Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Dampak Legitimasi Uskup Mandagi Dan Wajah Baru Gereja Katolik Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Catatan Aktivis Papua > Dampak Legitimasi Uskup Mandagi Dan Wajah Baru Gereja Katolik Papua
Catatan Aktivis PapuaLingkungan

Dampak Legitimasi Uskup Mandagi Dan Wajah Baru Gereja Katolik Papua

admin
Last updated: November 1, 2024 18:22
By
admin
Byadmin
Follow:
867 Views
2 years ago
Share
Aksi Mingguan di Halaman Gereja oleh Suara Kaum Awam Katolik Papua - Dok
SHARE

Oleh: Suara Kaum Awam Katolik Papua

Iklan Nirmeke

Pada akhir September lalu, Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC mendukung penguasa dan perusahaan agar Program Strategis Nasional (PSN) di Kampung Wanam dan Wogekel, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selaatan. Dukungan Uskup sebagai tokoh publik ini kami menilai sama halnya dengan “menjual tanah atas nama gereja Katolik” kepada penguasa dan perusahaan.

Uskup menggunakan tahta keuskupan dan kewenangannya sebagai Uskup dan pemimpin gereja Katolik untuk memberikan legitimasi kepada penguasa dan perusahaan tanpa mempertimbangkan suara hati nurani umatnya. Mandagi seharusnya mengakui Paus Fransiskus yang mengajak umat manusia di dunia untuk melawan ancaman pemanasan global.

Hak dan Kewajiban Gereja Katolik

Harus dipahami, bahwa Gereja Katolik tidak punya hak untuk bicara tanah adat disini. Tapi mempunya kewajiban moral untuk berbicara, bahkan membelah hak-hak umat manusia manapun, termasuk di Kampung Wanam dan Ilwayab yang juga merupakan basis gereja Katolik disa.

Uskup Mandagi sebagai pemimpin gereja Katolik sekalipun tidak memiliki garis darah dan keturunan apapun dengan umat lokal disini, kecuali melalui hirarki gereja Katolik. Karena itu, Uskup Mandagi memiliki tanggung jawab moral kepada penguasa, perusahaan dan umat lokal, akan tetapi tidak mempunyai hak apapun untuk melakukan kompromi apapun atas hak-hak dasar masyarakat adat.

Umat disini juga tidak pernah memberikan legitimasi kepada Uskup Mandagi agar dia memberikan legitimasi kepada penguasa dan perusahaan untuk hilangkan sumber kehidupan masyarakat yang melekat pada tanah dan hutan adat. Legitimasi Mandagi ilegal karena berada di luar otonomi personal dan otonomi gereja Katolik.

Uskup berbicara tentang PSN atas nama kemanusiaan universal, bahkan demi kepentingan bersama (bonnum commune). Namun, tanpa melakukan riset lebih dahulu. Karena itu pernyataannya menjadi kekring, tidak berbobot dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dampak Legitimasi Uskup Mandagi

Secara de facto memang legitimasi Uskup ini memiliki pengaruh sangat besar dalam kebijakan publik. Penguasa dan perusahaan paham pada posisi ini. Mandagi memnfaatkan gereja untuk mengakui niat penguasa dan perusahaan, namun melukpan hak-hak, nasib dan masa depan umatnya.

Baca Juga:  Apa Yang Berubah? Sebuah Refleksi Tentang Perempuan Baliem

Pengakuan Uskup terhdap PSN ini memiliki manfaat ganda. Satu sisi menguntungkan elit politik lokal, nasional, bahkan Uskup Mandagi sendiri. Tetapi di lain pihak, masyarakat adat juga umat Katolik di Kampung Wanam, dan Wogekel merasa dirugikan.

Umat mulai tidak percaya Mandagi, bakal Gereja Katolik di Tanah Papua, khususnya Keuskupan Agung Merauke. Sebab dukungan Uskup ini sangat melukai hati dan perasaan umat. Uskup hanya pro pada orang yang punya jabatan dan uang besar, tapi mengabaikan orang yang lemah dan taak berdaya, juga yang membutuhkan kasih sayang dari seorang gembala.

Wajah Baru Gereja Katolik Papua

Pernyataan Uskup Agung Merauke ini memperlihatkan wajah gereja Katolik di Tanah Papua yang baru. Jarang para misionaris dan pemimpin sebelumnya mengeluarkan stagmen kontroversial seperti itu, walaupun bertemu dengan sejumlah pihak terkait lainnya.

Mandagi membuka pintu gereja bagi penguasa dan perusahaan selebar-lebarnya guna menjalin relasi atas nama kemaanusiaan, kesejahteraan, kemakmuran, pembangunan dan kebaikan bersama. Pada saat yang sama menutup ruang dialog bagi orang yang kecil, lemah, tersingkir, teraniaya dan tertindas diatas tanah leluhurnya.

Sikap Mandagi menunjukkan bahwa secara perlahan Gereja Katolik di Tanah Papua, khususnya Keuskupan Agung Meraauke menjadi komoditas politik dan ekonomi bagi penguasa dan perusahaan. Gereja di wilayah ini perlahan menjadi “pemadam api kebakaran” terselubung atas nama Tuhan.

Suara Kenabian

Suara kenabian tidak lagi netral. Bahkan tidak berguna bagi gereja lokal, terutama pada aspek hak-hak umat terhadap tanah adatnya. Ajaran sosial gereja yang diharapkan dapat menyentuh orang-orang yang membutuhkan pertolongan, bukan lagi dipandang sebagai kebutuhan dan kepedulian bagi gereja (pemimpin gereja setempat).

