Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Tujuh Saksi Mangkir, Keluarga Thobias Silak Desak Pengadilan Hadirkan Langsung
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Tujuh Saksi Mangkir, Keluarga Thobias Silak Desak Pengadilan Hadirkan Langsung
PolhukamTanah Papua

Tujuh Saksi Mangkir, Keluarga Thobias Silak Desak Pengadilan Hadirkan Langsung

admin
Last updated: August 4, 2025 15:44
By
admin
Byadmin
Follow:
272 Views
9 months ago
Share
Front Justice for Tobias Silak bersama orang tua korban menyampaikan pernyataan sikap di depan Pengadilan Negeri (PN) Wamena, Senin (07/07/2025) - Dok Tim Koalisi PAHAM Papua for Nirmeke
SHARE

Wamena, nirmeke.com — Sidang ke-7 kasus penembakan almarhum Thobias Silak kembali ditunda oleh Pengadilan Negeri (PN) Wamena setelah tujuh dari sepuluh saksi yang dijadwalkan hadir tidak muncul secara langsung di ruang sidang, Senin (4/8/2025). Keluarga korban pun mendesak Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan para saksi secara langsung, bukan melalui sambungan daring.

Iklan Nirmeke

Sidang yang berlangsung sejak pukul 10.50 hingga 12.00 WIT ini seharusnya mengagendakan pemeriksaan 10 saksi dari pihak penuntut umum, yang terdiri dari lima anggota Brimob Polres Yahukimo dan lima Brimob dari Polda Gorontalo. Namun, hanya tiga saksi dari Polres Yahukimo dan empat dari Gorontalo yang menyatakan siap, dan itu pun hanya untuk hadir lewat Zoom.

Kondisi ini memicu keberatan keras dari pihak keluarga korban yang menilai kehadiran saksi secara daring tidak layak dalam perkara serius seperti ini. Mereka menyebut bahwa sidang daring menyulitkan karena hanya menggunakan layar televisi 24 inci dan sering terjadi gangguan jaringan, sehingga tidak bisa menangkap secara utuh keterangan para saksi.

Baca Juga:  Kejati Papua Minta Permohonan Pra Peradilan Plt Bupati Mimika Dinyatakan Gugur

“Kami tidak bisa mendengar jelas, apalagi melihat raut wajah dan ekspresi saksi. Ini menyangkut nyawa anak kami,” ujar salah satu anggota keluarga korban di luar ruang sidang.

Kedua orangtua almarhum Thobias Silak turut hadir di PN Wamena dan secara langsung menyampaikan desakan agar saksi dihadirkan fisik di pengadilan, bukan disembunyikan di balik layar Zoom. Mereka menilai ketidakhadiran fisik para saksi sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip keadilan.

Menanggapi keberatan tersebut, Majelis Hakim akhirnya memutuskan untuk menunda sidang hingga Kamis, 7 Agustus 2025, dengan agenda yang sama, yakni mendengarkan keterangan saksi dari pihak penuntut umum. Hakim juga memerintahkan jaksa untuk memanggil ulang seluruh saksi agar hadir langsung di ruang persidangan.

Baca Juga:  Pengacara HAM Papua: Kasus Tobias Silak Uji Komitmen Negara Tegakkan Keadilan

Penasehat hukum keluarga korban dari Tim Koalisi PAHAM Papua , Henius Asso, menyebut penundaan ini menunjukkan lemahnya komitmen negara dalam menghadirkan keadilan bagi korban kekerasan aparat.

“Kalau saksi selalu bersembunyi di balik layar, bagaimana publik bisa percaya bahwa proses hukum ini sungguh-sungguh adil?” tegas Henius.

Untuk mengantisipasi ketegangan, aparat Polres Jayawijaya menambah personel pengamanan di sekitar gedung pengadilan. Meskipun situasi relatif kondusif, suasana haru dan ketegangan tetap terasa dari pihak keluarga yang terus menuntut keadilan.(*)

Pewarta: Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

PLT Kepala Kampung Kumima Janji Bawa Perubahan, MRP Ajak Warga Masuk Kebun

25 Distrik Jayawijaya Resmi Miliki Plt Kepala Distrik Baru, Bupati: 15 Lainnya Menyusul

KNPB Wilayah Nabire Soroti Rentetan Pelanggaran HAM di Papua pada Peringatan Hari HAM Sedunia

Perkuat Jiwa Kebangsaan, Lis Tabuni Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI kepada Kaum Muda Papua Progresif

KNPB Terdaftar di Tanah Papua, Tuduh Lenis Kogoya “Boneka Jakarta”

TAGGED:Front Justice for Tobias Silaksolidaritas Front Justice For Thobias SilakTim Koalisi PAHAM Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Festival Budaya Lanny Jaya ke-4 Digelar, Bupati Aletinus: Mari Jaga Budaya dan Bahasa Daerah
Next Article Mengenal Pos Misi Katolik Pertama di Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
1 week ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 week ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
1 week ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
1 week ago
Baca juga
Papua PegununganTanah Papua

SEPAHAM dan PPDI Lanny Jaya Nyatakan Papua Darurat Kemanusiaan dan Militerisme

2 weeks ago
HeadlineTanah Papua

Saksi Ahli: Teror Bom Terhadap Victor Mambor Adalah Tindak Pidana

2 years ago
HeadlineTanah Papua

Lukas Enembe Ditahan Lagi Sampai 12 April Mendatang

3 years ago
PolhukamSiaran PersTanah Papua

Masyarakat Distrik Mugi dan Yogosem Tolak Kehadiran TNI Non Organik di Kampung Ugem

8 months ago
Perempuan & AnakPolhukam

KNPB Desak Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Dua IRT di Yahukimo Diusut

3 years ago
Ekonomi & BisnisTanah Papua

Mama-Mama Papua Kota Sorong Desak Pemerintah Bangun Pasar Khusus dan Berikan Pembinaan Usaha

1 year ago
PolhukamTanah Papua

Sidang Kasus Penembakan Thobias Silak: Dua Saksi Anak Ungkap Kronologi di Depan Majelis Hakim

10 months ago
Papua PegununganPolhukamTanah Papua

Pendropan dan Pertukaran Personel TNI Non-Organik di Distrik Ibele Terus Berlanjut, Warga Pertanyakan Hasil Audiensi

2 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?