Wamena, nirmeke.com – Persekutuan Gereja-Gereja di Jayawijaya (PGGJ) menggelar doa rekonsiliasi sebagai bentuk pertobatan dan permohonan ampun atas berbagai dosa, kelalaian, serta situasi sosial dan bencana yang tengah melanda Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Acara doa yang digelar pada Kamis (1/5/2025) itu berlangsung di Ruang Sasana Wio 1, salah satu ruang di Gedung Kantor Bupati Jayawijaya.
Kegiatan ini menjadi respons iman terhadap musibah banjir yang baru-baru ini terjadi, di mana luapan Sungai Balim disebut warga telah melampaui batas normal.
Doa bersama dimulai pukul 09.13 WIT, dipimpin oleh Pdp. Tirza melalui pujian penyembahan dan satu lagu rohani, dilanjutkan dengan renungan firman Tuhan dari Yeremia 29:7 yang disampaikan oleh Pdt. Merry Roem.
“Di mana pun Tuhan utus kita, kita punya tugas untuk mendoakan. Seperti hari ini, situasi Wamena sangat berbeda jauh dibandingkan saat saya pertama kali datang ke lembah ini. Tugas kita adalah berdoa dan memohon agar Tuhan memulihkan kota ini,” ujarnya.
Pdt. Merry meyakini bahwa Tuhan sanggup mendengar doa umat-Nya, dan melalui momen ini, kota Wamena akan dipulihkan dari musibah dan ketegangan sosial yang dihadapi masyarakat.
Setelah renungan, beberapa hamba Tuhan memimpin doa syafaat dengan berbagai pokok doa, di antaranya memohon ampun atas dosa seluruh elemen masyarakat, agar Wamena menjadi kota yang damai, dikenal sebagai Kota DANI – Damai, Aman, Nyaman, dan Indah.
Doa juga dipanjatkan untuk mencegah terjadinya konflik horizontal di masa depan, serta sebagai langkah awal menuju rekonsiliasi dan pembangunan kesejahteraan masyarakat di Wamena.
Sejumlah pemimpin rohani turut ambil bagian dalam tim doa pemulihan, di antaranya Pdt. Sendi Tabuni, Pdt. Jonathan Duwiri, Pdt. Nico Hubi, dan Pdt. Atius Yikwa. Mereka memimpin doa untuk; Terwujudnya Kota DANI, Pemerintah dan umat Tuhan, Gereja dan para hamba Tuhan dan Umat yang terdampak banjir.
Seluruh rangkaian doa rekonsiliasi ditutup oleh Sekretaris PGGJ, Pdt. Dr. Neri Payage, dengan harapan agar Wamena bangkit dan pulih melalui kuasa doa dan persatuan umat. (*)
Pewarta: Ardi Bayage
