Walaik, nirmeke.com — Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Hesile, Kampung Yelai, Distrik Walaik, pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIT. Peristiwa ini disebut sebagai kejadian pertama di wilayah tersebut dan langsung menimbulkan kepanikan serta trauma di kalangan warga.
Longsor menghantam area kebun masyarakat yang menjadi sumber utama penghidupan. Sejumlah lahan pertanian dilaporkan rusak total, baik kebun lama maupun kebun baru.
Tanaman pangan seperti ubi, keladi, sayur-mayur hingga jagung tertimbun dan hanyut terbawa material longsor. Selain itu, akses jalan menuju kebun warga juga terputus total akibat timbunan tanah.
“Semua kebun tertutup tanah. Kami kehilangan sumber makan dan penghasilan,” ujar salah satu warga terdampak.
Hingga saat ini, kondisi tanah di lokasi kejadian masih labil. Warga mengaku khawatir akan terjadi longsor susulan, mengingat intensitas kerusakan yang cukup besar dan belum adanya penanganan teknis di lapangan.
Bencana ini berdampak langsung pada ketahanan pangan masyarakat setempat, karena mayoritas warga menggantungkan hidup dari hasil kebun.
Masyarakat Kampung Yelai berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan penanganan darurat, termasuk bantuan logistik, pemulihan akses, serta kajian terhadap penyebab longsor.
“Kami harap pemerintah segera datang lihat kondisi kami. Ini kejadian pertama dan kami sangat takut,” ungkap warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat terkait langkah penanganan maupun penyebab pasti terjadinya longsor tersebut.(*)
Laporan Warga
