Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: DPR Papua Pegunungan Desak Penarikan Pasukan Non-Organik dari Tolikara, Warga Trauma dan Aktivitas Lumpuh
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Papua Pegunungan > DPR Papua Pegunungan Desak Penarikan Pasukan Non-Organik dari Tolikara, Warga Trauma dan Aktivitas Lumpuh
Papua PegununganPolhukam

DPR Papua Pegunungan Desak Penarikan Pasukan Non-Organik dari Tolikara, Warga Trauma dan Aktivitas Lumpuh

admin
Last updated: October 8, 2026 15:34
By
admin
Byadmin
Follow:
400 Views
7 hours ago
Share
Ketua Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Terius Wakur, dan Nahum Mabel, saat di wawancarai - (Foto: AP/Nirmeke)
SHARE

WAMENA, NIRMEKE.COM — DPR Papua Pegunungan mendesak TNI-Polri segera memastikan keberadaan dan menarik pasukan non-organik yang dilaporkan masuk ke sejumlah wilayah di Kabupaten Tolikara sejak 5 Oktober 2026.

Iklan Nirmeke

Keberadaan pasukan tersebut disebut telah menimbulkan trauma di tengah masyarakat dan membuat aktivitas warga, terutama berkebun, berburu, mencari kayu bakar serta memenuhi kebutuhan pangan, terganggu.

Ketua Komisi IV DPR Papua Pegunungan, Terius Wakur, mengatakan laporan masyarakat menyebut pasukan non-organik masuk pada malam hari dan kemudian bergerak ke sejumlah lokasi.

“Menurut informasi yang kami terima dari masyarakat, sejak 5 Oktober sudah ada pihak non-organik yang masuk. Mereka masuk pada malam hari dan kemudian bergerak ke beberapa lokasi,” kata Terius.

Menurut Terius, tiga distrik yang disebut menjadi lokasi keberadaan atau pergerakan pasukan tersebut yakni Distrik Telenggeme, Kembu dan Gundagi.

Ia mengatakan hingga kini belum ada informasi yang jelas mengenai institusi maupun mandat operasi pasukan yang disebut berada di wilayah tersebut.

Terius menyebut pasukan tersebut diduga berada di kawasan hutan dan kebun yang selama ini menjadi tempat masyarakat beraktivitas.

Kondisi itu, kata dia, membuat warga takut keluar rumah untuk berkebun, berburu, mencari kayu bakar maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Ini tidak boleh. Mereka berada di tempat-tempat yang biasa digunakan warga untuk mencari makanan. Akibatnya masyarakat trauma dan aktivitas mereka terhenti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, wilayah Telenggeme, Kembu dan Gundagi selama ini relatif aman dan masyarakat telah beraktivitas di kawasan tersebut selama puluhan tahun.

“Selama ini wilayah tersebut zona aman. Tidak pernah ada masalah atau peristiwa besar. Puluhan tahun masyarakat beraktivitas seperti biasa. Baru setelah 5 Oktober muncul situasi seperti ini,” katanya.

Baca Juga:  KPA dan Pemkab Lanny Jaya Dorong ASN Sehat, Oby Yanengga Usul Tes HIV Berkala

Menurut Terius, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga dapat mengancam kebutuhan dasar masyarakat.

Jika warga takut pergi ke kebun, kata dia, sumber pangan keluarga ikut terganggu. Akses terhadap kesehatan dan pendidikan juga berpotensi terdampak apabila situasi tersebut terus berlangsung.

“Kalau ibu-ibu tidak pergi ke kebun, mereka mau mendapatkan makanan dari mana? Kebun masyarakat jauh dan berada di wilayah yang sekarang mereka takut datangi. Ini bisa berdampak pada kebutuhan pangan, kesehatan, bahkan pendidikan anak-anak,” ujarnya.

Terius meminta pimpinan TNI-Polri, termasuk Kapolda Papua Pegunungan dan Kapolres Tolikara, segera memastikan keberadaan serta tujuan operasi pasukan yang dilaporkan masyarakat tersebut.

Ia meminta agar pasukan tidak ditempatkan di kawasan yang menjadi ruang aktivitas warga sipil apabila tidak sedang menjalankan operasi dengan dasar hukum dan mandat yang jelas.

“Kami berharap teman-teman TNI-Polri yang beroperasi di wilayah itu ditarik kembali ke tempat tugasnya. Jangan berada di tempat-tempat yang menjadi lokasi aktivitas warga,” tegasnya.

Terius juga mempertanyakan asal institusi pasukan yang disebut masuk ke wilayah tersebut.

“Ini dari institusi mana, wilayah operasinya dari mana, apakah dari Puncak Jaya atau Tolikara, sampai hari ini kami belum mengetahui secara jelas,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, sebelum masuknya pasukan tersebut tidak terdapat informasi mengenai bentrokan besar maupun penembakan yang melibatkan kelompok bersenjata di wilayah yang dimaksud.

Namun, kata Terius, pernah terjadi pemalangan kendaraan dan seorang warga dilaporkan hilang. Menurut dia, kejadian tersebut perlu dilihat secara proporsional dan tidak serta-merta menggambarkan kondisi keamanan seluruh wilayah.

