SENTANI, NIRMEKE.COM — Pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV tahun 2026 memberikan keuntungan bagi para pengemudi ojek di pangkalan yang melayani rute menuju Kalkhote. Para tukang ojek mendapatkan tambahan penghasilan dari aktivitas antar-jemput pengunjung yang hendak menuju lokasi festival maupun kembali setelah mengikuti kegiatan.
Untuk mencegah kemacetan selama pelaksanaan FDS, seluruh kendaraan pengunjung dipusatkan untuk parkir di Stadion Lukas Enembe. Kebijakan tersebut sebelumnya sempat membuat tukang ojek di Pangkalan Harapan khawatir terhadap pendapatan mereka menjelang pelaksanaan FDS.
Informasi mengenai pemusatan parkir tersebut telah diberitakan pada Kamis (20/8/2026).
“Sejak informasi itu dikeluarkan, adoh kami sedikit khawatir, kita abang ojek nanti bagaimana. Namun sejak pra festival itu banyak pengunjung yang memilih masuk tanpa harus tunggu bus yang antar-jemput,” kata salah satu abang ojek, Yonatan Ohee, kepada wartawan Nirmeke.com di Sentani, Sabtu (5/9/2026).
Yonatan mengatakan, sejak pra festival berlangsung, pendapatan para tukang ojek relatif stabil.
“Hari pertama pra festival itu kami sehari dapat Rp300 ribu. Jadi dari awal pra festival sampai dengan akhir itu lumayan bagus karena banyak yang berkunjung ke lokasi festival. Dengan tarif per orang kalau sampai ke lokasi festival Rp10 ribu, kalau sampai di kantor distrik Rp5 ribu,” ujarnya.
Yonatan menjelaskan, sejak pembukaan FDS pada hari pertama hingga hari kedua, pendapatan mereka mulai agak menurun.
“Di hari pembukaan saja itu saya dapat Rp250 ribu dan hari kedua juga lumayan sedikit. Di iven FDS sebelumnya itu karena saking banyaknya pengunjung sampai kami minta bantuan dari pangkalan lain, seperti Pangkalan Ojek Netar, Waena dan ada yang dari Sentani Kota untuk datang bantu ojek di sini. Itu saking banyak penumpang dan sehari saja itu kita bisa dapat Rp500 ribu lebih kalau serius daripada pagi sampai malam,” ucapnya.
Pria asal Kota Nica ini mengaku sangat bersyukur karena pelaksanaan iven seperti FDS dapat memberikan penghasilan tambahan bagi para tukang ojek untuk menghidupi keluarga.
“Kami abang ojek bersyukur sekali karena di iven seperti ini kami bisa dapat uang lumayan walau tidak banyak, karena ramainya itu dia sore sampai malam dan untuk di hari terakhir ini kami berharap bisa dapat lebih,” ucap Ohee.
Ohee menambahkan, hasil yang diperoleh dari bekerja sebagai tukang ojek digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, serta kebutuhan anak-anaknya.
“Saya ojek sudah lama sejak saya masuk sekolah di tingkat SMP sampai sekarang sudah berkeluarga. Jadi hasil ojek ini pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan anak yang sedang sekolah,” jelas bapak empat anak ini.(*)
Pewarta: Yance Wenda

