Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Perampasan Sumber Daya Alam Papua: Pembangunan yang Mengabaikan Masyarakat Adat
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > Perampasan Sumber Daya Alam Papua: Pembangunan yang Mengabaikan Masyarakat Adat
Lingkungan

Perampasan Sumber Daya Alam Papua: Pembangunan yang Mengabaikan Masyarakat Adat

Redaksi
Last updated: March 21, 2025 02:29
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
524 Views
2 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Pada Senin, 17 Maret 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan produksi smelter emas milik PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Momen ini disorot sebagai keberhasilan monumental dalam industri pertambangan Indonesia.

Iklan Nirmeke

Namun, peresmian ini mengungkapkan wajah lain pembangunan—wajah yang penuh ketidakadilan terhadap masyarakat adat Papua.

Direktur WALHI Papua Maikel Peuki, mengkritisi langkah ini sebagai bentuk eksploitasi yang sistematis terhadap sumber daya alam Papua dan pengabaian hak-hak masyarakat adat yang telah menjaga tanah tersebut selama generasi.

“Produksi smelter emas ini bukanlah kemenangan, melainkan bukti nyata dari ketimpangan struktural yang terus mengakar. Tanah Papua telah diperas hasil kekayaannya, sementara rakyatnya tetap termarjinalkan,” ujar Direktur WALHI Papua.

Baca Juga:  Dukung Perjuangan Masyarakat Adat Awyu, Ampera PS Sampaikan 10 Pernyataan Sikap

Proyek ini, yang diharapkan membawa dampak positif bagi ekonomi nasional, justru menunjukkan ketidakpedulian terhadap prinsip inklusi dan keadilan sosial. Masyarakat adat Papua, termasuk Suku Amugmee dan Kamoro serta Orang Asli Papua dari tujuh wilayah budaya adat, tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan ataupun pembagian hasil.

“Ini bukan sekadar pengabaian, ini adalah bentuk kolonialisme baru yang menggunakan kedok pembangunan,” tambahnya.

WALHI Papua menegaskan bahwa pembangunan yang adil harus memastikan partisipasi aktif masyarakat lokal, terutama mereka yang tanahnya menjadi sumber daya utama. Tanpa pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat, pembangunan hanya akan menciptakan ketimpangan yang semakin lebar.

Baca Juga:  Walhi Papua Ajak Pemuda Bersolidaritas Berjuang Bersama Suku Awyu Dalam Melindungi Tanah Adat Mereka

Direktur WALHI Papua juga menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong isu ini untuk mendapatkan perhatian internasional, termasuk melaporkannya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui mekanisme pengaduan HAM.

“Kami tidak akan diam melihat perampasan ini terus terjadi. Masyarakat adat Papua memiliki hak atas tanah mereka, dan hak itu harus dihormati oleh semua pihak.”

WALHI Papua mengingatkan bahwa keberlanjutan pembangunan hanya dapat tercapai dengan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat dan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan. Tanpa itu, pembangunan akan kehilangan maknanya sebagai langkah menuju kemajuan. (*)

Related

You Might Also Like

Walhi Papua Kritik Pernyataan Bahlil Soal “Masih Banyak Nikel di Papua”

Umat Katolik Pribumi Papua Layangkan Surat Terbuka Kepada Uskup Agung Merauke

WALHI Papua: Pengakuan Hak Masyarakat Adat Penting untuk Kelestarian Hutan

Puluhan Anak Muda Gaungkan Global Climate Strike di Kota Jayapura

Lebih dari 500 Warga Lanny Jaya Nobar Film Dokumenter Pesta Babi, Serukan Jaga Tanah dan Masa Depan Papua

TAGGED:Freeport IndonesiaMasyarakat adat Amugme dan KamoroPerampasan Sumber Daya Alam Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pantau USBN di Dua Sekolah, Wakil Bupati Lanny Jaya Sampaikan Ini ke Peserta Ujian dan Guru
Next Article Infeksi Jadi Penyebab Utama Tingginya Angka Kematian di Kabupaten Jayapura
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
1 week ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
1 week ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
1 week ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
1 week ago
Baca juga
LingkunganTanah Papua

Walhi Papua Menolak Deforestasi Hutan Adat Papua Atas Nama Pangan Nasional

1 year ago
LingkunganTanah Papua

Suku Wio Tolak Kehadiran Kantor Gubernur di Lahan Ekonomi Produktif 

3 years ago
Lingkungan

Perusahaan Ilegal Beroperasi Tanpa Izin di Kampung Ajuda, Waropen

2 years ago
LingkunganPolhukamTanah Papua

Nyalakan Tungku Adat di DPRK Biak, Kepala Suku Tegas Tolak Militerisme dan PSN: Tanah Adat Bukan Objek Negara

9 months ago
Lingkungan

Peringati Hari Ekologi Internasional, WALHI Papua Bagikan 150 Bibit Pohon Gratis di Wamena

2 months ago
Lingkungan

WALHI Papua Berharap Uskup Timika Suarakan Isu Lingkungan dan Masyarakat Adat

2 years ago
LingkunganPolhukamTanah Papua

Koalisi HAM Papua: Presiden Harus Cabut PSN yang Rampas Tanah Adat di Merauke

1 year ago
LingkunganTanah Papua

Benny Mawel Ajak Mahasiswa Jayawijaya Jaga Tanah Adat

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?