Baca Juga:  Ketua DPR Papua Pegunungan Dukung Penolakan MBG, Sebut Program Nasional Gagal

Sekretaris Komisi I DPR Papua Pegunungan yang membidangi pemerintahan serta TNI-Polri, Nahum Mabel, turut meminta pimpinan TNI-Polri segera memberikan perhatian terhadap laporan tersebut.

Nahum mengatakan Komisi I menerima laporan mengenai dugaan masuknya pasukan non-organik di wilayah Melayu Kempu, Distrik Kembu, Kabupaten Tolikara.

“Kami serius menanggapi laporan ini. Kami mohon pimpinan TNI-Polri segera menarik pasukan dari wilayah yang menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Nahum.

Menurut Nahum, kondisi psikologis masyarakat harus menjadi perhatian. Kehadiran pasukan di sekitar lokasi warga berkebun dan menjalankan aktivitas sehari-hari disebut membuat masyarakat tidak lagi merasa aman.

“Kami melihat aktivitas masyarakat di sana tidak bisa dilakukan karena mereka mengalami trauma sampai hari ini,” ujarnya.

Nahum juga meminta Pemerintah Kabupaten Tolikara memberikan perhatian khusus terhadap kondisi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kami meminta pimpinan daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Tolikara, memberikan perhatian khusus kepada masyarakat. Kalau memang pasukan non-organik masih berada di sana, kami meminta agar dikembalikan,” katanya.

Ia menegaskan Komisi I DPR Papua Pegunungan akan menelusuri laporan tersebut sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

“Kalau memang masih ada, tetap akan kami telusuri sesuai aturan. Sebelum kami tindak lanjuti lebih jauh, kami berharap pasukan tersebut dikembalikan terlebih dahulu,” kata Nahum.

DPR Papua Pegunungan menilai kejelasan mengenai keberadaan, mandat dan lokasi operasi pasukan penting untuk mencegah berkembangnya ketakutan di tengah masyarakat.

Bagi warga di pedalaman Tolikara, kebun dan hutan merupakan bagian penting dari sumber pangan dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, DPR meminta setiap operasi keamanan memperhitungkan dampaknya terhadap keselamatan serta aktivitas masyarakat sipil.(**)

Related

You Might Also Like

Oknum TNI Non Organik Aniaya Karyawan Bakery, Warga Wamena Kian Resah

Masyarakat Adat Aikima Tolak 70 Sertifikat, Tuntut Tanah Ulayat Dikembalikan

Koalisi HAM Desak Penegakan Hukum Dugaan Pungli BLT oleh Aparat di Puncak Papua

Mahasiswa Nduga di Jayapura Soroti Lumpuhnya Pemerintahan dan Proses Pemilihan Wakil Bupati

Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 12 Tahun untuk Penembak Thobias Silak Tidak Adil

TAGGED:DPR Papua PegununganKomisi IV DPR Papua PegununganPasukan Non-Organik dari TolikaraTerius Wakur

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Dari Ruang Rapat ke Ladang: Menagih Sinergi Pengendalian Inflasi di Papua Pegunungan
Next Article DPRK Otsus Belum Dilantik, Yos Elopere: Jangan Tuding DPR, SK dan Anggaran Belum Ada
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Operasi Militer Meluas di Tolikara, Warga Sekitar Gereja Moria Diduga Ditangkap
Polhukam Tanah Papua
18 minutes ago
KONI Lanny Jaya Dukung Pemuda Baptis Cup 2026, Serahkan Kostum dan Bola
Olaraga Papua Pegunungan Papua Tengah
4 hours ago
DPRK Otsus Belum Dilantik, Yos Elopere: Jangan Tuding DPR, SK dan Anggaran Belum Ada
Papua Pegunungan
7 hours ago
Dari Ruang Rapat ke Ladang: Menagih Sinergi Pengendalian Inflasi di Papua Pegunungan
Artikel
1 day ago
Baca juga
Papua Pegunungan

Pemkab Lanny Jaya Salurkan BLT, Sembako dan PKH Tahap II 2026

3 months ago
OlaragaPapua Pegunungan

PSSI Jayawijaya Dukung Liga 4 Indonesia Zona Papua Pegunungan, Siapkan Tiga Klub Tuan Rumah

8 months ago
Papua PegununganPariwisata

Festival Etnik Religi Tolikara I Resmi Dibuka, UMKM Anak Muda Lokal Ramaikan Karubaga

2 months ago
Papua Pegunungan

Ketua DPRK Yahukimo Temui Trigana Air, Dorong Pengaktifan Kembali Rute Dekai–Jayapura

4 months ago
PolhukamTanah Papua

Agus Kossay Apresiasi Kapolres Jayawijaya Buka Ruang Demokrasi bagi Massa KNPB

2 months ago
Papua Pegunungan

Tokoh Masyarakat Kritik Program Cetak Sawah Rakyat di Isaima, Soroti Pangan Lokal dan Hak Ulayat

1 month ago
PolhukamTanah Papua

KNPB dan AMP Serahkan Surat Pemberitahuan Aksi ke Polrestabes Makassar

1 year ago
Papua Pegunungan

Alpius Yigibalom Hadiri Konferensi Gereja Baptis, Serahkan Bantuan Gubernur Papua Pegunungan

4 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?