Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Nyalakan Tungku Adat di DPRK Biak, Kepala Suku Tegas Tolak Militerisme dan PSN: Tanah Adat Bukan Objek Negara
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > Nyalakan Tungku Adat di DPRK Biak, Kepala Suku Tegas Tolak Militerisme dan PSN: Tanah Adat Bukan Objek Negara
LingkunganPolhukamTanah Papua

Nyalakan Tungku Adat di DPRK Biak, Kepala Suku Tegas Tolak Militerisme dan PSN: Tanah Adat Bukan Objek Negara

admin
Last updated: February 6, 2026 01:36
By
admin
Byadmin
Follow:
27 Views
5 months ago
Share
Kepala Suku Biak Nyalakan Tungku Adat di DPRK, Tolak Militerisme, Antariksa, dan PSN - dok
SHARE

Biak, nirmeke.com – Manfun Kawasa Byak sekaligus Kepala Suku Biak, Apolos Sroyer, menyalakan tungku adat di Gedung DPRK Biak Numfor sebagai bentuk perlawanan masyarakat adat terhadap rencana pembangunan fasilitas militer, proyek antariksa, dan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah adat suku Biak.

Iklan Nirmeke

Aksi adat tersebut menjadi simbol penegasan bahwa negara dinilai telah mengabaikan hak ulayat masyarakat adat dan menjalankan kebijakan pembangunan tanpa persetujuan pemilik tanah yang sah.

Apolos menegaskan, tanah yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan merupakan hak ulayat 18 marga suku Biak. Namun hingga kini, tidak pernah ada musyawarah adat, pelepasan tanah, maupun kesepakatan kolektif yang sah sesuai hukum adat Biak.

Kepala Suku Tegas Tolak Militerisme dan PSN: Tanah Adat Bukan Objek Negara – dok

“Kami menolak dengan tegas. Tidak pernah ada musyawarah adat, tidak ada pelepasan tanah, tidak ada kesepakatan antar marga. Tiba-tiba lokasi sudah ditetapkan negara. Ini adalah bentuk penyerobotan tanah adat,” tegas Apolos.

Baca Juga:  MRP Blakblakan Alasan Pemerintah Pusat Paksa Mekarkan Tiga Provinsi di Papua

Ia menilai, pembangunan batalyon TNI dengan dalih pertanian dan pembangunan merupakan kamuflase kebijakan yang berpotensi memperluas praktik militerisme di Tanah Papua.

“Kehadiran militer bukan solusi pembangunan. Itu justru akan melahirkan ketakutan, konflik horizontal, dan kekerasan terhadap masyarakat adat. Sejarah panjang Papua membuktikan bahwa militerisme selalu berujung pada pelanggaran HAM,” ujarnya.

Apolos juga menyoroti pola serupa yang terjadi di wilayah lain, seperti Supiori dan sejumlah titik di Papua, di mana rencana pembangunan militer dan proyek negara dijalankan tanpa mekanisme adat dan tanpa persetujuan bebas masyarakat.

Menurutnya, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) serta jaminan konstitusional terhadap keberadaan masyarakat adat sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

“Kami melihat pola yang sama: negara masuk, aparat diturunkan, tanah ditetapkan, lalu masyarakat adat dipaksa menerima. Ini bukan pembangunan, ini kolonialisasi gaya baru di atas tanah adat,” katanya.

Baca Juga:  Dampak DOB, Banyak Mahasiswa OAP Terancam Putus Kuliah

Dalam pernyataannya, Apolos menyampaikan apresiasi kepada gereja, khususnya Sinode GKI di Tanah Papua, serta lembaga pendamping yang konsisten membela hak-hak masyarakat adat.

Para kepala suku dan masyarakat adat di Papua, khususnya di wilayah Biak, secara tegas menolak pendekatan militerisme dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merampas tanah ulayat, – dok

“Gereja hadir sebagai pembawa solusi, bukan pembenaran kekuasaan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendengar jeritan masyarakat adat Biak,” ujarnya.

