Jayapura, nirmeke.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Efrem Cabang Jayapura kecam tindakan brutal yang dilakukan oknum anggota TNI terhadap warga sipil orang asli Papua dalam video yang viral beredar dia media sosial baru-baru ini.
Yasman Yaleget Ketua Presidium PMKRI Cabang Jayapura St. Efrem dalam release persnya mengatakan tindakan penyiksaan yang di lakukan terhadap salah orang asli Papua, oleh oknum TNI ini sangat sadis, tentunya sebagai manusia yang memiliki insan akan merasa iba dan tidak menerima tindakan yang di lakukan oleh oknum militer tersebut.
“Kami meminta Pihak TNI yang ada di tanah Papua agar tidak memperlakukan Manusia ibarat binatang buruan, manusia Papua juga sama seperti manusia-manusia lain yang ada di muka bumi Indonesia ini,” tugasnya.
PMKRI juga mendesak Panglima dan Pangdam Cendrawasih untuk segera menyelidiki kepastian video yang beredar itu apakah benar Anggotanya yang menyiksa warga atau kah ada indikasi lain.
“Bila Anggotanya yang ikut terlihat dan melakukan penganiayaan terhadap warga sipil maka mereka (oknum TNI) harus memberikan sanksi hukum yang setimpal,” tegasnya.
PMKRI juga minta lakukan investigasi terkait video penyiksaan tersebut dan minta dukungan advokasi atas kasus penyiksaan yang menimpa warga sipil orang asli Papua.
“Kami minta juga TNI-POLRI yang bertugas di tanah Papua tidak boleh bertindak semena-mena terhadap manusia khususnya Manusia Papua sebab manusia Papua juga sama seperti manusia lainnya yang punya Hak Asasi Manusia yang ada di muka bumi ini,” tegasnya.
Sebelumnya Pangdam XVII Cendrawasih membantah tuduhan video penyiksaan warga sipil di Papua hasil editan.
Pangdam menduga, video itu merupakan editan, karena semua anggota KKB yang ditangkap TNI sudah diserahkan ke polisi dalam keadaan baik.
“Semua yang tertangkap (KKB) diserahkan ke Polisi dalam keadaan baik. Kemungkinan video itu hasil edit dan manipulasi gambar,” kata Pangdam. (*)
