Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Taman wisata owasi-owasika di dalam kota Wamena
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Taman wisata owasi-owasika di dalam kota Wamena
ArtikelPariwisata

Taman wisata owasi-owasika di dalam kota Wamena

admin
Last updated: April 11, 2024 18:10
By
admin
Byadmin
Follow:
617 Views
5 years ago
Share
Rumput Owasi-owasika di Wamena mekar pada bulan Mei - Dok
SHARE

Meskipun pandemi Covid-19 masih melangit dimana-mana, wisatawan yang memiliki nekat dan tidak sabar pasti akan datang ke Wamena untuk menikmati keindahan bunga owasi-owasika pada bulan Mei besok.

Iklan Nirmeke

Tak hanya masyarakat. Pemerintah daerah, terutama dinas Pariwisata mulai sekarang harus memikirkan langkah-langkah solusif sebelum menghadapi para wisatawan nanti.

Sebaiknya, dinas pariwisata serta dinas terkait lainnya bisa bekerja sama dengan semua stackholder. Terutama masyarakat dari beberapa distrik yang memiliki hak ulayat di sekitar lokasi wisata owasi-owasika.

Lalu sama-sama memetakan lokasi, jenis wisata dan mengatur segala macam rencana yang berhubungan dengan pengembangan dan peningkatan wisata di samping memberdayakan masyarakat adat setempat.

Tempatkan masyarakat di depan. Kemudian pemerintah daerah backup dari belakang. Berikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk manfaatkan momen ini secara baik dan benar. Pemerintah harus siapkan dana, peralatan dan lainnya untuk mendukung masyarakat adat.

Pemerintah daerah harus bantu masyarakat adat untuk membeli tempat sampah, membangun pondok-pondok kecil, tempat duduk, papan nama, tulisan-tulisan unik seperti “sa cinta ko” di papan, beli paku, martelu, seng, bayar tukang dan lain sebagainya.

Misalnya, beberapa lokasi bikin bentuk rumput Owasi-owasika seperti love ❤, atau tulisan seperti I Love U, Sa Cinta Ko dan lain sebagainya. Bisa juga pasang tulisan di sejumlah spot dengan foto atau gambar atau lukisan seni tertentu.

Bahkan tulisan nama asli rumput itu dengan kata-kata menggunakan bahasa asli. Sekalian ajak orang untuk sadar akan anugerah Tuhan lewat bahasa Hugula.

Bila perlu itu di padukan dengan bahasa Indonesia, di Inggris, Belanda, Rusia, Perancis, Mandarin, Jepang, Tok Piksin, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Sampah dan Owasi-owasika

Pendekatan semacam ini sangat baik untuk menarik perhatian wisatawan. Masyarakat dan pemerintah bisa merancang tempat wisata tersebut sedemikian rupa.

Bukan apa. Tapi supaya ke depan wisata tersebut makin tenar dan terus menarik perhatian sampai di kanca dunia luar. Sampai harus membuat wisatawan asing banyak yang ingin berkunjung setiap bulan Mei.

Pemerintah bisa membantu masyarakat adat untuk tata kelola wisata secara efektif. Misalnya, untuk atasi masalah kebersihan di sekitar lokasi owasi-owasika tumbuh, penempatan petugas keamanan dan kebersihan, tarif harga dan lainnya.

Jauh-jauh hari, pemerintah harus membekali masyarakat adat seperti itu. Tidak harus tunggu hujan kritikan dari para pihak.

Pemeriksaan daerah selaku penanggung jawab utama masyarakat, harus dan wajib membantu masyarakat di bidang manajerial tata kelola.

Tata kelola itu meliputi administrasi, keamanan, kebersihan dan lain sebagainya. Regulasi seperti ini sangat baik dan penting agar membuat masyarakat adat benar-benar berdaya. Soal administrator misalnya, orang dinas bisa pasang masyarakat untuk jadi juru tagi dan lain sebagainya. Lalu hasilnya bagi dua sampai benar-benar membuat masyarakat berdaya dan sejahtera lewat potensi wisata tersebut.

Petugas Parawisata bisa ajarkan ke penduduk cara menarik wisatawan seperti apa. Harus arahkan warga bisa buat secara alami. Tanpa harus ganggu ataupun merusak semua keutuhan yang mencerminkan keindahan alam.

