“Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.”
“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.”
R.A Kartini
Penggalan kalimat surat menyurat Kartini dengan para sahabatnya.
Ketika mendengarkan nama RA Kartini yang terlintas dipikiran kita adalah “Emansipasi Wanita”. Benar sekali, Kartini yang memperjuangkan sehingga sampai saat ini wanita dapat mendapatkan pendidikan seperti lelaki, mendapatkan pekerjaan seperti lelaki, mendapatkan hak yang sama dengan lelaki, dan bisa menjadi pemimpin.
Tahukah kalian bahwa Papua mempunyai wanita-wanita hebat pengaruh Hawa Kartini?
Berikut ini adalah 5 Perempuan Papua Hebat atau yang saya sebutkan “Kartini Papua”
1. Dr. Yohana Yembise

Dr. Yohana Yembise Lahir di Manokwari,Papua, 1 Oktober 1958 adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Kabinet Kerja 2014-2019.
Ia menjadi sangat dikenal karena menjadi menteri dan guru besar perempuan pertama dari Papua di Universitas Cenderawasih. Beliau juga merupakan perempuan papua pertama yang mendapatkan gelar Doktoral
Salah satu terobosan yang beliau buat selama menjabat Menteri PPA adalah “Hukum Kebiri” bagi tindakan kekerasan terhadap anak dibawah umur.
2. Dr. Fransina Yoteni

Dr. Fransina Yoteni merupakan perempuan Papua kedua yang mendapatkan gelar Doktoral setelah Ibu Yohana Yembise. Beliau lahir di Teluk Wondama pada tanggal 15 September 1965. Pada saat ini beliau (satu satunya perempuan Papua) yang menjabat sebagai anggota Komite Sentral WCC atau lebih dikenal dengan Anggota Dewan Gereja Sedunia (ada 3 orang dari Indonesia).
Salah satu usaha dari Dr Fransina Yoteni beserta para Pendeta yang tergabung adalah untuk mendukung inisiatif perdamaian di Tanah Papua, Komite Eksekutif WCC mengeluarkan pernyataan pada 2012.
Dokumen tersebut mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah yang diperlukan agar membebaskan para tahanan politik, mengadakan sidang perdamaian dan demiliterisasi Tanah Papua. Selain itu, dokumen itu juga mendesak agar dialog dengan orang-orang asli Papua diadakan serta mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi hak-hak mereka. Hebat kan???
3. Olga Helena Hamadi

Siapa yang tidak kenal dengan Olga Hamadi? Perempuan kelahiran Jayapura 26 Oktober 1982. Olga merupakan pengacara perempuan Papua yang berdedikasi tinggi terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua.
Semangatnya bahkan diakui dan dihargai oleh Internasional. Olga mendapat pengakuan khusus ‘Lawayers for Lawyer Award’ untuk pengacara HAM di Amsterdam, Belanda pada Mei 2013.
4. Corry Kayame

Carolina Cory Kayame atau yang biasa dipanggil Corry Kayame perempuan Paniai kelahiran 14 Juli 1986 ini merupakan Pilot pertama Perempuan Papua.
Ia meyakini, saat dilahirkan, manusia memiliki kecerdasan yang diberikan sang pencipta. Tinggal bagaimana manusia itu mengolah kecerdasan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan sesama. Terkadang, orang merasa bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan, sehingga niat untuk berusaha menjadi tertahan.
Cory menunjukkan bahwa semua bisa dilakukan asal dibarengi keseriusan. “Saya yakin, jika ada niat baik di hati, Tuhan pasti menolong,“.
5. Yakoba Womsiwor

Perempuan Biak kelahiran 22 April 1979 ini merupakan perempuan yang multi talented. Beliau yang pertama kali merintis dibukanya Program Study Hubungan Internasional di Universitas Cenderawasih.
Selain berprofesi sebagai dosen, perempuan perkasa ini berbakat dalam bidang tarik suara (salah satu artis Papua), pelatih Paduan Suara dan juga Owner Papua Canzone Quaya. Beliau juga bergerak dalam bidang wedding organizer yang sangat diminati oleh banyak orang (termasuk saya).
Selain aktif sebagai dosen, dunia tarik suara dan wedding organizer. Ibu Yakoba Womsiwor sering dipanggil untuk memandu debat kandidat calon pemimpin daerah hampir diseluruh wilayah kota dan kabupaten di Provinsi Papua. Super kan???
Dalam segala multi talented yang Tuhan berikan kepada Ibu Koba, beliau adalah sosok yang sangat friendly dan humble dan apa adanya.
Mereka adalah perempuan-perempuan Hebat Orang Papua (versi perem tanah). 3 orang dari wanita diatas merupakan Ibu tunggal atau single parent. Mereka berusaha menghidupi anak-anaknya tetapi tetap eksis pada bidangnya masing-masing dan menjadi “Kartini Papua” yang pantas dan layak menjadi contoh bagi perempuan-perempuan Papua yang lain.
Kebanyakan orang yang gagal bukan karena tidak punya kemampuan, tapi hanya karena mereka tidak yakin bisa mencapainya. Ayo perempuan Papua, mau jadi penonton atau pemain tergantung pada pilihan anda.
Tulisan ini sudah di publis di blog ariellapapua.wordpress.com
