Wamena, nirmeke.com — Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Papua Pegunungan memaparkan capaian pelayanan publik dan penanganan sosial selama satu tahun delapan bulan pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan sejak dilantik secara definitif pada April 2025.
Paparan tersebut disampaikan Kepala Dinsos Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, S.H., M.AP., saat diwawancarai sejumlah awak media di stan pameran Dinsos dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia di Wamena, Kamis (13/8/2026).
Yanius mengatakan Dinsos memiliki tugas pelayanan sosial di delapan kabupaten, dengan struktur organisasi yang terdiri dari seorang kepala dinas, sekretaris dan tiga kepala bidang.
“Di dalam struktur dinas kami ada satu Kepala Dinas, Sekretaris dan tiga Kepala Bidang yang bersama-sama menjalankan program serta visi-misi Gubernur sejak kami mulai bertugas,” kata Yanius.
Tangani Bencana dan Konflik Sosial
Menurut Yanius, penanganan bencana alam, bencana nonalam dan konflik sosial menjadi salah satu fokus pelayanan Dinsos Papua Pegunungan.
Bantuan yang disalurkan meliputi beras, bahan makanan, sembako, perlengkapan tidur hingga dukungan dapur umum bagi masyarakat terdampak dan pengungsi.
Di Lanny Jaya, Dinsos menyalurkan 50 ton beras untuk penanganan bencana banjir. Sementara di Jayawijaya, bantuan yang disalurkan mencapai 100 ton beras.
Untuk Tolikara, Dinsos menyalurkan 5 ton beras dan bahan makanan. Bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat terdampak bencana di Nduga dan Yalimo masing-masing 5 ton beras beserta bahan makanan.
Sementara dalam penanganan konflik sosial di wilayah Wouma/Kurima-Lani, Dinsos menyalurkan 10 ton beras, bahan makanan dan membuka dapur umum untuk masyarakat di lokasi pengungsian.
“Ketika terjadi bencana maupun konflik, kami hadir langsung membantu kebutuhan mereka, baik dalam bentuk beras, bama, alat tidur maupun pembukaan dapur umum di lokasi pengungsian,” ujar Yanius.
Penanganan tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Yanius menyebut Kementerian Sosial menyalurkan 1 ton beras pada tahap pertama, sementara Kementerian Pertanian memberikan bantuan 3 ton beras.
Bantuan Panti Asuhan dan Kegiatan Sosial
Selain penanganan bencana, Dinsos juga menyalurkan bantuan untuk kegiatan sosial dan keagamaan.
Bantuan tersebut antara lain berupa hibah keagamaan, bantuan kedukaan, serta bahan makanan untuk panti asuhan, yayasan dan asrama pelajar maupun mahasiswa.
“Kegiatan keagamaan dan sosial ini paling banyak kami bantu, terutama saat terjadi duka maupun acara-acara peribadatan masyarakat. Kami juga menyalurkan bantuan hibah dana dan pasokan bama secara rutin ke panti asuhan anak yatim, yayasan dan setiap asrama yang ada,” katanya.
Bangun Rumah Singgah di Sinakma
Di bidang perlindungan sosial anak, Dinsos Papua Pegunungan tengah membangun lima unit bangunan yang diperuntukkan bagi penanganan anak terlantar dan masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara.
Salah satu bangunan tersebut akan digunakan sebagai rumah singgah di Sinakma, Wamena.
Yanius mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menangani anak-anak yang hidup di jalanan tanpa membedakan asal daerah mereka.
“Anak-anak yang hidup di jalanan adalah tanggung jawab negara untuk dipelihara. Kami datang mendata dan merangkul mereka tanpa membeda-bedakan asal kabupaten,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan anak terlantar di Wamena merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemerintah kabupaten di Papua Pegunungan.
Sekolah Rakyat Diproses
Dinsos Papua Pegunungan juga tengah mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Hom-Hom Pike, Wamena, yang sebelumnya merupakan lokasi SMU Lapago atau Sekolah Lapago.
Menurut Yanius, lokasi tersebut telah melalui proses verifikasi lapangan oleh tim kelayakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menteri Sosial juga telah meninjau lokasi tersebut.
“Untuk Sekolah Rakyat, saya sudah berjuang dan berkoordinasi langsung ke Jakarta menemui Menteri Sosial dan mengurus sertifikat tanahnya. Tim kelayakan Kementerian PUPR dan Ibu Menteri Sosial juga sudah turun meninjau lokasi di Hom-Hom Pike, Wamena,” jelasnya.
Ia mengatakan pengukuran tanah telah selesai dan saat ini pihaknya sedang menyelesaikan kelengkapan administrasi agar pembangunan dapat segera berjalan.
“Pengukuran tanah sudah selesai dan saat ini sedang kami proses kelengkapannya agar rencana pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan tahun ini dapat segera berjalan,” tambahnya.
Penyaluran PKH
Terkait Program Keluarga Harapan (PKH), Dinsos menjelaskan mekanisme penerimaan bantuan sosial di delapan kabupaten menggunakan sistem kueri dan transfer melalui rekening penerima.
Setiap kabupaten melakukan rekrutmen sesuai kuota penerima, yang disebut sekitar 100 orang per kabupaten. Data tersebut kemudian disampaikan ke pemerintah provinsi untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Yanius mengatakan mekanisme tersebut diharapkan dapat mendukung penyaluran bantuan sosial secara lebih terarah kepada penerima yang memenuhi ketentuan.
Pameran Jadi Ruang Informasi Publik
Paparan capaian tersebut juga menjadi bagian dari keikutsertaan Dinsos dalam pameran HUT ke-81 RI di Wamena.
Yanius mengapresiasi antusiasme masyarakat yang datang ke stan Dinsos untuk melihat berbagai program yang telah dijalankan.
Ia mengakui keterbatasan ruang stan membuat seluruh dokumentasi kegiatan selama satu tahun delapan bulan belum dapat ditampilkan.
“Ruangan pameran kami masih terbatas dan kecil, jadi foto-foto yang kami tampilkan hanya mewakili satu foto untuk satu jenis kegiatan. Namun kunjungan masyarakat ke stan kami cukup banyak dan kami telah menjelaskan seluruh capaian kerja ini kepada pengunjung,” katanya.
Yanius menegaskan Dinsos Papua Pegunungan akan terus memperkuat pelayanan sosial di delapan kabupaten serta mendukung program pemerintah provinsi.
“Ke depan, kami siap terus bekerja dan mendorong penuh visi-misi Gubernur demi pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(Red)*

