SENTANI, NIRMEKE.COM — Pengguna jasa speedboat di kawasan Kalkhote, lokasi pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, mengalami penurunan dibandingkan pelaksanaan FDS pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu motoris speedboat, Tonci Epa, asal Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, mengatakan pendapatannya pada momentum FDS tahun ini belum mengalami peningkatan.
“Sekarang ini pendapatan biasa saja, karena pengunjung ramai itu di jam-jam 1-2 ke bawah, sedangkan di FDS sebelumnya itu dari jam 9 pagi sudah ramai, baik turis dan juga masyarakat yang ada di kota dan Kabupaten Jayapura,” kata Tonci Epa kepada wartawan Nirmeke.com, Sabtu (5/9/2026).
Tonci mengatakan, dirinya bersama motoris lainnya memberikan jasa keliling selama pelaksanaan FDS dengan tarif Rp10 ribu per orang.
“Per orang itu Rp10 ribu, itu harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi kami mau keliling danau, putar di Kampung Ayapo dan Putali, ini tetap dengan harga yang sama. Kalau ada yang mau pakai itu harga berbeda, tergantung mereka yang mau pakai kasih kami berapa, Rp100 ribu kah, itu tergantung dari keluarga yang pakai,” jelasnya.
Pria asal Ayapo itu mengatakan, pendapatan motoris pada pelaksanaan FDS di tahun-tahun sebelumnya cukup bagus.
“Di tahun sebelumnya itu sehari kami bisa dapat Rp1 juta paling tinggi dan paling rendah itu Rp700 ribu. Kalau sekarang ini paling tinggi kami dapat Rp300 ribu, belum uang bensin dan uang untuk kebutuhan di rumah,” ucap Epa.
Ia menambahkan, motoris yang mengais rezeki di Dermaga Kalkhote tidak hanya berasal dari wilayah Kalkhote, tetapi juga datang dari berbagai kampung untuk mencari pendapatan selama pelaksanaan FDS.
“Kalau untuk motor di Ayapo sendiri ada 15 motor speed, jadi ada saudara mereka yang dari Babrongko, Simporo, Atamali, Putali, Dondai, Yakonde, Sosiri dan kampung lain. Ini sudah semua datang, kami mencari sama-sama,” jelasnya.
Sebagai motoris, Tonci juga berharap pemerintah dapat menaikkan tarif penggunaan speedboat. Hal itu menurutnya perlu dilakukan karena harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan.
“Dari FDS yang pertama sampai sekarang ini Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura tetapkan harga Rp10 ribu itu tetap masih sama. Kami minta pemerintah kasih naik harga sedikit kah, dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu atau Rp20 ribu per orang, soalnya sekarang ini bensin juga sudah mahal,” ujar pria yang memiliki tujuh anak tersebut.
Tonci mengatakan, pendapatan yang diperolehnya selama kegiatan FDS digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum anak serta istrinya di rumah.
“Saya punya speed sendiri, jadi saya mencari hanya untuk makan minum dan kebutuhan anak sekolah. Kalau untuk selama iven ini ya cukup untuk makan dan kebutuhan di rumah,” tutur pria yang telah menjadi motoris sejak 2006 hingga 2026 tersebut.(*)
Pewarta: Yance Wenda

