Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 15 Tahun terhadap Lyogtogi Telenggen Tidak Berdasar dan Tidak Proporsional
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 15 Tahun terhadap Lyogtogi Telenggen Tidak Berdasar dan Tidak Proporsional
PolhukamTanah Papua

Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 15 Tahun terhadap Lyogtogi Telenggen Tidak Berdasar dan Tidak Proporsional

admin
Last updated: October 11, 2025 07:45
By
admin
Byadmin
Follow:
25 Views
1 year ago
Share
SHARE

Wamena, nirmeke.com — Tim Kuasa Hukum terdakwa Lyogtogi Telenggen menilai tuntutan 15 tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jayawijaya tidak memiliki dasar hukum kuat dan bertentangan dengan asas keadilan.

Iklan Nirmeke

Dalam persidangan perkara pidana Nomor 47/Pid.B/2025/PN.Wmn yang digelar Kamis (9/10/2025), JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara 15 tahun tanpa menghadirkan saksi maupun barang bukti senjata yang disebut digunakan dalam perkara tersebut.

“Kami menilai praktik ini melanggar prinsip due process of law dan asas pembuktian sah sebagaimana diatur dalam Pasal 183 KUHAP,” kata Mersi Fera Waromi, S.H., salah satu penasihat hukum terdakwa, dalam keterangan pers di Wamena.

Menurut tim kuasa hukum, selama proses persidangan JPU tidak pernah menghadirkan saksi di bawah sumpah, sementara saksi korban yang telah dipanggil enam kali tidak pernah hadir. Meski demikian, JPU tetap membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi dan menuntut hukuman berat terhadap terdakwa.

Baca Juga:  Aliansi Masyarakat Adat Wouma-Welesi Beri Surat Kuasa ke PAHAM Papua

Tim hukum juga menyoroti ketidakkonsistenan standar tuntutan pidana Kejari Jayawijaya dalam sejumlah kasus lain. Dalam kasus alm. Thobias Silak dan Anak Naro Dapla, yang melibatkan anggota Polri dan mengakibatkan korban meninggal dunia, tuntutan hanya 12 tahun dengan dakwaan Pasal 338 KUHP. Sedangkan dalam kasus Rife Kerebea, yang hanya melempar batu dua kali, tuntutan mencapai 12 tahun dengan Pasal 340 KUHP.

“Perbandingan ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dan potensi diskriminasi dalam standar penuntutan, seolah dipengaruhi oleh latar belakang sosial politik terdakwa,” ujar Henius Asso, S.H., anggota tim kuasa hukum lainnya.

Baca Juga:  Tujuh Saksi Mangkir, Keluarga Thobias Silak Desak Pengadilan Hadirkan Langsung

Pihaknya meminta Kejaksaan Tinggi Papua untuk segera mengevaluasi kinerja Jaksa di Kejari Wamena dan memastikan setiap penuntutan dilakukan berdasarkan alat bukti yang sah, bukan persepsi politik atau stereotip terhadap orang Papua.

“Kami percaya Kejaksaan adalah lembaga penegak hukum berintegritas. Karena itu, kami mendesak agar evaluasi internal dilakukan demi menjamin prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law),” tegas Waromi.

Tim penasihat hukum juga mengimbau Majelis Hakim agar menilai perkara Lyogtogi Telenggen secara objektif berdasarkan bukti yang sah di persidangan.

“Harapan kami sederhana — hukum ditegakkan dengan nurani dan akal sehat. Tidak ada keadilan sejati tanpa kejujuran dalam proses penegakannya,” tutup Waromi.(*)

Pewarta: Aguz Pabika 

Related

You Might Also Like

Sistem Noken dan Konflik Pemilu di Papua: Antara Kearifan Lokal dan Ancaman Demokrasi

Pemkab Tolikara Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Karubaga

Bupati Yahukimo Resmikan Gedung Perpustakaan Daerah, Simbol Komitmen Pembangunan Pendidikan

Perkuat Persatuan, Lis Tabuni Gelar Sosialisasi Empat Pilar Bersama IKP di Papua Tengah

Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Ditargetkan Rampung 2024

TAGGED:Lyogtogi TelenggenPN WamenaTim Koalisi PAHAM Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article MRP Papua Pegunungan Kritik Bupati Lanny Jaya yang Tutup Mata atas Pengeboman Warga
Next Article HIPMA-LANI dan Front Anti Investasi Bali Desak Hentikan Operasi Militer di Lanny Jaya
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
1 week ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
1 week ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
1 week ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
1 week ago
Baca juga
PolhukamTanah Papua

Sidang Keempat Kasus Alm. Thobias Silak Digelar di PN Wamena, Hanya Satu Saksi Hadir

1 year ago
LingkunganPapua Pegunungan

HIPMI Papua Pegunungan Ajak Semua Pihak Bantu Warga Terdampak Kekeringan Kuyawagi

2 months ago
Tanah Papua

Komnas HAM RI Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan di Wamena

3 years ago
PolhukamTanah Papua

Victor Yeimo: Kunjungan Pelapor Khusus PBB Bukti Papua Siap Terima Akses Internasional

1 year ago
Papua Pegunungan

Sengketa Tanah Aikima Lebih 30 Tahun, Warga Khawatir Konflik Adat Meluas

2 months ago
LingkunganTanah Papua

Masyarakat Adat dan Korban PSN di Papua hingga Nusantara Gugat UU Cipta Kerja ke MK

1 year ago
Tanah Papua

Bupati Lanny Jaya Minta RKPD 2026 Fokus pada Program Mandiri dan Sinergi Lapangan

2 years ago
PolhukamTanah Papua

Hari Rekonsiliasi Tak Menenangkan Warga Ibele: Jejak Militer dan Amunisi Ditemukan

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?