Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: MAI-P Agamua Serukan Pengakuan Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > MAI-P Agamua Serukan Pengakuan Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Papua
LingkunganTanah Papua

MAI-P Agamua Serukan Pengakuan Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Papua

admin
Last updated: December 2, 2025 16:44
By
admin
Byadmin
Follow:
8 Views
9 months ago
Share
Masyarakat Adat Independen Papua Komite Kota Agamua (MAI-P) menyampaikan pernyataan sikap pada peringatan 64 tahun deklarasi kemerdekaan Papua Barat - Dok
SHARE

Iklan Nirmeke

Wamena, nirmeke.com — Masyarakat Adat Independen Papua Komite Kota Agamua (MAI-P) menyampaikan pernyataan sikap pada peringatan 64 tahun deklarasi kemerdekaan Papua Barat. Dalam rilis resminya, organisasi ini menyoroti berbagai peristiwa sejarah, kebijakan negara, serta dampak operasi keamanan terhadap masyarakat adat Papua.

Ketua Umum MAI-P, Ardy Murib, menyatakan bahwa sejak Deklarasi 1 Desember 1961 dan rangkaian perjanjian internasional—termasuk Perjanjian New York 1962 serta pelaksanaan Pepera 1969—rakyat Papua tidak pernah dilibatkan secara demokratis dalam penentuan masa depannya. MAI-P menilai pelaksanaan Pepera bertentangan dengan prinsip “satu orang satu suara” sebagaimana tercantum dalam perjanjian tersebut.

Baca Juga:  Militer Kuasai Kantor Distrik Ibele Tanpa Izin, Warga Tuntut Penarikan Pasukan

MAI-P juga menilai berbagai kebijakan negara seperti UU Minerba, Omnibus Law, Otsus Jilid II, DOB, serta ekspansi Proyek Strategis Nasional (PSN) telah memperparah perampasan tanah adat, eksploitasi sumber daya alam, dan eskalasi operasi militer di wilayah Papua.

Organisasi ini menyoroti operasi keamanan di Nduga, Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Paniai, dan sejumlah daerah lain yang dinilai mengakibatkan pengungsian massal, kriminalisasi warga, dan berbagai dugaan pelanggaran HAM.

Dalam pernyataan sikap yang berisi 30 tuntutan, MAI-P menyerukan penutupan perusahaan pertambangan raksasa seperti Freeport dan proyek ekstraktif lainnya, penghentian operasi militer, pembukaan akses jurnalis, jaminan kebebasan sipil, penegakan hukum atas pelanggaran HAM, hingga dorongan bagi PBB untuk terlibat dalam penyelesaian masalah Papua sesuai prinsip internasional.

Baca Juga:  Kuota IPDN Provinsi PP Tidak Ada Keterwakilan OAP, Pj Kondomo Diminta Copot Kepala BKD

MAI-P juga menyatakan solidaritas kepada masyarakat adat di berbagai wilayah Indonesia yang berhadapan dengan perampasan tanah, serta mendukung kemerdekaan Palestina.

“Selamatkan tanah adat dan manusia Papua. Hak menentukan nasib sendiri adalah solusi demokratis bagi bangsa West Papua,” tegas Ardy Murib menutup pernyataan.(*)

Related

You Might Also Like

Generasi Muda Papua Harus Maju: MRP Dukung Langkah Nyata Kaka Jose

TPNPB Klaim Tembak Tiga Aparat di Mile 50 Tembagapura dan Rampas Dua Senjata

Aksi KNPB di Makassar Sempat Ricuh, Massa Kawal Tuntutan Papua Zona Darurat Kemanusiaan

Setahun Kasus Penembakan Tobias Silak, Keluarga dan Warga Tuntut Keadilan di Pengadilan

Evaluasi Dana Desa Tahap I, Pemkab Jayawijaya Dorong Akuntabilitas dan LPJ Tepat Waktu

TAGGED:Hentikan Ekspansi Industri Ekstraktif di PapuaMasyarakat Adat Independen Papua Komite Kota Agamua (MAI-P)

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Aliansi Mahasiswa Papua Peringati 64 Tahun Deklarasi 1 Desember, Kritik Kebijakan Negara dan Soroti Akar Konflik di Papua
Next Article PGP Distrik Pronggoli Yahukimo Gelar Perayaan Natal 2025 dengan Penuh Sukacita
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

AMPJ Nayak Lauk Jayapura Gelar Diskusi Publik, Dorong Penguatan Kapasitas Mahasiswa Jayawijaya
Pendidikan
1 day ago
HIPMI Dorong KONI Papua Pegunungan Kembangkan Sport Industry Jelang PON XXII
Ekonomi & Bisnis Olaraga Papua Pegunungan
2 days ago
BEM USTJ–LBH Papua: Deforestasi PSN Perparah Dampak El Nino di Papua
Lingkungan Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Kecelakaan Maut Tolikara Diselesaikan Lewat Hukum Adat, Disepakati Rp1, 8 Miliar dan 180 Babi
Papua Pegunungan
3 days ago
Baca juga
Tanah Papua

ODGJ Ditembak Oknum Polisi di Distrik Libarek Wamena

3 years ago
InfrastrukturPendidikanTanah Papua

Pemerintah Jangan Paksa, Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur di Welesi Masih Bermasalah

3 years ago
Tanah Papua

Pemprov Papua Pegunungan Salurkan 50 Ton Beras untuk Korban Banjir di Lanny Jaya

1 year ago
PendidikanTanah Papua

Aksi Mahasiswa di Jayapura Kecam Kekerasan Aparat dan Penahanan 4 Pimpinan NRFB di Sorong

12 months ago
Tanah Papua

Ratusan Warga Maybrat Demo Tolak Penempatan Pasukan TNI di Perkampungan

3 years ago
PolhukamTanah Papua

Oknum TNI Non Organik Aniaya Karyawan Bakery, Warga Wamena Kian Resah

12 months ago
Lingkungan

Hutan Ditebang, Suara Adat Dibungkam: Ironi Pembangunan di Tanah Merauke

10 months ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

KNPB Serukan Konsolidasi Terbuka, Soroti Situasi Darurat Kemanusiaan di Papua

3 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?