Upaya Mandagi pada belakangan ini cukup mencemaskan umat. Umat semakin tidak percaya gereja dengan pernyataan, sikap, dan keberpihakan gereja yang terkesan lebih mendukung orang yang berkuasa dan memiliki modal ketimbang masyarakat biasa. Ini membuat umat disini semakin ragu dan tidak percaya terhdap gereja Katolik Roma di Merauke ini.

Baca Juga:  Putri Pemberontak Gigi Revolusi Dari Papua

Karena pemimpin gereja tidak menunjukkan kepedulian terhadap domba-domba kecil di Kampung Wanam dan Wogekel, Distrik ilwayab, Merauke, Papua Selatan, maka kami dari Suara Kaum Awam Katolik Papua, sebagai bagian dari gereja melakukan aksi protes terhadap sikap, penyataan dan keberpihakan Uskup Agung Meraauke yang kontroversial.

Aksi Mingguan di Jayapura

Kami melakukan aksi mingguan (rutin) pada Minggu, 20 Oktober 2024, pukul 09:30-10:30 WIT di halaman Gereja Katolik, Paroki “Kristus Juruselamat” Kotaraja, Kota Jayapura, Papua. Sekitar 5 orang melakukan aksi setelah mengikuti misa pertama di Gerej aini pada pukul 08:00 WIT.

Sebanyak 15 panflet dijejerkan di jalan masuk menuju gereja. Aksi ini dilakukan secara damai tanpa kekerasan, dan melakukan orasi. Paling penting adalah ribuan umat yang datang dapat melihat dan bertanya-tanya. Kemudian kami dapat menjawab sejumlah pertanyaan.

Aksi protes seperti ini akan dilakukan selama Uskup Agung Merauke memilih diam seribu bahasa. Tidak etis apaabila Uskup memebrikan kepercayaan kepada pastor lain untuk melakukan klarifikasi. Sebab sejak mau mengeluarkan pernyataan, Uskup tidak pernah meminta pertimbangan apalagi kompromi dari imam setempat yang memiliki hak ulayatnya juga.

Harapan Umat Katolik di Tanah Papua

Hingga saat ini umat Katolik di Tanah Papua masih berdebat soal pernyataan Uskup Mandagi yang kontroversial, dimana mendukung penguasa dan perusahaan pada saat umatnya sendiri sedang menolak Program Strategis Nasional (PSN) tersebut. Pada saat yang sama semua orang menantikan kebesaran hati dan kerendahan hati dari Uskup Mandagi untuk membuka ruang dialog dan meminta maaf secara langsung, agar semua orang bisa tenang.

Selain itu, hendaknya Uskup mendukung Paus Fransiskus yang melawan penguasa dan perusahaan yang merusaak ekosistem dan lingkungan hidup. Bukan sebalinya “berselingkuh” dengan mereka untuk memberikan kontribusi negatif yang berdampak pada pemanasan global. (*)

Related

You Might Also Like

MAI-P Agamua Serukan Pengakuan Hak Penentuan Nasib Sendiri dan Hentikan Ekspansi Industri Ekstraktif di Papua

Walhi Papua Ajak Masyarakat Papua Pilih Pemimpin yang Pro Lingkungan Demi Kelestarian Tanah Papua

Pentingnya Literasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Pemuda Papua

Masyarakat Adat Suku Awyu Ajukan Permohonan Intervensi ke PTUN Jakarta

Kata “Mereka” Untuk Orang Asli Papua

TAGGED:Dampak Legitimasi Uskup MandagiHarapan Umat Katolik di Tanah PapuaKehadiran Tentara di Lahan PSN MeraukePengerusakan Hutan di MeraukeUmat Katolik Protes Pernyataan Uskup Merauke

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Transmigrasi Sebagai Alat Kolonisasi di Melanesia Barat (Papua Barat)
Next Article Senator Papua Pegunungan Nelson Wenda Desak Perbaikan Jaringan Internet di Wamena
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan
Tanah Papua
18 hours ago
Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita Foto Nasional Papua Tengah Polhukam
1 week ago
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
3 weeks ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
3 weeks ago
Baca juga
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Sejarah Hari HAM Dan Realitas Indonesia

2 years ago
ArtikelCatatan Aktivis Papua

Mengenang Filep Karma Bapak Ideologis Bangsa Papua

2 years ago
Lingkungan

WALHI Papua Soroti Krisis Lingkungan dan Perampasan Wilayah Adat di Hari Bumi 2025

1 year ago
ArtikelCatatan Aktivis Papua

Nies Words dan Gerakan Literasi di Papua: Membangun Masa Depan dengan Pendidikan yang Inklusif dan Berkualitas

1 year ago
Catatan Aktivis Papua

ULMWP Milik Rakyat Papua Bukan Milik Kelompok

3 years ago
Lingkungan

Hutan Ditebang, Suara Adat Dibungkam: Ironi Pembangunan di Tanah Merauke

7 months ago
Catatan Aktivis PapuaEditorial

Apa Yang Berubah? Sebuah Refleksi Tentang Perempuan Baliem

2 years ago
Catatan Aktivis Papua

Mungguar, Pejuang Kharismatik nan Pemberani itu Telah Pergi

5 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?