Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Perempuan Lani dan Tali atau Cawat
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Perempuan Lani dan Tali atau Cawat
ArtikelPena PapuaSeni & Budaya

Perempuan Lani dan Tali atau Cawat

admin
Last updated: October 20, 2025 15:25
By
admin
Byadmin
Follow:
42 Views
11 months ago
Share
Budaya suku Lani di Kuari Tolikara Papua, Kategori : Etnick photography Tahun 2021- Fotografer, Yigibalom Yuis/Papuansphoto
SHARE

Oleh : Angginak Sepi Wanimbo

Iklan Nirmeke

Perempuan Papua terlebih khusus perempuang Asli Lani berasal dari pegunungan antaranya ada di daerah Tieyom Tiom, Yanekme Magi, Pirime, Kuyawagi, Piramid, Balingga, Tiomengga, Yulu, Beam, Bogolakme, Tagikme, Kelila, Bokondini, Poga, Karubaga, Mamit, Kanggime, Kembu, Mulia, Ilu, Sinak, Nduga Lani, Dimba dan sekitarnya yang saya tidak sebut satu per satu dalam tulisan ini.

Arti kata Lani orang asing dari Indonesia maupun dari dunia barat menyebut orang Lani dengan sebutan orang Dani. Yang sebenarnya ialah Lani. Kata “Lani” itu sendiri mempunyai tiga pengertian. Pertama, Kata “Lani” artinya “pergi”. Kata “Lani” untuk “Pergi” ini digunakan oleh orang Papua Pegunungan yang bermukim di Lembah Baliem.

Kedua, kata “Lani” adalah sebutan bagi orang yang tidak selalu menyediri. Ketika, kata, “Lani” itu artinya “orang – orang independen, orang – orang yang memiliki otonomi luas, orang – orang yang berdeka, yang tidak diatur oleh siapapun. Mereka adalah orang – orang yang selalu hidup, mereka mempunyai bahasa, mereka mempunyai sejarah, mereka mempunyai tanah, mereka mempunyai gunung, mereka mempunyai sungai, mereka mempunyai dusun yang jelas, mereka mempunyai garis keturunan yang jelas, mereka mempunyai kepercayaan yang jelas, mereka mempunyai kemampuan untuk mengatur dan mengurus apa saja, mereka tidak pernah pindah – pindah  tempat, mereka selalu hidup tertip dan teratur, mereka mempunyai segala – galanya”. (Gembala Dr. Socratez Sofyan Yoman, MA. Kita Meminum Air Dari Sumur Kita Sendiri, Hal. 91 – 92 Tahun 2010).

Sali “Tali” pakaian bagi perempuan Lani ini ada beberapa macam pakaian yang biasa pake bagi wanita Lani sebagai berikut.

Baca Juga:  Sejarah Misi Katolik di Kampung Yogonima

a. Pakaian bagi perempuan Lani biasa disebut “Tali” kata “Tali” memang bahasa asli Lani. Tali ini dibuat dari pohon – pohon khusus untuk membuat pakaian perempuan Lani. Pakaian itu dibuat dalam berbagai jenis dan bentuk. Ada yang dipintal dan ada yang tidak dipintal. Yang dipintal itu agak kasar. Tetapi yang dipintal itu biasanya bertahan lama dan sangat elegan dan anggun bagi setiap wanita yang memakainya. Wanita biasanya menyimpan celana/rok mereka ini ditempat yang khusus.

b. Perempuan – perempuan Lani mempunyai kembanggaan tersendiri karena mereka mempunyai pakaian yang bisa menutup alat vital mereka bahkan di bagian tubuh wanita yang dianggap sensitif. Cara membuat sangat pintar walaupun tidak ada ilmuwan yang mengajarkan kepada wanita – wanita Lani. Mereka mempunyai keunggulan, kehebatan, dan kemampuan untuk membuat Sali “Tali”. Tangan mereka adalah pabrik dan pikiran mereka adalah mesin yang telah TUHAN berikan kepada wanita – wanita Lani.

c. Pakaian perempuan Lani yang satu ini biasanya disebut “Yinggonoak” dibuat pake kulit pohon, kecil – kecil dan kulit kayu biasanya pohon kecil – kecil itu ada dipingiran rumah, dan di hutang yang diambil itu dikasih kering di matahari kemudian ambil kulit saja mengamyam, merayut hingga jadi rok “Yonggonoak” jadi pakaian perempuan Lani.

d. Sali “Tali” pakaian kaum wanita dibuat dari sejenis rumput namanya “Nggen Tali” biasanya perempuan Lani tanam di air/kolam Sali “Tali” dianyam dikasih kering dan diberi warna sesuai keinginan konsumen sedemikian rupa yang tersusun rapi dan pakai selayaknya seperti pakaian rok. Sali “Tali” ini ada beberapa macam empat macam seperti saja jelaskan di poin a, b, c, dan d tetapi ada jenis lain dan bahan yang dimiliki kualitas berbeda, diantaranya: “Abet Tali, Aut Tali, Yumakum Tali, Wabin Tali, Nuput Tali, Nggiru Tali, ada beberapa jenis Sali “Tali” ini hanya pakaian atau rok bagi perempuan Lani.

