Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Puluhan Anak Muda Gaungkan Global Climate Strike di Kota Jayapura
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Lingkungan > Puluhan Anak Muda Gaungkan Global Climate Strike di Kota Jayapura
Lingkungan

Puluhan Anak Muda Gaungkan Global Climate Strike di Kota Jayapura

admin
Last updated: March 6, 2023 14:43
By
admin
Byadmin
Follow:
907 Views
4 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com — Mulai 3 Maret 2023, Global Climate Strike (GCS) kembali digaungkan di Indonesia. Aksi menyuarakan permasalahan iklim yang diinisiasi anak-anak muda dari berbagai elemen terus bergulir dan dilaksanakan di 15 kota di Indonesia.

Iklan Nirmeke

Selain di 13 kota, diantaranya Jakarta, dua kota lainnya, Solo dan Kutai Timur pada 5 dan 8 Maret 2023, juga termasuk di Papua. Aksi dalam rangka GCS di Jayapura dilaksanakan Jumat (3/3/2023) di kawasan Taman Imbi, Kota Jayapura, Papua.

Beragam persoalan menyangkut perubahan iklim dan dampaknya terhadap bencana alam dikemukakan dalam aksi yang diikuti puluhan orang pada pukul 15.00 WIB.

Dalam orasinya sejumlah aktivis lingkungan mengungkapkan kondisi darurat iklim yang terjadi saat ini juga terasa di Tanah Papua. Ekses dari perubahan iklim berdampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem melalui pemanasan global.

Aksi orasi maupun teaterikal GCS dilakukan untuk mengingatkan kepada semua pihak agar menjaga dan memelihara lingkungan mengingat dampak lingkungan terhadap ekosistem terasa nyata hingga saat ini.

Berorasi saat aksi untuk Global Climate Strike 2023 di Taman Imbi, kota Jayapura, Jumat (3/3/2023). 

Disebutkan dalam siaran pers, tahun ini akan menjadi pertaruhan masa depan anak-anak muda Indonesia. Pemilu 2024 akan menjadi penentu siapa pemimpin Indonesia dalam iklim kedaruratan mendatang. Generasi muda akan menjadi saksi, sekaligus menentukan apakah krisis iklim yang sedang kita alami bersama akan menjadi perhatian utama para politikus di Pemilu 2024.

Selama dua bulan pertama tahun 2023, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya sudah ada 152 bencana alam yang disebabkan oleh perubahan iklim. Mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga kebakaran hutan.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan peringatan dini potensi terjadinya kekeringan terdah pada tahun ini di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:  Walhi Papua Ajak Pemuda Bersolidaritas Berjuang Bersama Suku Awyu Dalam Melindungi Tanah Adat Mereka

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan, kenaikan suhu rata-rata bumi sudah mencapai 1,2°C dan pada delapan tahun terakhir tercatat sebagai tahun-tahun terpanas. Kenaikan suhu global yang terjadi telah berdampak pada semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari sektor ekonomi, pangan, sosial hingga politik.

Fakta saat ini bumi sedang tidak baik-baik saja karena banyak yang akan meringankan. Krisis iklim telah melahirkan dampak katastrofe yang mengancam keberlangsungan hidup di bumi dan akan terus bertambah, mulai dari gagal panen, penyebaran wabah penyakit, peningkatan konflik sosial, dan kekerasan seksual. Hal-hal ini pada akhirnya menempatkan umat manusia berada dalam kondisi yang sangat genting.

Dipfano, aktivis Mapala USTJ menyatakan, isu krisis iklim dan berbagai dampaknya harus menjadi perhatian bersama mengingat banyak kasus telah melanda daerah dan negara lain.

“Kami dari UKM Mapala juga sangat peduli terhadap alam, dan menurut kami aksi ini juga merupakan peluang yang baik untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dan teman-teman yang ada di Jayapura dengan harapan mereka dapat menyadari bahwa ini tanggung jawab kami bersama untuk menjaga alam Papua tetap hijau,” ujarnya.

Lanjut Dipfano, “Harapan saya pribadi saya tidak mau nasib buruk kota Jayapura, Papua, sama dengan Jakarta yang sudah tercemar. Kami sangat senang dapat mengikuti aksi ini.”

Foto bersama usai aksi untuk Global Climate Strike 2023 di Taman Imbi, kota Jayapura, Jumat (3/3/2023). (Dok. Dipfano)

Riset Indikator Politik dan Yayasan Indonesia Cerah pada tahun 2021 menemukan sebanyak 82% anak muda perubahan di Indonesia sudah sadar dan tahu akan iklim. Apalagi, 4 dari 5 anak muda merasa bahwa pemerintah Indonesia belum melakukan upaya yang cukup untuk pengendalian perubahan iklim.

Berdasarkan survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), proporsi pemilih muda berusia 17-39 tahun diprediksi mendekati 60%, terdiri dari generasi Z (17-23 tahun) dan milenial (24-39 tahun).

Baca Juga:  Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan

Dalam melakukan aksi iklim, Dina Danomira, pendiri Papua Trada Sampah, juga menyampaikan pentingnya melibatkan masyarakat, khususnya masyarakat adat.

