Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Habema: Benteng Hijau Papua yang Kian Memudar
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > Habema: Benteng Hijau Papua yang Kian Memudar
LingkunganTravel

Habema: Benteng Hijau Papua yang Kian Memudar

Redaksi
Last updated: August 29, 2025 12:45
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
560 Views
8 months ago
Share
Hutan Habema yang terkikis, memperlihatkan gunung yang sebelumnya tersembunyi di balik pepohonan - Akia Wenda
SHARE

Oleh: Akia Wenda

Iklan Nirmeke

Wamena — Di jantung Pegunungan Jayawijaya, berdiri Hutan Habema, benteng hijau yang dahulu menjadi kebanggaan Papua. Hutan ini bukan sekadar bentangan pohon dan tanah, tetapi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, penjaga keseimbangan iklim, sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat adat. Namun, wajah Habema kini kian pudar. Penebangan liar dan eksploitasi sumber daya alam perlahan menggerus keindahan dan fungsi ekologisnya.

Perjalanan yang Tak Lagi Sama

Perjalanan sejauh 40 kilometer dari Kota Wamena menuju Danau Habema dulunya penuh pesona. Suara burung saling bersahutan, udara dingin memeluk setiap langkah, dan pepohonan menjulang menciptakan lorong hijau alami yang memanjakan mata.

Kini, keheningan menyelimuti. Burung-burung menghilang, udara sejuk yang menjadi ciri khasnya terasa memudar, dan pepohonan yang dulu menjadi perisai gunung kini hanya tersisa sebagian. Perubahan suhu ini bukan sekadar fenomena alam. Hilangnya hutan berarti hilangnya penyeimbang iklim, memicu potensi bencana seperti tanah longsor. Beberapa ruas jalan menuju Habema bahkan mulai retak, pertanda rapuhnya tanah tanpa pelindung akar pepohonan.

Baca Juga:  WALHI Papua Berharap Uskup Timika Suarakan Isu Lingkungan dan Masyarakat Adat

Camp Jalan Berubah Fungsi

Di sepanjang jalur menuju Habema, terdapat camp yang awalnya dibangun untuk para pekerja jalan. Kini, bangunan-bangunan tersebut dimanfaatkan warga sebagai tempat singgah sementara ketika mereka mencari kayu. Kayu-kayu itu ditebang, dipotong menjadi balok dan papan, lalu dijual sebagai bahan bangunan. Aktivitas tanpa pengawasan ini mempercepat hilangnya hutan.

Lebih dari Sekadar Pohon

Hutan Habema adalah sumber oksigen, rumah bagi burung dan satwa liar, gudang tanaman obat, hingga pusat spiritual masyarakat adat. Namun ironisnya, kawasan yang dulunya dikelola masyarakat adat kini masuk dalam Taman Nasional Lorentz yang berstatus kawasan konservasi negara. Alih-alih terlindungi, banyak bagian hutan justru luput dari perhatian.

Baca Juga:  ICAKAP Minta Pemerintah Libatkan Masyarakat Adat Dalam Izin Investasi Pengelolaan SDA Hutan di Papua

Keajaiban Alam yang Terlupakan

Habema berada di kaki Gunung Trikora, gunung bersalju yang menjadi ikon Papua. Di dalamnya, Danau Habema membentang tenang, dikelilingi pepohonan dan menjadi habitat hewan endemik. Kawasan ini sejatinya bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga laboratorium alam dan simbol kekayaan budaya Papua. Kehilangan hutan berarti kehilangan warisan leluhur yang selama berabad-abad menjaga tanah ini.

Seruan untuk Melindungi

Hutan Habema adalah masa depan. Melindunginya berarti menjaga kehidupan, budaya, dan identitas Papua. Pemerintah, masyarakat, dan generasi muda memikul tanggung jawab yang sama: memastikan Habema tetap hidup.

Mari menjadikan Habema bukan sebagai kisah kehilangan, melainkan contoh sukses pelestarian alam. Jaga hutan, jaga Papua.(*)

Wamena, 28 Agustus 2025
)* Penulis: Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Tinggal di Wamena

Related

You Might Also Like

LSM dan Aktivis Lingkungan di Kota Jayapura Gelar Festival Angkat Sampah Di Kawasan Resapan Air Sungai Konya Abepura

HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria

Suku Wio Tolak Kehadiran Kantor Gubernur di Lahan Ekonomi Produktif 

BEM FMIPA Uncen dan Aktivis Lingkungan Desak Perlindungan Biodiversitas Papua

Musim Owasi-owasika Sudah Dekat, Siap-siap Ajak Pasanganmu Berkunjung ke Wamena

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mahasiswa 10 Tahun Demi Mendidik dan Membangun Persatuan Mahasiswa Papua
Next Article Bulog Dorong Gerakan Pangan Murah untuk Dukung Ketersediaan Bahan Pokok di Wamena
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
LingkunganPapua Pegunungan

Longsor Terjang Walaik, Kebun Warga Hancur dan Akses Terputus

1 week ago
LingkunganPolhukam

PSN vs Konstitusi: Mahasiswa dan Adat Bersatu di Sidang MK

8 months ago
Lingkungan

Perampasan Sumber Daya Alam Papua: Pembangunan yang Mengabaikan Masyarakat Adat

1 year ago
LingkunganPendidikanTanah Papua

AMPPTAP Gelar Seminar Kritik Proyek Strategis Nasional di Jayawijaya

6 months ago
Lingkungan

WALHI: Penetapan PP nomor 26 Tahun 2023 Menunjukan Wajah Asli Negara Gemar Berburuh Keuntungan

3 years ago
LingkunganPolhukamSiaran PersTanah Papua

Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Proyek Jalan 135 Km di Merauke ke PTUN Jayapura

2 months ago
Ekonomi & BisnisLingkungan

Seruan Kembali ke Pangan Lokal, Kritik Ketergantungan Beras dan Ancaman Alih Fungsi Lahan

2 months ago
LingkunganPendidikan

Pemuda Siepkosi Gelar Pemutaran Film Dokumenter untuk Bangun Kesadaran Jaga Tanah Adat

7 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?