Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Dari Mimbar ke Sawah, Pendeta Yop Oagai Bangun Lumbung Pangan Papua Pegunungan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Ekonomi & Bisnis > Dari Mimbar ke Sawah, Pendeta Yop Oagai Bangun Lumbung Pangan Papua Pegunungan
Ekonomi & BisnisPapua Pegunungan

Dari Mimbar ke Sawah, Pendeta Yop Oagai Bangun Lumbung Pangan Papua Pegunungan

admin
Last updated: July 22, 2026 11:29
By
admin
Byadmin
Follow:
119 Views
3 weeks ago
Share
Sentra penggilingan padi yang dikelola secara swadaya oleh Pendeta Yop Oagai, di Tulem – (Foto: AP/Nirmeke)
SHARE

Wamena, nirmeke.com – Deru mesin penggilingan padi memecah keheningan pagi di Distrik Wita-Waya, Kabupaten Jayawijaya. Karung-karung berisi gabah mulai berdatangan dari berbagai penjuru kampung. Sebagian dipikul di atas bahu, sebagian lagi diangkut menggunakan kendaraan sederhana. Di balik aktivitas itu berdiri seorang pendeta yang memilih melayani bukan hanya lewat khotbah, tetapi juga melalui kerja nyata di tengah sawah.

Iklan Nirmeke

Ia adalah Pendeta Yop Oagai, Gembala Sidang Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Solafide Arogolik.

Bagi Yop, pelayanan tidak berhenti ketika ibadah selesai. Ia percaya bahwa kesejahteraan jemaat juga merupakan bagian dari pelayanan.

“Kami ingin jemaat bukan hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga mampu menghidupi keluarganya melalui hasil pertanian,” ujarnya.

Berawal dari Sebuah Kegelisahan

Bertahun-tahun Yop menyaksikan para petani bekerja keras menanam padi. Namun setelah panen, mereka harus membawa gabah ke tempat yang jauh untuk digiling. Biaya tinggi, waktu lama, dan hasil panen sering kali tidak memberikan nilai tambah bagi petani.

Kondisi itulah yang mendorongnya mengambil langkah yang tidak biasa.

Tanpa menunggu bantuan pemerintah, ia bersama masyarakat mulai mengumpulkan dana secara swadaya. Mesin penggilingan dibeli sedikit demi sedikit. Gudang dibangun dengan kemampuan sendiri.

Tidak mudah. Setiap rupiah dikumpulkan dari hasil kerja bersama. Setiap bagian bangunan berdiri dari semangat gotong royong warga.

“Semua ini kami bangun sendiri. Mesin kami beli sendiri, gudang juga kami bangun sendiri. Kami percaya kalau menunggu terus, masyarakat tidak akan pernah maju,” kenangnya.

Perjuangan panjang itu perlahan membuahkan hasil.

Kini, penggilingan padi tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Wita-Waya.

Bukan Hanya untuk Kampung Sendiri

Keberadaan penggilingan itu kini melayani petani dari berbagai wilayah di Jayawijaya, seperti Moai, Woosiala, Siepkosi, Libarek hingga Pike.

Baca Juga:  Papua Pegunungan Mulai Datangkan Ikan Segar dari Biak, Alpius: Hasil Bumi Kami Juga Akan Dipasarkan ke Pesisir

Setiap musim panen, puluhan ton gabah masuk untuk diolah menjadi beras.

Kelompok tani yang dibina Pendeta Yop mengelola sekitar 80 hektare lahan sawah. Sekitar 50 hektare di antaranya aktif ditanami dan mampu menghasilkan 30–35 ton beras setiap tahun dengan dua kali musim panen.

Tidak hanya menghasilkan beras.

Dedak yang sebelumnya dianggap limbah kini diolah menjadi bahan baku pakan ternak babi, ayam, dan ikan sehingga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Bagi Yop, tidak ada bagian hasil panen yang boleh terbuang.

Ketika Pemerintah Datang Melihat

Perjuangan masyarakat Wita-Waya akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan, Alpius Yigibalom, datang langsung meninjau lokasi sekaligus membeli dedak hasil penggilingan untuk mendukung pengembangan pakan ternak.

“Kami datang bukan hanya melihat, tetapi juga membeli dedak beras. Kalau kita ingin membangun industri peternakan lokal, semua potensi yang ada harus dimanfaatkan,” kata Alpius.

Baginya, apa yang dilakukan Pendeta Yop merupakan contoh bahwa gereja mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Beliau bukan hanya berkhotbah setiap hari di mimbar, tetapi juga mengajak jemaat bekerja, berkebun, dan menghasilkan. Apa yang diajarkan di gereja diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini yang kami harapkan,” ujarnya.

Menurut Alpius, pembangunan Papua Pegunungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Pemerintah membutuhkan gereja, petani, koperasi, dan generasi muda untuk bergerak bersama.

Menjawab Keluhan Lama Petani

Selama bertahun-tahun, persoalan terbesar petani Papua Pegunungan bukan hanya soal produksi, tetapi juga pemasaran.

Banyak hasil panen yang akhirnya membusuk atau dibawa pulang karena tidak memiliki pembeli.

