Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Protes Makan Gratis Pelajar: Gerakan Murni atau Strategi Terselubung?
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Protes Makan Gratis Pelajar: Gerakan Murni atau Strategi Terselubung?
Artikel

Protes Makan Gratis Pelajar: Gerakan Murni atau Strategi Terselubung?

admin
Last updated: February 10, 2026 13:20
By
admin
Byadmin
Follow:
312 Views
1 year ago
Share
SHARE

Oleh: Frensiskus Lanni

Iklan Nirmeke

Prolog

Pasca aksi dan gerakan protes oleh para pelajar di beberapa kota/kabupaten di Papua terkait penolakan program makan gizi gratis yang diinstruksikan oleh Presiden Republik Indonesia, muncul sejumlah pertanyaan reflektif yang penting untuk kita renungkan bersama.

Program makan gizi gratis ini menjadi isu yang hangat diperbincangkan, baik di tingkat domestik maupun nasional. Menariknya, gerakan protes tidak hanya datang dari Papua, tetapi juga telah meluas menjadi gerakan berskala nasional. Beberapa kota/kabupaten di luar Papua turut menyuarakan penolakan mereka. Bahkan, protes ini didukung oleh organisasi besar seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari universitas-universitas ternama, termasuk BEM UI.

Jika aksi protes pelajar Papua menjadi sorotan besar di media sosial dan bahkan mendapatkan tanggapan langsung dari Istana Negara, bagi penulis, hal ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. Bukan berarti perjuangan para pelajar Papua tidak layak diapresiasi, melainkan fokus kritik diarahkan pada pihak-pihak lain yang mungkin memanfaatkan situasi tersebut.

Baca Juga:  Ulasan Film Maria Gadis Ambaidiru

Gerakan Protes: Solidaritas atau Memanfaatkan Situasi?

Ada sejumlah pertanyaan penting yang layak kita refleksikan bersama:

Mengapa aksi protes pelajar di Papua begitu heboh?

Mengapa Istana langsung menanggapi aksi protes dari Papua, tetapi tidak dari daerah lain?

Mengapa foto dan video aksi protes di Papua cepat diunggah oleh tokoh politik dan publik figur di media sosial mereka, seperti Akbar Faisal dan Adian Napitupulu?

Pernyataan aktivis HAM, Haris Azhar, bahwa “Masalah Papua Bukan Dari Kemarin Sore,” seakan menjadi pengingat akan sejarah dan kompleksitas masalah Papua yang hingga kini semakin memburuk.

Aksi protes pelajar Papua yang lahir dari panggilan luhur mestinya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terselubung. Papua memiliki sejarah perjuangan yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia.

Lalu, apakah hebohnya protes pelajar Papua murni lahir dari solidaritas, atau ada pihak yang memanfaatkan momentum ini demi kepentingan tertentu?

Baca Juga:  Taman wisata owasi-owasika di dalam kota Wamena

Mengapa isu seperti makan gizi gratis menjadi begitu menonjol, sementara isu lain di Papua—seperti pengungsian warga Intan Jaya dan Nduga, penolakan Otsus Jilid II, atau penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB)—tidak mendapatkan perhatian serupa?

Epilog

Jika bangsa ini benar-benar peduli pada kompleksitas masalah Papua, perhatian yang diberikan harus bersifat konsisten dan menyeluruh.

Penulis ingin menyampaikan apresiasi kepada para pelajar Papua yang dengan antusias menunjukkan aksi mulia, meskipun aksi tersebut tak lepas dari risiko dimanfaatkan oleh pihak lain. Masalah Papua memiliki jalan ceritanya sendiri, yang harus kita pahami secara mendalam.

Isu-isu nasional, seperti makan gizi gratis, pemangkasan anggaran pendidikan, dan lainnya, tentu memerlukan perhatian kolektif. Namun, mari kita bersolidaritas karena merasakan kesulitan yang sama, bukan karena ada kepentingan terselubung.

“Kitong di Papua butuh pendidikan gratis, bukan makan bergizi gratis.”

Related

You Might Also Like

Cerita Singkat Awal Kehadiran Gereja Katolik di Wilayah Asmat – Agats

Memaknai Tujuan Otsus Papua di Usia 80 Tahun RI

Mengenang Filep Karma Bapak Ideologis Bangsa Papua

Mengapa Saya Tidak Suka Disebut Suku Dani?

Mengenang 12 Tahun Kepergian Agus Alua (1960-2011)

TAGGED:Frensiskus lanniPenolakan Makan Gizi Gratis

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Persiwa Wamena Terancam Absen Berlaga di Liga IV Papua Pegunungan
Next Article Persiwa Wamena Terancam Absen, Sejarah dan Harapan di Ujung Tanduk
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
ArtikelPariwisata

SEBUT SAJA OWASI-OWASIKA

2 years ago
ArtikelEditorial

5 Jenis Mata Pencaharian Hidup Suku Hugula di Papua (Bagian 2)

2 years ago
ArtikelPendidikan

Pulang Kampung Menjalankan Kelas Literasi Demi SDM Lanny Jaya

1 year ago
Artikel

Perjalanan Wisisi Asep Nayak

5 years ago
Artikel

Pecandu Kesunyian

3 years ago
ArtikelMRP Papua Pegunungan

Papua vs Papua: Ketika Elit Berdebat, Jakarta Tersenyum

2 months ago
Artikel

Diam yang Terluka

3 years ago
Artikel

Sa Pu Kaka Adalah Sa Pu Guru

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?