WAMENA, NIRMEKE.COM — PT Media Jayawijaya mendorong lahirnya wartawan lokal yang profesional di Papua Pegunungan melalui Pelatihan Jurnalistik Beginner Batch 1 yang diikuti 10 calon wartawan di Aula Dekenat Papua Pegunungan Tengah, Wamena, Jumat (4/9/2026).
Pelatihan tersebut menjadi langkah awal Media Jayawijaya dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang memiliki kemampuan jurnalistik, memahami kondisi masyarakat, serta mampu menghasilkan pemberitaan yang berpijak pada fakta dan kebenaran.
Direktur PT Media Jayawijaya, Meki Wetipo, mengatakan jumlah peserta yang masih terbatas bukan menjadi persoalan. Menurutnya, pelatihan sengaja dimulai dalam kelompok kecil sebagai bagian dari membangun fondasi organisasi media.
“Jangan berpikir kenapa kita sedikit orang, memang harus sedikit. Pondasi kita taruh sedikit,” kata Meki dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Media Jayawijaya telah melalui proses perjalanan sejak sekitar dua tahun lalu. Pada 2024, media tersebut sempat berjalan dengan nama berbeda sebelum kemudian dikembangkan dan menggunakan nama Media Jayawijaya.
Menurut Meki, pemilihan nama Media Jayawijaya mempertimbangkan kedekatan media dengan masyarakat lokal sehingga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai informasi yang terjadi di wilayah tersebut.
“Harus kasih nama yang menyatu dengan masyarakat di sini. Bisa menyampaikan apa pun yang mereka inginkan, asalkan dengan kebenaran,” ujarnya.
Meki juga menjelaskan identitas Media Jayawijaya, termasuk penggunaan warna hijau dan kuning yang menurutnya berkaitan dengan alam dan potensi sumber daya yang ada di wilayah Papua Pegunungan.
Media Jayawijaya juga menggunakan semboyan berbahasa Inggris, “Locals Act and Think Globally in Journalism.”
Semboyan tersebut, kata Meki, menggambarkan harapan agar masyarakat lokal tidak hanya mampu bertindak berdasarkan kondisi lokal, tetapi juga memiliki pola pikir global.
“Harapannya kami orang-orang lokal bisa berpikir secara global. Orang lokal, tetapi pola pikirnya global. Tulisan kita bisa diterima siapa saja, di mana saja,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, Meki menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia berharap para calon wartawan memahami bahwa profesi jurnalistik bukan sekadar menulis berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi berdasarkan fakta.
“Harapannya media-media mengabarkan tentang sesuatu yang benar-benar penting,” katanya.
Menurutnya, seorang wartawan harus mampu melakukan konfirmasi, turun ke lapangan, mencari informasi, serta mengembangkan isu menjadi berita yang dapat dipahami masyarakat.
“Yang penting profesi itu tidak menghalangi atau mengganggu pemerintahan. Kita buka seluas-luasnya supaya apa yang mereka sampaikan dan yang tidak disampaikan itu menjadi refleksi,” ujarnya.
Meki mengatakan pelatihan Beginner Batch 1 tidak hanya dilakukan di dalam ruangan. Para peserta juga diarahkan melakukan praktik lapangan, mulai dari mencari isu, melakukan wawancara, menulis berita hingga mengevaluasi hasil tulisan bersama.
Peserta diberikan tugas menentukan isu, membuat berita utama atau hard news, berita ringan, tulisan feature, hingga mengembangkan ide-ide pemberitaan.
“Sebentar siang dapat materi, tentukan isu. Hard news, berita utama, tulisan ringan, tulisan feature. Kalau ada ide-ide muncul, taruh di situ,” jelasnya.
Setelah menerima materi, peserta akan turun ke lapangan untuk mengumpulkan informasi. Hasil liputan kemudian ditulis dan dikoreksi bersama.
“Setelah makan siang, tulis ceritanya. Setidaknya kalau mau bikin yang kedua atau tiga bisa. Satu juga bisa, feature satu bisa, dua juga bisa, sesuai dengan isu yang datang,” katanya.
Pada sore hari, tulisan peserta dievaluasi bersama sehingga setiap peserta dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan dari hasil liputannya.
Selain penguatan kapasitas wartawan, Meki turut menyampaikan perkembangan Media Jayawijaya dalam membangun jaringan media digital. Saat ini, Media Jayawijaya tidak hanya mengandalkan website, tetapi juga mengembangkan berbagai platform media sosial seperti TikTok, YouTube, Facebook, Instagram, dan Twitter.
Ia mengakui keterbatasan jumlah anggota masih menjadi tantangan dalam pengelolaan berbagai platform tersebut.
“Karena anggotanya kurang, jadi semua satu-dua orang. Kalau ada banyak anggota, kita akan lanjut,” ujarnya.
Karena itu, Meki berharap pelatihan tersebut dapat membuka ruang bagi semakin banyak sumber daya manusia lokal untuk bergabung dan menjalankan berbagai fungsi dalam perusahaan media.
Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga lokal tidak hanya terbatas pada wartawan, tetapi juga mencakup kemampuan mengelola program, sistem, teknologi informasi, dan berbagai bidang lainnya.
“Harapannya kalau bisa pindah ke tempat yang lebih bagus, ke pemerintahan atau di swasta, ada yang dari Media Jayawijaya ini agar mereka jadi pengendali di sana. Pegang programnya, pegang sistemnya, pegang IT-nya,” jelasnya.
Meki menegaskan, Beginner Batch 1 merupakan tahap awal dari rencana pengembangan kapasitas wartawan di Media Jayawijaya.
Setelah Beginner Batch 1, pihaknya berencana melanjutkan program pelatihan ke Beginner Batch 2. Peserta Batch 1 dan Batch 2 selanjutnya akan diarahkan mengikuti kelas Intermediate hingga Advance.
“Beginner Batch 1, akhir tahun kita bikin Beginner Batch 2. Peserta Batch 1 dan Batch 2 kemudian ikut intermediate. Jadi levelnya akan tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, peserta pada tahap awal akan dibuka secara luas. Setelah jumlah peserta berkembang, akan dilakukan seleksi untuk mengikuti jenjang pelatihan berikutnya.
Dengan pola tersebut, Media Jayawijaya berharap dapat membangun kader-kader wartawan lokal yang memiliki kemampuan jurnalistik, memahami kondisi masyarakat, serta mampu menyampaikan informasi lokal kepada masyarakat luas.
Meki menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh proses pelatihan berjalan baik dan menjadi langkah penting dalam membangun Media Jayawijaya yang profesional serta berpegang pada fakta dan kebenaran.
“Jadi ini bukan sekadar kegiatan, tetapi kegiatan ini menjadi langkah-langkah untuk membangun Media Jayawijaya yang lebih baik,” pungkasnya.(Red)*

