Wamena, nirmeke.com — Kolaborasi antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Pegunungan dan Koperasi Provinsi Papua Pegunungan (KP3) didorong menjadi kekuatan baru dalam memperkuat perekonomian masyarakat di delapan kabupaten.
Sinergi tersebut ditandai dengan kunjungan Ketua HIPMI Provinsi Papua Pegunungan, Antonius Wetipo, ke Gerai KP3 untuk melihat langsung aktivitas koperasi dan perkembangan usaha yang dijalankan.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara dunia usaha dan koperasi dalam memperluas akses pasar serta memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat.
Ketua KP3 Papua Pegunungan, Simson Asso, mengatakan koperasi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan organisasi pengusaha, agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih luas.
Menurutnya, KP3 memiliki peran strategis dalam menghubungkan petani dan pelaku UMKM dengan pasar. Hasil produksi masyarakat diharapkan dapat terserap melalui koperasi sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi produsen lokal.
Sementara itu, HIPMI diharapkan dapat memperkuat jaringan usaha, membuka peluang kemitraan serta mendorong pelaku usaha lokal agar semakin berkembang.
Perkuat Ketersediaan Kebutuhan Pokok
Kolaborasi HIPMI dan KP3 juga diarahkan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
KP3 saat ini memasarkan berbagai komoditas, mulai dari ikan, sayuran, buah-buahan, telur, bawang, kopi, beras lokal, umbi-umbian, jagung hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.

Sebagian besar komoditas tersebut bersumber dari hasil produksi masyarakat lokal. Dengan memperkuat jaringan distribusi, kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu menjaga pasokan sekaligus menekan biaya distribusi yang selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga barang di wilayah pegunungan.
Dorong Ekonomi Delapan Kabupaten
Sinergi HIPMI dan KP3 juga diharapkan tidak hanya berpusat di Wamena, tetapi berkembang ke seluruh delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.
Kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha muda, koperasi, UMKM dan petani untuk membangun rantai ekonomi dari tingkat produksi hingga pemasaran.
Dengan semakin kuatnya konektivitas antara produsen dan pasar, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih nyata dan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi lokal, kewirausahaan anak muda dan kekuatan koperasi.
HIPMI dan KP3 diharapkan dapat terus memperluas kolaborasi agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin hidup, produk lokal memiliki pasar yang lebih luas, dan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.(Red.)*

