Intan Jaya, nirmeke.com — Gerakan Pelajar, Mahasiswa, dan Rakyat Intan Jaya (GPMR-I) menggelar aksi damai di Kantor Bupati Intan Jaya, Selasa (13/1/2026), untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan terkait krisis kemanusiaan dan situasi keamanan di wilayah tersebut. Namun, aksi sempat tertahan karena Bupati Intan Jaya tidak berada di tempat saat massa tiba di lokasi.
Koordinator lapangan aksi, Yosan Sani dan Yuser Sondegau, menyampaikan bahwa saat ini perwakilan GPMR-I tengah melakukan negosiasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Intan Jaya guna memastikan aspirasi massa dapat diterima secara resmi.
“Kami datang membawa aspirasi ribuan masyarakat Intan Jaya, tetapi Bupati tidak berada di tempat. Karena itu kami menuntut agar negosiasi berjalan transparan dan menghasilkan solusi konkret, bukan sekadar janji-janji kosong,” tegas Yosan Sani.
Dalam aksi tersebut, GPMR-I menyoroti isu “Intan Jaya Krisis Kemanusiaan dan Darurat Militer Demi Kepentingan Investasi” yang dinilai sebagai persoalan mendesak dan membutuhkan keputusan pemerintah yang berani serta berpihak pada rakyat.
Massa aksi menegaskan akan tetap bertahan di Kantor Bupati Intan Jaya hingga Bupati hadir dan secara langsung menerima serta merespons tuntutan yang disampaikan.
Namun demikian, karena tidak ada pejabat pemerintah daerah yang dapat menerima aspirasi masyarakat pada hari ini, GPMR-I memutuskan untuk menghentikan sementara aksi dan melanjutkannya pada hari berikutnya.
“Untuk hari ini aksi kami tunda dan akan dilanjutkan besok, saat Bupati Intan Jaya sudah berada di tempat dan bersedia menerima aspirasi rakyat,” ujar Yuser Sondegau.
GPMR-I menegaskan bahwa aksi damai ini akan terus berlanjut hingga pemerintah daerah mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya.(*)
