Wamena, nirmeke.com — DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jayawijaya menekan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya untuk segera menuntaskan konflik internal yang dinilai berdampak pada situasi keamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Ketua KNPI Jayawijaya, Hengky Hilapok, dalam surat terbuka yang disampaikan kepada Bupati Lanny Jaya, menegaskan bahwa Jayawijaya bukan tempat untuk melampiaskan pertikaian yang berasal dari luar wilayahnya.
“Jayawijaya adalah pusat pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi. Wamena merupakan rumah bersama bagi semua suku. Kami menegaskan bahwa Jayawijaya bukan lapangan perang,” tegas Hengky.
Menurutnya, konflik yang berkaitan dengan persoalan internal pemerintahan atau desa di Kabupaten Lanny Jaya seharusnya diselesaikan di wilayah tersebut dan tidak dibawa ke Jayawijaya.
KNPI Jayawijaya juga meminta Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya agar segera mengambil langkah konkret dalam membina dan mengarahkan masyarakatnya yang berada di Jayawijaya untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya tidak menganggap persoalan ini sepele. Harus ada tindakan nyata untuk meredam situasi agar tidak berkembang lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, KNPI Jayawijaya turut meminta aparat keamanan, termasuk Kapolres dan Dandim di wilayah Jayawijaya, untuk bersikap tegas terhadap setiap potensi gangguan keamanan yang tidak berkaitan dengan kepentingan daerah setempat.
“Penegakan hukum harus tegas. Jangan sampai persoalan dari luar daerah berkembang dan mengganggu kenyamanan masyarakat Jayawijaya,” kata Hengky.
Ia menyebutkan, pertikaian yang terjadi sejak Jumat (13/2/2026) telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. KNPI Jayawijaya khawatir apabila tidak segera ditangani secara serius, situasi tersebut dapat memicu sentimen yang lebih luas.
KNPI Jayawijaya menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan persaudaraan di Tanah Lapago. Organisasi kepemudaan itu berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta mengedepankan dialog dan penyelesaian damai.
“Kami ingin Jayawijaya tetap menjadi pusat pendidikan dan pembangunan. Mari jaga kebersamaan dan kedamaian demi masa depan generasi kita,” tutupnya. (red).
