Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Aliansi Mahasiswa Papua Peringati 64 Tahun Deklarasi 1 Desember, Kritik Kebijakan Negara dan Soroti Akar Konflik di Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Aliansi Mahasiswa Papua Peringati 64 Tahun Deklarasi 1 Desember, Kritik Kebijakan Negara dan Soroti Akar Konflik di Papua
PolhukamTanah Papua

Aliansi Mahasiswa Papua Peringati 64 Tahun Deklarasi 1 Desember, Kritik Kebijakan Negara dan Soroti Akar Konflik di Papua

admin
Last updated: December 2, 2025 11:01
By
admin
Byadmin
Follow:
6 Views
5 months ago
Share
SHARE

Denpasar, nirmeke.com — Menjelang peringatan 64 tahun Deklarasi Politik Papua Barat 1 Desember 1961, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) kembali menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah Indonesia di Tanah Papua. 

Iklan Nirmeke

Melalui pernyataan sikap resminya, AMP menilai bahwa konflik Papua tidak kunjung selesai karena negara dinilai gagal menjawab persoalan mendasar terkait sejarah politik, pelanggaran HAM, serta ekspansi investasi yang berdampak pada masyarakat adat.

Peringatan ini menjadi momentum bagi AMP untuk menegaskan kembali seruan empat tuntutan utama: persatuan nasional Papua, penghentian militerisasi, penghentian investasi yang dinilai merusak, dan pelaksanaan hak penentuan nasib sendiri.

Dalam pernyataannya, AMP menekankan bahwa 1 Desember 1961 merupakan hari ketika Dewan Nieuw Guinea dan Komite Nasional Papua menetapkan simbol-simbol kenegaraan Papua Barat, seperti Bendera Bintang Kejora, Lagu Hai Tanahku Papua, serta Lambang Burung Mambruk. Deklarasi tersebut, menurut AMP, menjadi dasar klaim bahwa Papua telah membangun identitas nasionalnya sebelum integrasi dengan Indonesia.

AMP menilai proses politik internasional pada era Perang Dingin—mulai dari Trikora, Perjanjian New York (1962), hingga Pepera 1969—dipengaruhi kepentingan global dan tidak melibatkan rakyat Papua secara bebas.

Baca Juga:  Peringatan 1 Desember di Wamena: KNPB Serukan Pendidikan Perlawanan dan Persatuan Generasi Papua

AMP mengkritik panjangnya daftar operasi militer sejak 1960-an hingga kini. Organisasi itu merujuk pada dugaan pelanggaran HAM, pengungsian berkepanjangan di wilayah konflik, serta pembatasan ruang demokrasi terhadap mahasiswa Papua.

Sejumlah operasi keamanan seperti Trikora, Operasi Sadar, Mapenduma, hingga Operasi Damai Cartenz disebut sebagai rangkaian kebijakan yang menurut AMP tidak menyasar akar konflik, melainkan memperluas dampak kemanusiaan. AMP menyebut bahwa sejak 2018 hingga 2025 terdapat puluhan ribu warga yang terpaksa mengungsi akibat situasi keamanan.

Isu lingkungan juga menjadi sorotan utama. AMP menilai ekspansi tambang, perkebunan, dan proyek strategis negara sebagai ancaman serius bagi hutan adat Papua. Mereka merujuk wilayah tambang besar seperti Freeport, Wabu, Warim, serta proyek perkebunan skala besar yang menyebabkan deforestasi.

AMP juga mengkritik posisi pemerintah Indonesia dalam forum perubahan iklim internasional, yang menurut mereka tidak mencerminkan perlindungan terhadap masyarakat adat Papua sebagai penjaga hutan tropis.

AMP menyoroti bahwa kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) dan pemekaran provinsi tidak menjawab empat akar persoalan Papua sebagaimana pernah diidentifikasi LIPI: status politik, pelanggaran HAM, ketidakadilan ekonomi, dan diskriminasi rasial.

Baca Juga:  Memajukan Pengusaha Papua Dari Kampung ke Kota, Jadi Program Ungulan KAP Papua

Mereka menilai bahwa pendekatan keamanan negara masih dominan, termasuk penambahan pasukan TNI dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Papua. AMP juga menyinggung penangkapan aktivis, pembubaran aksi mahasiswa, dan intimidasi aparat sebagai bentuk penyempitan ruang demokrasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah mengenai kritik AMP terhadap kebijakan keamanan dan pembangunan di Papua.

Di akhir penyampaiannya, AMP menegaskan empat tuntutan pokok:

  1. Bangun persatuan nasional rakyat Papua sebagai basis perlawanan tanpa kekerasan.
  2. Tarik militer dari seluruh tanah Papua, khususnya pasukan non-organik.
  3. Hentikan seluruh investasi yang dianggap merusak lingkungan dan merugikan masyarakat adat.
  4. Berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua melalui mekanisme demokratis.

AMP menilai bahwa solusi damai hanya mungkin terjadi apabila negara membuka ruang dialog dan mengakui akar persoalan sejarah Papua.(*)

Pewarta: Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

Kecam Pernyataan Diskriminatif Walikota Jayapura, Wenda: Jangan Pakai Jabatan untuk Lukai Sesama OAP

Masyarakat Sipil Nilai Tanggapan Pemerintah soal PSN Merauke Abaikan Fakta Lapangan

Menuju PON 2029, KONI Papua Pegunungan Perkuat Organisasi hingga Kabupaten

Meski Tidak Terbukti Makar, Viktor Yeimo Divonis Penjara Delapan Bulan

LBH Papua Akan Layangkan Gugatan Hukum Terhadap Aduan Korban Perampasan Lahan Masyarakat Adat di Wamena

TAGGED:64 Tahun Manifesto Politik Papua BaratAliansi Mahasiswa Papua (AMP)Mahasiswa Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article KNPB Mnukwar Peringati 46 Tahun Manifesto Politik Papua, Serukan Referendum dan Penghentian Militerisasi
Next Article MAI-P Agamua Serukan Pengakuan Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
1 week ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 week ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
1 week ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 week ago
Baca juga
Papua PegununganPendidikanTanah Papua

Festival Sekolah Adat Hugulama Ke-I 2026 Resmi Akan Ditutup di Yogonima

4 months ago
Siaran PersTanah Papua

FMPRP Manokwari Serukan Aksi Longmarch Peringati Hari HAM Internasional 10 Desember

5 months ago
Papua PegununganPolhukamTanah Papua

Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini

2 weeks ago
Tanah Papua

HMI Papua Pastikan yang Demo di Gedung KPK Bukan Bagian Dari Mereka

3 years ago
Tanah Papua

HUT ke-80 RI di Papua Pegunungan Berlangsung Khidmat, Gubernur Tabo Tekankan Persatuan

9 months ago
Papua PegununganTanah Papua

Tiga Pimpinan Daerah Turun Langsung Redam Konflik Warga Yali–Lani di Wamena

4 months ago
Tanah Papua

Alasan Menganggu Roda Pemerintahan di Mimika, Kejati Papua Belum Tangkap Yohanes Rettob

3 years ago
HeadlineTanah Papua

Vonis Lukas Enembe Akan Dibacakan 9 Oktober Mendatang

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?