Jayawijaya, nirmeke.com – Kelompok Tani Lilarima menggelar kegiatan panen padi bersama di Kampung Pipukmo, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, pada Jumat, (27/6/ 2025).
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, perwakilan Universitas Amal Ilmiah Wamena, serta mahasiswa yang tergabung dalam pendampingan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Hendrik Tetelepta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini masih fokus pada program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan APBD belum berjalan optimal karena masih dalam tahap penyesuaian dengan visi-misi kepala daerah.
“Meski APBD belum bisa dijalankan karena efisiensi dan masih dalam proses perubahan, kami mengapresiasi kelompok tani yang tetap berjalan secara mandiri,” ujar Hendrik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kampus Yapis yang terus aktif mendampingi kelompok tani, serta berharap kerja sama pendampingan dapat diperluas ke kelompok tani lainnya bersama Dinas Pertanian.
Ketua Kelompok Tani Lilarima, Abe Kossay, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk percontohan kepada pemerintah daerah.
“Apa yang kami lakukan ini sebagai bukti bahwa kami mampu mengelola lahan, berapa hektare pun, jika didukung. Kami berharap dinas bisa membantu pengadaan mesin perontok padi dan alat kerja lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kaprodi Agronomi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Amal Ilmiah Wamena, Novila Kabuni, menyoroti tantangan yang dihadapi petani di tengah situasi ekonomi yang terpuruk akibat bencana banjir dan kondisi politik yang tidak stabil.
“Karena keterbatasan tenaga kerja, kami libatkan mahasiswa untuk terjun langsung. Kolaborasi antara petani, mahasiswa, dan Dinas Pertanian harus terus diperkuat. Langkah nyata dari kelompok tani ini layak mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujar Novila.
Kegiatan panen ini menjadi simbol sinergi antara masyarakat tani, institusi pendidikan, dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan lokal di tengah berbagai tantangan.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
