Nabire, nirmeke.com – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui Gereja Baptis dengan menyerahkan dana sebesar Rp1 miliar untuk pelaksanaan Konferensi XII Departemen Wanita Baptis Papua di Nabire, Papua Tengah.
Konferensi yang berlangsung pada 6–9 Juni 2025 itu dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Aula Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam dan Halaman Gereja Persatuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Jemaat Yerusalem Bumi Raya, SP1 Nabire. Kegiatan ini mengusung tema “Bangkit Menjadi Ibu Semua yang Hidup” dan diikuti lebih dari 1.000 peserta dari lima provinsi di Tanah Papua.
Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd., hadir langsung di lokasi konferensi bersama jajaran pejabat, termasuk pimpinan DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan tokoh gereja. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa bangganya atas semangat para perempuan dari wilayah pegunungan yang menempuh perjalanan jauh untuk hadir di Nabire.
“Saya tidak biasa naik kapal, tapi mama-mama bisa naik kapal dan sampai di sini dalam keadaan sehat. Tuhan baik, terima kasih banyak. Kami bangga pada perjuangan dan semangat mama-mama semua,” ujar Bupati Yigibalom, Sabtu (7/6/2025).
Dana Rp1 miliar tersebut diserahkan langsung kepada panitia konferensi. Ia menyebut anggaran itu sebagai bentuk dukungan nyata, meski kondisi keuangan daerah sedang mengalami efisiensi.
“Kami hadir lengkap. Hari ini kami hanya bisa membawa Rp1 miliar karena kondisi keuangan daerah sedang efisiensi. Kami mohon maaf belum bisa memberi lebih, tapi kami berharap dana ini bisa dimaksimalkan untuk menyukseskan kegiatan sampai selesai,” tambahnya.
Selain bantuan dari bupati, sejumlah OPD Pemkab Lanny Jaya juga turut menyumbangkan dana tambahan untuk mendukung kesuksesan acara.
Konferensi ini turut dihadiri oleh Presiden Departemen Wanita Baptis se-Pasifik, Ny. Elisa Maperson, dan Ketua Asosiasi Wanita Baptis Indonesia, Elisa Lopbung. Sekretaris Umum Wanita Baptis Papua, Rida Kogoya, S.IP., mengungkapkan jumlah peserta mencapai 1.060 orang.
Rida juga menjelaskan bahwa panitia telah menjemput peserta sejak Kamis, 5 Juni 2025, dengan tradisi adat bakar batu atau barapen sebagai simbol penghormatan dan penerimaan.
“Bakar batu adalah tradisi penting kami. Ini simbol penerimaan dan kehormatan bagi tamu yang datang,” ujarnya.
Bupati Yigibalom juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Nabire atas dukungan mereka dalam pelaksanaan konferensi.
“Sebagai daerah basis kerja Baptis, kami menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Nabire dan Papua Tengah,” ucapnya.
Ia berharap proses pemilihan pengurus baru dalam konferensi dapat berjalan lancar dan demokratis, serta menghasilkan pemimpin yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki semangat pelayanan.
“Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab rohani untuk melayani Tuhan dan jemaat,” tegasnya.
Menurutnya, gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun moralitas masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Lanny Jaya akan terus mendukung kegiatan-kegiatan pelayanan keagamaan.
“Pemerintah akan selalu ada di belakang, memberi dukungan untuk pelayanan dan pembangunan karakter masyarakat yang mengenal Tuhan,” pungkasnya. (*)
