Yahukimo, nirmeke.com — TPNPB OPM Wilayah Yahukimo kembali mengeluarkan pernyataan terbuka terkait aktivitas penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua.
Dalam pernyataan yang disampaikan Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo, Kopi Tua Heluka, kelompok tersebut melarang maskapai sipil mengangkut personel militer Indonesia ke wilayah yang mereka sebut sebagai zona perang. Mereka menyebut pesawat dan pilot yang kedapatan mengangkut militer akan dijadikan target.
“Kami menghimbau kepada maskapai penerbangan sipil untuk tidak mengangkut militer Indonesia. Ini peringatan keras dari Komando Pusat,” demikian isi pernyataan tersebut.
TPNPB juga menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan disebut berdasarkan hasil pemantauan dan informasi internal, serta bukan dilakukan secara sembarangan. Mereka menegaskan perang yang dijalankan merupakan “perang pembebasan untuk kemerdekaan Papua” yang disebut terstruktur dalam 36 komando daerah pertahanan di berbagai wilayah.
Dalam pernyataan lanjutan, mereka menyebut setiap wilayah berada dalam pantauan internal, serta memperingatkan penggunaan fasilitas sipil oleh militer dapat berdampak pada keselamatan warga sipil.
Selain menyampaikan ancaman, pernyataan tersebut juga menyerukan agar negara membuka ruang negosiasi dan mendorong dialog damai yang dimediasi pihak netral guna mencari solusi politik atas konflik yang berlangsung.(red).
