Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Empat Kali Demo, Masyarakat Adat Yapsi dan Kaureh Tuntut CEO PT Sinarmas Hadir Langsung
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > Empat Kali Demo, Masyarakat Adat Yapsi dan Kaureh Tuntut CEO PT Sinarmas Hadir Langsung
LingkunganTanah Papua

Empat Kali Demo, Masyarakat Adat Yapsi dan Kaureh Tuntut CEO PT Sinarmas Hadir Langsung

admin
Last updated: November 10, 2025 10:51
By
admin
Byadmin
Follow:
35 Views
11 months ago
Share
Masyarakat Kaureh-Yapsi Palang PT Sinar Mas Karena 32 Tahun Tidak Mengubris Mereka - Dok
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Masyarakat adat dari Distrik Yapsi dan Kaureh, Kabupaten Jayapura, sudah empat kali menggelar aksi demonstrasi di depan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Sinar Kencana Inti Perkasa di Lereh. Mereka menuntut pertemuan langsung dengan CEO PT Sinarmas untuk membahas sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.

Iklan Nirmeke

Masyarakat adat mempertanyakan ratusan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) yang dikeluarkan BPN tanpa persetujuan pemilik hak ulayat. Mereka juga menagih realisasi 20 persen kebun plasma dari total lahan perkebunan sawit, sesuai janji perusahaan sejak awal kemitraan.

“Kami tidak menolak investasi. Kami hanya menuntut hak kami yang dijanjikan sejak lama. Jangan sampai tanah kami diambil tanpa kejelasan,” ujar Robertus Urumban, Koordinator Dewan Adat Suku Oktim Wilayah IV (Nabire News, 6 November 2025).

Baca Juga:  Menolak Kehadiran Korem di Muliama, Mahasiswa: Kehadiran Aparat Identik Dengan Teror dan Intimidasi Warga Sipil

Laporan Jurnal Mamberamo Foja menyebut bahwa masyarakat telah menunggu lebih dari tiga dekade agar perusahaan menunaikan kewajiban ganti rugi atas kayu bernilai tinggi seperti kayu besi, lenggua, cempaka, dan kayu putih. Sementara itu, bantuan sosial berupa pembangunan gereja, beasiswa, dan perbaikan jalan tidak dianggap sebagai pengganti hak ulayat (Jelajah Papua, 7 November 2025).

Dalam pernyataan melalui laman AMAN Jayapura, masyarakat menegaskan akan menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional perusahaan jika tidak ada tanggapan serius. “Mulai Jumat, 7 November 2025, kami hentikan aktivitas perusahaan sampai ada pertemuan resmi dengan CEO,” tulis pernyataan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah Kabupaten Jayapura. Masyarakat mengaku kerap “dipingpong” antara pemerintah dan perusahaan, sehingga persoalan tidak kunjung selesai.

Baca Juga:  Masyarakat Ingatkan Pj Gebernur Velix Wanggai Lokasi di Welesi Masih Bermasalah

Konflik lahan perkebunan sawit di Papua kerap menimbulkan sengketa agraria. Para pemerhati menilai penyelesaian harus berbasis prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) agar hak masyarakat adat diakui dan dihormati.

Aksi demonstrasi empat kali berturut-turut ini menegaskan bahwa masyarakat adat Yapsi dan Kaureh akan terus memperjuangkan hak ulayat dan menuntut keterbukaan perusahaan hingga ada kejelasan hukum dan realisasi janji plasma bagi warga adat.

“Kami akan terus berdiri di depan gerbang sampai pimpinan tertinggi datang. Kami bukan minta belas kasihan, kami minta keadilan,” — Perwakilan Masyarakat Adat Kaureh.(*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

Surat Terbuka GMNI Jayawijaya: “Orang Wamena Bukan Teroris”

Walhi Papua Ajak Masyarakat Papua Pilih Pemimpin yang Pro Lingkungan Demi Kelestarian Tanah Papua

Sah, Jemaat GIDI Kanaan Sentani Menerima Surat Rekomendasi Pelayanan

Kemarau Panjang, Kepala Distrik Libarek Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan dan Hutan

Gubernur Papua siapkan lahan pembibitan pohon di Pegunungan Cycloop

TAGGED:AMAN JayapuraMasyarakat Adat Yapsi dan KaurehPT Sinarmas

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mahasiswa Nduga di Jayapura Galang Dana untuk Korban Bencana Alam di Kabupaten Nduga
Next Article Asosiasi Pencaker Lokal Mimika Desak Perusahaan Kontraktor Libatkan Tenaga Kerja Asli Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

24 Pemain Lolos Seleksi, Wamena United Putri Bidik Juara Liga Pertiwi 2026
Olaraga
2 days ago
Hak Kesulungan Politik Sebagai Simbol Dalam Kontekstasi Politik
Artikel
2 days ago
HIPMAS Papua Pegunungan Dorong Pengusaha Muda OAP Jadi Penggerak Ekonomi
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Jeda El Niño, Anton Wetipo Dorong Pemerintah Normalisasi Sungai Baliem
Papua Pegunungan
3 days ago
Baca juga
PendidikanPolhukamTanah Papua

Mahasiswa Uncen Asal Intan Jaya Desak Pemprov Papua Tengah Bentuk Tim Penanganan Konflik

3 months ago
PolhukamTanah Papua

KNPB Serukan Penghentian Konflik Bersenjata dan Dialog Damai di Tanah Papua

3 months ago
Tanah Papua

Lebih dari 200 Warga Muliama Ikuti Diskusi dan Nobar Film Dokumenter Pesta Babi

3 months ago
PolhukamTanah Papua

Pemuda Yahukimo Kritik Persetujuan Pembangunan Pos TNI di Dekai

3 months ago
Tanah Papua

Langkah Awal Berantas Miras, Pemkab Jayawijaya Pulangkan Pengedar Cap Tikus ke Kampung Halaman

1 year ago
Tanah Papua

Dua Anggota TPNPB dan Seorang Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Yahukimo

2 months ago
Tanah Papua

KNPB Sektor Asyah Gelar Diskusi Kolonialisme dan Konsolidasi Anggota Tahap II

3 months ago

Mahasiswa Bersama Masyarakat Hubikiak Larang LMA Bikin Kegiatan Deklarasi di Wamena

4 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?