Baca Juga:  Pemprov Papua Pegunungan Bangun Koperasi Penampung Hasil Bumi Delapan Kabupaten

Kini pemerintah mulai membangun jaringan koperasi agar hasil pertanian memiliki pasar yang lebih pasti.

“Dulu masyarakat sering mengatakan hasil kebun susah dijual. Hari ini kami ingin menjawab persoalan itu. Pemerintah hadir membuka akses pasar sehingga petani tidak lagi khawatir,” kata Alpius.

Pemerintah juga mendorong masyarakat mengembangkan komoditas lokal seperti kopi, cabai, bawang, tomat, padi, dan berbagai tanaman hortikultura yang sesuai dengan kondisi alam Papua Pegunungan.

Mimpi yang Belum Selesai

Meski penggilingan padi telah berdiri dan produksi terus berjalan, perjuangan Pendeta Yop belum selesai.

Masih ada satu harapan sederhana.

Ia membutuhkan jalan produksi sepanjang sekitar 80 meter menuju lokasi penggilingan agar kendaraan pengangkut hasil panen dapat keluar masuk dengan mudah.

“Kami berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dapat membantu pembangunan akses jalan produksi sehingga aktivitas pertanian semakin lancar,” harapnya.

Selain itu dengan alat mesin dan tempat yang memadai kedepan ia berkeinginan ingin punya label beras sendiri yang ia produksi.

Dari Sawah Menuju Masa Depan

Di tengah derasnya arus modernisasi, Wita-Waya memperlihatkan wajah lain Papua Pegunungan.

Di sini, pembangunan tidak dimulai dari gedung-gedung tinggi.

Ia dimulai dari sawah. Dari tangan petani, dari semangat gotong royong.

Dan dari seorang pendeta yang memilih menjadikan pelayanan sebagai gerakan membangun kehidupan.

Apa yang dilakukan masyarakat Wita-Waya menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama yang lahir dari kampung.

Jika semangat seperti ini terus tumbuh dan mendapat dukungan yang konsisten, bukan mustahil Papua Pegunungan kelak tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga menjadi salah satu lumbung pangan di Tanah Papua.(*)

Laporan | Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

Wabup Esau Miram Tutup Paripurna DPRK, Tegaskan Transparansi APBD dan Pembangunan Berkelanjutan

Agar Harga Bapok Murah, Pembangunan Jalan Trans Jayapura-Wamena Harus Dipercepat

Pemkab Yahukimo Salurkan 1 Ton Beras untuk Hutkimo, 22 Warga Meninggal akibat Wabah dan Kelaparan

Tonius Wenda Tancap Gas Benahi KPA Jayawijaya

Perkuat Tata Kelola, PSSI Papua Pegunungan Gelar Kongres Biasa di Jayapura

TAGGED:Alpius Yigibalominas Koperasi dan UKM Provinsi Papua PegununganPendeta Yop Oagai

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Bupati Tolikara Buka Musda I KADIN, Efraim Wandik Nahkodai Organisasi Pengusaha
Next Article Produk Unggulan Anak Tolikara Tampil di Musda I KADIN, Kopi hingga Es Krim Buah Merah Curi Perhatian
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Komisi V DPR Papua Pegunungan Soroti Pelayanan Kesehatan Dasar, Usulkan Kartu Papua Sehat untuk OAP
Kesehatan Papua Pegunungan
4 days ago
KP3 Resmi Berbadan Hukum, Simson Asso Ajak Pemuda Papua Pegunungan Masuk Dunia Usaha
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
5 days ago
Gubernur Papua Pegunungan Dukung KP3, Beri Bantuan Modal dan Fasilitasi Distribusi Pangan Antarwilayah
Papua Pegunungan Tanah Papua
6 days ago
MRP Papua Pegunungan Keluhkan Anggaran: Delapan Bulan Hanya Terima Gaji, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
6 days ago
Baca juga
Ekonomi & Bisnis

Bupati Jayapura: Alfamart dan Alfamidi Tidak Boleh Menguasai Pasar dan Mematikan Perekonomian UKM

1 year ago
Papua PegununganTanah Papua

Peserta Seleksi DPRK Datangi Kesbangpol, Pertanyakan Hasil yang Belum Diumumkan

5 months ago
Ekonomi & BisnisInfrastrukturTanah Papua

Mama-Mama Papua Desak DPR Papua Selatan Setujui Anggaran Pembangunan Pasar Khusus

1 year ago
EditorialEkonomi & Bisnis

Kopi Dalam Komoditas Ekonomi Orang Asli Papua

3 years ago
Papua PegununganPendidikanSastraSeni & Budaya

Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda

6 months ago
Papua PegununganPendidikan

Mahasiswa Usilimo di Jayapura Tolak Program Cetak Sawah Rakyat 250 Hektare

1 week ago
Papua Pegunungan

Ketua DPRK Yahukimo Temui Trigana Air, Dorong Pengaktifan Kembali Rute Dekai–Jayapura

2 months ago
Ekonomi & BisnisPapua PegununganPariwisata

Apa Itu “Wim Luka Tok”? Atraksi Langka Ini Akan Tampil di Pra-FBLB Pasir Putih

1 week ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?