Ia menegaskan kembali bahwa masyarakat adat Biak tidak pernah menyerahkan tanah ulayat untuk kepentingan pembangunan militer, PSN, maupun proyek antariksa.

“Tanah ini bukan milik negara, bukan milik militer. Tanah ini milik masyarakat adat. Kami tidak pernah menyerahkan dan tidak akan menyerahkan,” tegasnya.

Apolos juga mendesak Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk menjalankan mandat konstitusionalnya sebagai lembaga representasi kultural Orang Asli Papua, tanpa tunduk pada tekanan politik atau kepentingan negara.

“MRP harus berdiri bersama rakyat adat, bukan diam atau dikendalikan. Kalau MRP tidak bersuara, maka negara akan terus merampas tanah adat atas nama pembangunan,” tutupnya.(*)

Pewarta: Grace Amelia

Related

You Might Also Like

Longsor Terjang Distrik Pronggoli Yahukimo, 91 Bangunan Terdampak

WALHI: Penetapan PP nomor 26 Tahun 2023 Menunjukan Wajah Asli Negara Gemar Berburuh Keuntungan

Tim Pansus HAM MRPP Laporkan Situasi Lokasi Pengeboman oleh Militer Non-Organik di Lanny Jaya

Bupati Yahukimo Pimpin Rakor Bahas Keamanan dan Reaktivasi Layanan Kesehatan

Gereja Katolik Perlu Selidiki Ancaman Ekologis di Keuskupan Agung Merauke

TAGGED:Apolos SroyerKepala Suku BiakManfun Kawasa ByakSinode GKI Di Tanah Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pemkab Tolikara Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Karubaga
Next Article Benny Mawel: Sekolah Adat Harus Jadi Fondasi Pendidikan Berbasis Budaya
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

PKK Yahukimo Gelar Pelatihan Awana, Perkuat Kapasitas Guru dan Pengasuh Sekolah Minggu
Papua Pegunungan Perempuan & Anak
3 days ago
KNPI Yahukimo Gelar Diskusi Panel, Dorong Peran Pemuda Jaga Stabilitas Daerah
Papua Pegunungan
3 days ago
Wakil Bupati Esau Miram Paparkan Kinerja APBD Yahukimo 2025
Papua Pegunungan
4 days ago
Dukung Generasi Penerus, Anggota DPRP Onias Wenda Bantu Mahasiswa Lanny Jaya di Jayapura
Papua Pegunungan Pendidikan
4 days ago
Baca juga
LingkunganTanah Papua

Maikel Primus Peuki Kembali Terpilih Pimpin WALHI Papua Periode 2026–2030

4 months ago
Tanah Papua

Departemen Wanita Baptis Papua Serahkan Bantuan Bama Bencana Alam di Kwiyawage

3 years ago
HeadlineTanah Papua

Belum ada Titik Terang, Pencarian Pilot Susi Air Diperluas ke Yahukimo dan Puncak

3 years ago
Ekonomi & BisnisPapua PegununganTanah Papua

Tinjau Kebun Jagung di Hubikiak, Diskopindag Papua Pegunungan Siapkan Panen Bertahap

3 months ago
Raga Kogeya Koordinator Pengungsi Nduga di Wamena - Yefta/nirmeke
Catatan Aktivis PapuaTanah Papua

Raga Kogeya: Pengungsi Nduga Masih Diabaikan Oleh Pemerintah Indonesia

3 years ago
LingkunganPendidikan

BEM FMIPA Uncen dan Aktivis Lingkungan Desak Perlindungan Biodiversitas Papua

9 months ago
Tanah Papua

Sah, Jemaat GIDI Kanaan Sentani Menerima Surat Rekomendasi Pelayanan

3 years ago
KesehatanTanah Papua

FPMN Papua Pegunungan Bekali Siswa Dengan Materi Bahaya Miras dan Narkoba

2 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?