Wamena, nirmeke.com – Pengambilan material di wilayah kali Ue dengan sistem kontrak material skala besar dengan mengunakan alat berat telah merusak lingkungan sekitaran bantaran kali Ue.
Hal tersebut terlihat dengan rusaknya jalan penhubungan dari pasar misi dekat Wouma menuju Welesi sudah longsor badan jalannya karena adanya galian di pinggiran kali. Pengerukan material di kali Ue juga membuat jalan raya semakin terkikis karena derasnya air yang lewat hingga masuk sampai batas pagar rumah warga sekitar.
Menyikapi berbagai kondisi dan fakta yang memprihatinkan terjadi pada beberapa tahun belakangan ini di wilayah Wamena, khususnya di wilayah Wouma di tandai dengan kerusakan lingkungan serta masalah sosial lain, Digelarlah Mubes tiga tungku pada tanggal 7 – 8 Januari 2019 dengan harapan output dari musyawarah ini dapat membahas, menerapkan aturan dan menertibkan isu-isu krusial yang menjadi kekawatiran masyarakat Wouma dan salah satunya kerusakan lingkungan.
Baca Juga: Hasil Mubes tiga Tungku di masyarakat Wouma tahun 2019
Isu lingkungan, masyarakat tiga tungku telah menyepakati tidak boleh lagi ada pengambilan material di wilayah kali Ue dengan sistem kontrak material skala besar yang murah dan merugikan masyarakat sekitar menggunakan alat berat, seperti eskavator dan truk.
Wilayah pemukiman warga sepanjang bantaran kali Ue sudah mengalami longsor dan erosi akibat pengambilan material yang tinggi dan bersifat sangat eksploitatif.
Benyamin Lagowan, dokter muda asal Wouma juga membenarkan bahwa kerusakan lingungan yang terjadi di bantaran kali Ue karena pengambilan material tanpa kontrol oleh warga sekitar yang mengaku diri sebagai pemilik batu dan material itu.
“Pengambil kebijakan tak salah juga, yang salah mereka mengaku diri pemilik batu dan material itu, yang sudah jelas dampaknya seperti apa mereka tau tapi mereka terus mau kasih kontrak dan mereka ini yang harusnya baling bertanggung jawab,” ujar Benyamin.
Kata Benyamin, point-point putusan dalam Mubes tiga tungku yang di gelar tahun 2019 tersebut sudah tidak bisa ditindaklanjuti lagi karena tidak semua orang satu persepsi. Semakin hari, kondisi bantaran kali Ue sangat memprihatinkan.
“Terutama elit-elit Wouma yang selama ini punya kepentingan atas barang ini, entahlah,” kesar Benyamin. (*)