“Perlu ada pengakuan bahwa masyarakat adat adalah garda depan penjaga alam dan lingkungan. Ilmunya sudah ada, bahkan sejak ratusan hingga ribuan tahun yang lalu. Tinggal diberikan izin, kesempatan, dan ruang yang aman agar masyarakat adat bisa mengeringkannya untuk menjaga kelestarian alam,” kata Danomira.

Sementara itu, Rafaela Xaviera, aktivis Jeda Untuk Iklim, menilai anak muda selalu menjadi sasaran yang didambakan politikus dalam meraih suara di ajang Pemilu.

“Setiap Pemilu, pemilih muda selalu menjadi pasar yang didambakan politikus. Kami harap, tidak ada lagi kebijakan maupun omongan tipu-tipu soal komitmen iklim. Tipu-tipu itulah yang kemudian menambah masalah baru,” ujarnya.

Salah satu poster dipajang dalam aksi untuk Global Climate Strike 2023 di Taman Imbi, kota Jayapura, Jumat (3/3/2023) sore. (Ist)

Lanjut Rafaela, “Aksi anak muda dalam Global Climate Strike ini merupakan pernyataan tegas bahwa anak muda kini mengutamakan pengendalian krisis iklim yang adil demi masa depan kami yang aman dari bencana. Pemilu 2024 akan menentukan nasib Indonesia selama lima sampai sepuluh tahun ke depan.”

Rafaela mengatakan, anak muda menolak dengan tegas dan bersuara untuk menghentikan kampanye hijau palsu dan gimmick yang dilakukan banyak politisi.

“Dalam aksi ini kami anak muda juga menolak dan memohon hentikan kampanye hijau palsu dan gimmick yang dilakukan banyak politisi partai hanya untuk membuat seolah-olah memprioritaskan lingkungan dan generasi muda alias greenwashing dan youthwashing . Kami ingin memastikan pengambil keputusan dan kebijakan melakukan tugasnya dan bertanggung jawab atas dampak kerusakan yang pernah dilakukan generasi sebelumnya,” ujar Rafaela.

Aksi untuk GCS 2023 di kota Jayapura diinisiasi sejumlah komunitas, organisasi, dan lembaga peduli lingkungan yang tergabung bersama melakukan kegiatan positif. Antara lain: Papua Trada Sampah, Rumah Bakau Jayapura, Mapala USTJ, BEM USTJ, Greenpeace Indonesia, Pemulung Sampah Jayapura, dan Komunitas #savelembahgrimenawa.

Related

You Might Also Like

Mafia Tanah Adat di Papua Harus Dilawan

Dampak Legitimasi Uskup Mandagi Dan Wajah Baru Gereja Katolik Papua

Mahasiswa Dan Tokoh Empat Distrik Yahukimo Tolak Tambang Pt Tawang Mineral Indonesia

Masyarakat Adat Tehit Tolak Perkebunan Sawit PT Anugerah Sakti Internusa di Sorong Selatan

Umat Katolik Pribumi Papua Layangkan Surat Terbuka Kepada Uskup Agung Merauke

TAGGED:Global Climate Strike (GCS)Kerusakan Hutan di Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kopi Keerom Go International, Bupati Piter Gusbager Promosikan di Eropa
Next Article Mirisnya Wajah Pendidikan Di Era Otsus Jilid 2
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak, 12 Penerbangan di Bandara Sentani Terdampak
Tanah Papua
5 hours ago
Solidaritas Merauke Kecam Pencabutan Salib Hitam di Wilayah Adat Marga Moyuwend Buako
Lingkungan Tanah Papua
22 hours ago
Bupati Wonda: FDS XV Diserbu 147 Ribu Pengunjung, Perputaran Uang Tembus Rp1,2 Miliar
Ekonomi & Bisnis Pariwisata Tanah Papua
23 hours ago
Persekongkolan El Nino Bertemu PSN: Hutan Adat Dirampas, Ekosistem Rusak, Pangan Lokal Papua Terancam Tumbang
Catatan Aktivis Papua
23 hours ago
Baca juga
LingkunganPendidikan

Front Anti Investasi dan Militerisme Bali Tolak PSN Cetak Sawah di Jayawijaya

10 months ago
Catatan Aktivis PapuaLingkungan

Hutan Merintih Dan Berseru

3 years ago
LingkunganPolhukamTanah Papua

Nyalakan Tungku Adat di DPRK Biak, Kepala Suku Tegas Tolak Militerisme dan PSN: Tanah Adat Bukan Objek Negara

7 months ago
LingkunganSiaran PersTanah Papua

PT MNM Serobot Tanah Ulayat Yei, Warga Jagebob Lawan PSN Merauke

12 months ago
LingkunganTanah Papua

Walhi Papua Menolak Deforestasi Hutan Adat Papua Atas Nama Pangan Nasional

12 months ago
LingkunganTanah Papua

MRP Pegunungan Desak Pemda Hentikan Galian C Penyebab Banjir di Jayawijaya

1 year ago
Lingkungan

Kawasan Hutan Mangrove Teluk Youtefa Jayapura Dirusak, Walhi Papua: Kini Terancam Hilang

3 years ago
LingkunganTanah Papua

Beri Ijin Perusahan Kelapa Sawit, Suku Awyu Gugat Dinas PTSP Provinsi Papua di PTUN Jayapura

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?