Wamena, nirmeke.com — Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) mendorong Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memastikan penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) memberikan manfaat langsung bagi Orang Asli Papua (OAP), terutama melalui sektor kesehatan, pendidikan dan pengembangan ekonomi produktif.
Pokja Papua Sehat BP3OKP Provinsi Papua Pegunungan, Gad Piramid Tabuni, mengatakan ketiga sektor tersebut menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pemerintah daerah dalam menjalankan program yang bersumber dari Dana Otsus.
“Khususnya di bidang kesehatan untuk Orang Asli Papua, pendidikan, selanjutnya ekonomi produktif untuk didorong. Itu sudah ada di pemerintah daerah,” kata Gad, Selasa (18/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya mengikuti kegiatan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Otsus Kabupaten Jayawijaya.
Gad mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang mulai mengarahkan sejumlah program pembangunan hingga ke tingkat distrik.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar manfaat Dana Otsus tidak hanya dirasakan masyarakat di pusat kabupaten, tetapi juga menjangkau masyarakat di distrik dan kampung.
“Jadi untuk Jayawijaya ini mereka sudah fokuskan tadi, termasuk ekonomi yang diarahkan ke distrik-distrik. Ada yang sekitar Rp500 juta per tahun diarahkan untuk membangun distrik,” ujarnya.
Ia menegaskan, BP3OKP akan terus mengawal agar program yang direncanakan pemerintah daerah tetap berada dalam koridor tujuan dan fungsi Dana Otsus.
“Kami tetap pada fokus apa yang sudah direncanakan. Itu yang kami kawal,” katanya.
Penguatan Ekonomi Masyarakat
Selain kesehatan dan pendidikan, Gad menilai pengembangan ekonomi produktif menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua.
Program yang diarahkan hingga ke distrik diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan program yang dibiayai Dana Otsus tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dilaksanakan dan memberikan dampak kepada masyarakat.
Gad mengatakan, pelaksanaan program tersebut nantinya tetap akan dievaluasi oleh BP3OKP untuk melihat sejauh mana capaian pembangunan dan manfaatnya bagi OAP.
“Kami sudah dengar selama perjalanan ini sampai akhir tahun akan kami evaluasi. Apa yang dikerjakan pemerintah daerah yang menggunakan pembiayaan Dana Otsus dan kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Ia berharap penggunaan Dana Otsus di Jayawijaya dapat semakin terarah sehingga mampu memperkuat pelayanan dasar sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat asli Papua.
“Ujungnya kami ingin melihat Dana Otsus ini betul-betul digunakan sesuai tujuan, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh Orang Asli Papua,” pungkasnya.(Red)*

