Wamena, nirmeke.com – Pemuda Gereja Baptis Walani Wilayah Hubula, Kabupaten Jayawijaya, menggelar pelatihan dasar-dasar kepemimpinan pada Rabu, (9/7/2025). Kegiatan berlangsung di Gedung Sekolah Minggu Gereja Baptis Walani dari pukul 08.30 hingga 11.45 WIT.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Angginak Sepi Wanimbo, salah satu tokoh pemuda Papua, yang membawakan materi seputar karakter kepemimpinan yang ideal bagi generasi muda gereja.
Dalam pemaparannya, Angginak menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang karakter yang terbentuk sejak dini melalui pembelajaran di rumah, gereja, sekolah, dan lingkungan sosial. “Pemimpin lahir dari proses. Ia harus mampu memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain,” ujar Angginak.
Ia juga menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus memiliki visi besar yang hanya bisa diwujudkan melalui kerja sama yang solid dan kebersamaan dalam pelayanan. “Visi tidak bisa diwujudkan sendiri. Dibutuhkan kekompakan dan kesatuan untuk menjalankan program pelayanan demi kemuliaan nama Tuhan di tanah ini,” katanya.
Menurutnya, pemimpin juga perlu memperkaya pengetahuan dengan membaca Alkitab serta mengikuti berbagai pelatihan dan seminar agar mampu mengambil kebijakan yang bijak dan adil. Ia mencontohkan tokoh Alkitab, Musa, yang menggunakan tongkat sebagai alat menyelamatkan umat. “Hari ini Tuhan juga bertanya kepada kita: ‘Di tanganmu ada apa?’ Artinya, setiap kita memiliki potensi dan talenta yang harus dipakai untuk menolong dan mencerdaskan sesama,” ungkapnya.
Angginak menutup materinya dengan ajakan untuk mengutamakan doa dalam setiap aktivitas, termasuk dalam proses menjadi pemimpin. Ia mencontohkan Nehemia yang berhasil membangun kembali tembok Yerusalem karena hidup dalam doa dan ketegasan iman.
Ketua Pemuda Gereja Baptis Walani, Rida Wenda, mengucapkan terima kasih kepada narasumber atas materi yang disampaikan. Ia menyebutkan bahwa ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat dan jarang diperoleh di bangku studi formal.
“Kegiatan ini tidak terwujud karena kehebatan kami, tetapi karena dukungan doa, dana, dan daya dari para pimpinan gereja serta seluruh warga jemaat,” ujar Rida.
Sebagai bentuk dukungan, narasumber turut membagikan tiga buku karyanya kepada peserta, yakni Sejarah Kepemimpinan Pemuda Baptis Papua, Masa Depan Kami Penuh Harapan, dan Tanah Kami, Masa Depan Kami.
Rida berharap kegiatan seperti ini terus didukung dan berkelanjutan, guna membentuk pemuda gereja yang takut akan Tuhan, berintegritas, serta memiliki kapasitas intelektual dan moral yang tinggi dalam pelayanan di tanah Papua.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
