Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Papua vs Papua: Ketika Elit Berdebat, Jakarta Tersenyum
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Artikel > Papua vs Papua: Ketika Elit Berdebat, Jakarta Tersenyum
ArtikelMRP Papua Pegunungan

Papua vs Papua: Ketika Elit Berdebat, Jakarta Tersenyum

admin
Last updated: March 17, 2026 16:18
By
admin
Byadmin
Follow:
110 Views
1 month ago
Share
Benny Mawel Waket II MRP Papua Pegunungan - Dok
SHARE

)* Oleh: Mawel Benny

Iklan Nirmeke

Huwulrama, 15 Maret 2026

Perdebatan terbuka antara anggota DPD RI asal Papua Barat Daya, Paul Mayor, dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) kembali memantik polemik di ruang publik. Kritik Paul Mayor yang bahkan mengusulkan pembubaran MRP karena dianggap tidak memahami Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) dan lebih mengejar kepentingan finansial, langsung menuai respons luas termasuk dari sebagian masyarakat Papua.

Namun, persoalan ini tidak sesederhana benar atau salah. Kritik tersebut justru membuka satu realitas yang lebih mendasar: lemahnya pemahaman dan koordinasi antar lembaga representasi Papua dalam menjalankan mandat Otsus.

Penulis berpandangan, kritik Paul Mayor memang memiliki dasar. Akan tetapi, kritik itu juga berbalik pada dirinya sendiri. Jika benar memahami Otsus, maka langkah yang seharusnya ditempuh bukan sekadar melontarkan kritik di media, melainkan membangun komunikasi formal dengan MRP baik melalui rapat koordinasi, kunjungan reses, maupun forum resmi lainnya.

Sebagai anggota DPD RI, Paul Mayor bukan sekadar penyampai opini publik, tetapi representasi politik rakyat Papua di tingkat pusat. Ia memiliki tanggung jawab strategis untuk menghimpun dan membawa aspirasi masyarakat Papua ke Senayan. Dalam konteks ini, MRP justru menjadi mitra penting, karena lembaga tersebut merupakan representasi kultural Orang Asli Papua (OAP) yang telah menghimpun berbagai aspirasi di tingkat daerah.

Baca Juga:  Tiga Unsur Pimpinan Definitif MRP Provinsi Papua Pegunungan Sudah Terpilih

Reses ke MRP sejatinya bukan hal rumit. Alih-alih mengumpulkan aspirasi secara parsial dari kampung ke kampung, anggota DPD dapat memanfaatkan hasil kerja MRP yang telah menjaring aspirasi dalam skala provinsi bahkan seluruh Tanah Papua. Dengan demikian, aspirasi yang dibawa ke pusat memiliki bobot representasi yang lebih luas dan substansial.

Di sisi lain, respons reaktif dari sejumlah pihak terhadap kritik tersebut juga tidak sepenuhnya produktif. Alih-alih saling membalas di media, langkah yang lebih konstruktif adalah membuka ruang dialog langsung antara MRP dan anggota DPD RI perwakilan Papua. Forum semacam ini penting untuk membedah implementasi Otsus yang dinilai belum maksimal, termasuk menyoroti mengapa perlindungan dan pemberdayaan OAP masih jauh dari harapan.

Perlu diakui, berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan oleh MRP dalam dua tahun terakhir. Sejumlah pertemuan digelar di berbagai wilayah, mulai dari Sorong, Manokwari, Mimika, hingga Nabire. Puncaknya, pada 20 November 2025 di Wamena, diserahkan draf perubahan peraturan terkait MRP sebagai bagian dari evaluasi implementasi Otsus.

Namun, ironisnya, keterlibatan anggota DPD RI dari enam provinsi di Tanah Papua dalam proses tersebut sangat minim. Ketidakhadiran dalam forum-forum penting itu menunjukkan adanya celah koordinasi yang serius antar lembaga representasi Papua.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa problem utama bukan sekadar pada MRP atau individu tertentu, melainkan pada kegagalan kolektif dalam memahami, menjalankan, dan mengawal Otsus secara bersama-sama. Ketika perdebatan lebih banyak terjadi di media dan media sosial, substansi persoalan justru terabaikan.