Baca Juga:  KNPB Desak Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Dua IRT di Yahukimo Diusut

Perempuan Lani paling hebat, pintar, cerdas dalam memakai pakaian mereka rok Sali “Tali” perempuan Lani biasanya pake Sali “Tali” dengan beretika sopan santum berpakaian yang baik yaitu pake di pingan panjangnya berkuran rok lalu melakukan aktivitas sehari – hari sesuai provesi yang TUHAN kasih pada perempuan Lani.

Wanita – wanita Lani sangat luar biasanya itu mereka mempunyai rumah honai bagi perempuan Lani tersendiri sehingga perempuan Lani ajak anak – anak perempuan diwajibkan tidur bersama ibu – ibu di honai disana dengan tujuan mengajarkan bagaimana cara membuat Sali “Tali”, sebagai celana atau rok bagi wanita lalu diajarkan juga cara pake sesuai aturang berpakaian yang sopan, rapi dan baik.

Saudara – saudari pembaca yang mulia lebih jelas dan lengkap tentang “Budaya Orang Lani” karya Angginak Sepi Wanimbo akan hadir sehingga silahkan memiliki dan baca.

Tulisan kecil ini semoga memberikan pencerahan, kesadaran dan memotivasi bagi wanita untuk berdiri tegap, lurus diatas pendirinya sendiri sebagai wanita asli pegunungan Papua.

 

Selamat membaca bagi sahabat – sahabat yang mulia Tuhan Yesus memberkati kita semua.(*)

 

Karubaga, 31 Mei 2024

Penulis:
Ketua DPD – PPDI PPP
Ketua DPD – PPKL & AB PPP
Wakil Ketua Umum IPMI

Tulisan ini sebelumnya di publish oleh : sastrapapua.org

Related

You Might Also Like

Opini | Egianus Kogoya, Literasi dan Makna Kebebasan

Masyarakat Adat Suku Awyu Ajukan Permohonan Intervensi ke PTUN Jakarta

KNPB Yahukimo Nyatakan Dekai Darurat Keamanan, Soroti Penangkapan Warga Sipil

Cerpen | Pulang Tanpa Ijazah

Alasan Pelajar di Papua Pegunungan Tolak Makan Bergizi Gratis

TAGGED:Angginak Sepi WanimboPerempuan LaniPerempuan Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Bentrok di Abepura, Aktivis AMPPTAP Terluka dan Ditangkap Saat Aksi Tolak Perampasan Tanah Adat Papua
Next Article MRP Papua Pegunungan Didesak Ketua Keluarkan Sikap Resmi Soal Pengeboman di Lanny Jaya
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Dana Otsus Papua Besar, Pengawasan Lemah, Rakyat Masih Menunggu Kesejahteraan
Artikel Catatan Aktivis Papua
14 hours ago
Jejak Sunyi Bruder Eligius Fenenteruma, OFM: Fransiskan Pertama dari Orang Asli Papua
Artikel
20 hours ago
SPWP Soroti MBG di Papua, Henius: Jangan Abaikan Pendidikan dan Kesehatan
Papua Pegunungan Tanah Papua
21 hours ago
16 Ton Beras untuk Warga Kondaga, Kepala Distrik Tekankan Pembagian Merata
Papua Pegunungan
21 hours ago
Baca juga
Artikel

Memaknai Tujuan Otsus Papua di Usia 80 Tahun RI

1 year ago
Siaran PersTanah Papua

Sikap Gerakan Pemuda WIO Terkait Pro Kontra Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur

2 years ago
ArtikelPerempuan & Anak

Perempuan Genyem Yang Tanguh

2 years ago
Siaran PersTanah Papua

Dukung Keanggotaan Penuh ULMWP di MSG, Aksi Dukungan Digelar Secara Nasional di Seluruh West Papua (Sorong – Merauke)

3 years ago
Siaran Pers

Ini Tujuan dan Visi, Misi Papua Journalists Association

3 years ago
ArtikelEditorial

Mengenal Suku Hugula di Papua

2 years ago
EditorialSeni & Budaya

Memahami Sejarah dan Perkembangan Musik Rap

3 years ago
Siaran PersTanah Papua

FMPRP Manokwari Serukan Aksi Longmarch Peringati Hari HAM Internasional 10 Desember

9 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?