Pemerintah kalau bekerja sama dengan masyarakat adat baik, bisa mendapatkan pendapatan aset daerah [tambahan] dari situ.

Masyarakat pun sama. Kalau mampu kelola dan bisa kerja sama dengan pemerintah dan semua pihak terkait lainnya, bisa membuat diri mereka semakin berdaya di kota sendiri.

Bahkan mendapatkan pendapatan sehari-hari. Hal itu baik adanya guna memenuhi kebutuhan hidup, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat dari situ.

Baca Juga:  Bukan Rumput Mei

Soal tarif ini banyak pengunjung mengeluh karena rasanya amat mahal. Sehingga masyarakat juga tidak perlu nuntut mahal-mahal. Cukup minta Rp 5 – 10 ribu.

Kita harus belajar dari daerah lain. Seperti di Bali atau di luar negeri, harus membuat pengunjung rasa aman dan nyaman dengan harga yang mudah dijangkau. Kualitasnya harus didukung dengan keindahan yang mampu terjamin. Artinya, membuat pengunjung menikmati dengan puasa. Harus mendahulukan kepentingan dan kenikmatan pengunjung. Bukan mendahulukan pendapatan.

Pendapatan mudah saja. Asal objek wisata dan harga diatur supaya yang masuk akal dan mudah terbang. Bahkan itu memang diperhitungkan dengan tingkat keamanan dan kenyamanannya.

Pendapatan tak harus mahal selamanya. Sedikit dan kecil tapi setiap hari ada pemasukannya. Bahkan perlahan tapi lama kelamaan menjadi bak bukit.

Sebab dari sedikit itu, kalau di tapung dari satu demi satu pasti akan semakin banyak. Bila perlu buka koperasi agar masyarakat benar-benar bangkit, sejahtera, berdaya dan hidup mandiri dari situ.

Selain itu, bila perlu pemerintah membuka sebuah taman wisata owasi-owasika di dalam kota. Misalnya, di samping Salib Kristus, taman Kurulu Mawel dan lainnya.

Biar orang yang tidak bisa keluar kota, atau takut berkunjung serta tidak punya waktu keluar kota, dapat menikmati keindahan owasi-owasika di taman itu.

Intinya begini, kedepan sebaiknya pemerintah harus membuat sebuah taman owasi-owasika di dalam kota Wamena.

*Tulisan ini diolah dengan tulisan dari Nyongki Olua, anak lahir besar Wemena. Semoga bermanfaat. Tuhan Yesus Memberkati.

Related

You Might Also Like

Sejarah Misi Katolik di Kampung Yogonima

Peran Gereja Katolik Menuju Papua Mandiri dan Sejahtera

Kampung Tua Krisi Bokoi Tabelanusu Akan Dijadikan Objek Wisata Rohani

Sejarah ODO: Jejak Sekolah Guru Katolik Pertama di Tanah Papua

5 Hal Ini Yang Kamu Harus Tahu Sebelum Berkunjung ke Objek Wisata Owasi-owasika

TAGGED:Owasi-owasikaRumput Ungu di Bulan MeiWamenaWisata Wamena

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pengurus Baru PMKRI Jayapura Harus Membela Kaum Lemah Dan Tertindas di Papua
Next Article Sebanyak 56 Pengurus BPP SAMN Papua Siap Dilantik
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Artikel

Perjalanan Wisisi Asep Nayak

5 years ago
ArtikelPena PapuaSeni & Budaya

Perempuan Lani dan Tali atau Cawat

7 months ago
LensaPariwisata

Jadi incaran dunia, Papuansphoto hunting bersama dengan 20 Fhotografer dari China dan Hongkong

7 years ago
Pariwisata

Wisata Sejarah Mumi di Aikima

3 years ago
Artikel

5 Perempuan Papua Hebat Yang Layak Disebut “Kartini Papua”

4 years ago
Artikel

Pembangunan Lanny Jaya Dari Kampung ke Kota

1 year ago
Artikel

Diam yang Terluka

3 years ago
Artikel

Owatne Ewe Watlaiklek (Manusia Bisa Hidup Selamanya)

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?