Baca Juga:  Benny Mawel Dukung Launching Universitas Katolik Fajar Timur, Tonggak Baru Pendidikan Tinggi di Papua

Situasi ini berisiko memperkuat kesan bahwa elit Papua lebih sibuk berdebat ketimbang bekerja sama. Dalam perspektif yang lebih luas, kondisi semacam ini justru menguntungkan pihak luar. Ketika energi habis untuk konflik internal, perjuangan substansial untuk hak-hak Orang Asli Papua menjadi terpinggirkan.

Ke depan, dibutuhkan perubahan pendekatan. Seluruh pemangku kepentingan mulai dari anggota DPD dan DPR, MRP, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat perlu duduk bersama, membaca kembali kerangka Otsus secara utuh, dan membagi peran secara jelas.

Tanpa pemahaman yang sama dan kerja kolaboratif, Otsus berpotensi kehilangan maknanya. Perdebatan tanpa solusi hanya akan menghabiskan waktu, sementara persoalan nyata seperti perampasan tanah adat, marginalisasi, dan ketimpangan sosial terus berlangsung di Tanah Papua.

Pada akhirnya, pertanyaannya sederhana: apakah energi akan terus dihabiskan untuk saling menyalahkan, atau diarahkan untuk memastikan Otsus benar-benar berpihak kepada Orang Asli Papua?

Jika tidak ada perubahan cara berpikir dan bekerja, maka Otsus dengan atau tanpa anggaran besar akan berakhir tanpa dampak signifikan. Dan saat itu terjadi, yang tersisa hanyalah satu hal: Papua yang berjalan di tempat.(*)

)* Wakil Ketua II MRP Papua Pegunungan


Related

You Might Also Like

Mengenal Pos Misi Katolik Pertama di Papua

Protes Makan Gratis Pelajar: Gerakan Murni atau Strategi Terselubung?

Mencangkul Harapan: Gerakan Manusia Hugula Dalam Menjaga Budaya dan Alam

Plt Sekretaris MRP Papua Pegunungan Gelar Rapat Perdana, Tekankan Disiplin ASN

Sang Sejarawan Gereja Katolik Dan Martir Bagi Generasi Manusia Papua

TAGGED:Benny MawelDPR RI Dapil PapuaMajelis Rakyat PapuaOtsus PapuaPaul Finsen Mayor (PFM)

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kadis Perindagkop Papua Pegunungan Kunjungi Kebun Kopi Nirmeke di Umpakalo, Dukung Usaha Petani Lokal
Next Article Ahli Waris Pasang Spanduk di Lokasi Pusat Pemerintahan Papua Pegunungan, Tuntut Kejelasan Hak Tanah dan DPRK Otsus
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Pemprov Papua Pegunungan Ajak Warga Lanny Jaya Kembali ke Kebun, Siapkan Skema Serap Hasil Petani
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Keluarga Korban Bersama 9 Kepala Distrik Dan 2  DPRK Laporkan Kasus Penembakan Yemis Yohame ke Polres Yahukimo
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Korban Terus Berjatuhan, DPD RI Kritik Ketiadaan Arah Penyelesaian Konflik Papua
Nasional Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Pemprov Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pembangunan Kantor Jemaat Gereja Baptis Kondena
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Artikel

Hari Misi Pekabaran Injil di Lembah Hugulama

3 years ago
MRP Papua PegununganPendidikanTanah Papua

Benny Mawel Dukung Launching Universitas Katolik Fajar Timur, Tonggak Baru Pendidikan Tinggi di Papua

2 months ago
ArtikelPolhukam

Kewajiban Pemerintah Daerah Mengakui dan Melindungi Masyarakat Adat: Amanat Konstitusi yang Tak Bisa Ditawar

4 months ago
ArtikelSeni & Budaya

Cinta di Balik Rambut Panjang Lelaki Papua

3 years ago
Artikel

Dasar Gereja Katolik di Asmat: Mengangkat Kembali Nama-Nama yang Terlupakan

7 months ago
MRP Papua PegununganPapua PegununganPendidikanSastra

Benny Mawel: Sekolah Adat Harus Jadi Fondasi Pendidikan Berbasis Budaya

3 months ago
ArtikelMRP Papua Pegunungan

MRP dan Tuduhan Menghabiskan Dana Otsus Papua

3 weeks ago
ArtikelPendidikan

Pulang Kampung Menjalankan Kelas Literasi Demi SDM Lanny Jaya

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?