap orang Papua hanyalah janji palsu, buktinya sampai hari ini kasus Paniai belum dapat di tuntaskan oleh negara.

Kaum muda mahasiswa dan pemuda berupaya mendorong kasus ini sampai pada tingkat pembentukan Tim AD HOC dengan cara berdemontrasi di depan kantor DPRP, kantor Komnas HAM perwakilan Papua dan melakukan diskusi publik.

Komnas HAM berjanji akan tuntaskan tragedi Paniai Berdarah. Anggota Komnas HAM, Ansori Sinungan menyatakan tim Ad Hoc Pelanggaran HAM Paniai siap bekerja ngebut mulai 2016. Penanganan kasus mandek karena alasan dana.

Ansori Sinungan, menyatakan surat keputusan tim tersebut sudah keluar sejak 15 Oktober 2015. Penyelidikan belum  dilakukan  karena menunggu tahun anggaran 2016. Tim tersebut terdiri atas 18 anggota yang berasal dari berbagai unsur, baik dalam dan luar Komnas HAM. Ditambah 8 narasumber ahli yang akan dimintai keterangan mengenai Papua. Dalam SK Komnas HAM, tim Ad Hoc ini diketuai Anggota Komnas HAM Maneger Nasution, dan anggotanya antara lain Siti Noor Laila serta Natalius Pigai. Di dalamnya juga ada 1 pensiunan TNI dan 1 pensiunan Kepolisian. Sementara narasumber ahli antara lain aktivis perempuan Sylvana, aktivis HAM Hendardi, dan tokoh Papua Benny Giyai.

Tetapi sampai hari ini negara tidak menjawab aspirasi masyarakat Papua untuk menuntaskan kasus Paniai secara hukum dengan alasan negara tidak memiliki dana (uang) untuk membiayai tim AD HOC yang telah di bentuk. Sangat ironis dan tidak masuk akal negara tidak memiliki dana (uang), dalam hal ini kami akan terus menagih janji presiden Jokowi.

Tidak hanya kasus Paniai berdarah, ada beberapa kasus pelangaran HAM berat yang di lakukan negara terhadap rakyat Papua diantaranya kasus Biak berdarah 1998, Abe berdarah 2000, Wasior berdarah 2001, Wamena berdarah 2003, Uncen berdarah 2006, Paniai berdarah 2014 dan Deiyai berdarah 2017 yang masih menyimpan luka duka yang mendalam bagi rakyat Papua karena sampai saat ini belum pernah di tuntaskan oleh negara.

Dalam hal ini negara telah gagal menegakkan HAM di tanah Papua dengan menabaikan hak hidup rakyat Papua dengan kata lain negara gagal mengindonesiakan orang Papua. (*)

 

Editor  : Admin

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Menakjudkan, Atraksi Festival Budaya di Wamena
Next Article Gereja Bukan tempat Fashion Show
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemkab Yahukimo Luncurkan Penyaluran Bantuan Pangan ke 51 Distrik
Papua Pegunungan Tanah Papua
5 hours ago
Dari Rumah Sederhana di Wamena, Noken Rasta Menjelajah Indonesia hingga PNG
Ekonomi & Bisnis Perempuan & Anak
13 hours ago
Sidang Perdana Korupsi Dana Kampung Lanny Jaya Digelar, Peran Mantan Pj Bupati Dipertanyakan
Tanah Papua
1 day ago
Hak Pelatih dan Pemain Belum Dibayar, Persipuja Terancam Tak Ikut Liga 4 Papua Tengah
Olaraga
1 day ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?