Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Menolak Lupa, 24 Tahun Biak Berdarah (Refeleksi)
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Tanah Papua > Menolak Lupa, 24 Tahun Biak Berdarah (Refeleksi)
Tanah Papua

Menolak Lupa, 24 Tahun Biak Berdarah (Refeleksi)

admin
Last updated: March 3, 2023 17:55
By
admin
Byadmin
Follow:
936 Views
4 years ago
Share
SHARE

Oleh: Yohanes Yamee

Iklan Nirmeke

Pada zaman Soeharto orang Papua berjuang memerdekakan diri dari Indonesia di hutan-hutan dengan cara angkat senjata atau gerilya. Bagian pesisir merupakan daerah Opresi Khusus ABRI

Biak berdarah merupakan tindakan agresif militer Indonesia membantai masa Demostrasi dengan rentetan peluru tanpa memikir atau melihat HAM. Aparat pertama-tama memuntahkan peluru ke udara, sisanya menyisir perkampungan dengan radius satu kilometer dari menara.

Semua (penduduk) disuruh keluar, berbaris menuju pelabuhan di pom bensin, mereka disuruh lepas baju dan merayap hingga ke pelabuhan kapal sempat dianiaya sampai siapa pun yang haus disuruh minum air kubangan.

Tentara bersenjata lengkap jadi barisan penebar teror sehingga terjadi penangkapan sewenang-wenang, pembunuhan, penyiksaan, penghilangan paksa dan alat kemaluan perempuan di tusuk menggunakan besi panas serta diperkosa, hingga disayat – alat vital perempuan dan berbagai tindakan yang tidak menusiawi, banyak mayat dimutilasi dan dibuang ke laut.

Baca Juga:  Dampak DOB, Banyak Mahasiswa OAP Terancam Putus Kuliah

Kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, Paniai Berdarah, Abe Berdarah, Biak berdarah dan Wasior berdarah dan korban pelanggaran HAM  diseluruh tanah air west Papua, negara Indonesia tidak pernah menyelesaikan hingga tuntas dan tidak ada pelaku yang diadili padahal tragedi-tragedi ini tergolong sebagai pelanggaran HAM berat.

Kasus ini memperpanjang penderitaan Rakyat Papua menginjak harkat dan martabat manusia serta melanggar hukum Nasional dan Internasional.

Daerah Otonomi Baru

30 Juni 2022 Rancangan Undang-undang Otonomi baru sudah disahkan, Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua penggunungan.

DOB merupakan perpanjangn penderitaan Rakyat Papua karena Rakyat Papua tidak meminta adanya DOB atau pemekaran wilayah yang bertujuan untuk pemerataan dan keadilan pembangunan, mereka hanya meminta bebas/merdeka hidup diatas tanahnya sendiri.

Baca Juga:  Pusat Pasar Youtefa Tiba-Tiba Bersih Jelang Kedatangan Jokowi

Pemerintah mengambil jalan pintas dengan melakukan pemekaran wilayah, agar izin tambang atau Perusahan mudah diberikan, dan Imigran non Papua semakin banyak dan menguasai bumi Cendrawasih.

Catatan: Negara Indonesia adalah negara Demokrasi, konsep Demokrasi apakah yang dimaksud?

Ruang lingkup menyampaikan ekspresi dibungkam secara paksa, hak-hak masyarakat adat dirampas, melawan berarti dianggap melawan negara. Kaum-kaum Borjuis semakin rakus di negara ini.

Jadi kawan-kawan lawanlah bentuk ketidakadilan yang dibuat oleh nagara ini pertahkanlah apa yang menjadi hak-hak kita (rakyat). Dan jangan membuat perpanjang penderitaan Rakyat Papua.

Panjang umur Perjuang ..

)* Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Sektor Serang 

Related

You Might Also Like

80 Anggota Polisi Baliem Selesaikan Pembinaan Fisik dan Karakter, Siap Diterjunkan ke Lapangan

Janji Manis yang Terancam Pahit: 21 Mahasiswa Kedokteran Jayawijaya Hadapi Ancaman Cuti karena Bantuan Tak Kunjung Turun

TPNPB OPM Yahukimo: Maskapai Sipil Dilarang Angkut Militer, Pesawat dan Pilot akan Jadi Target

Lebih dari 200 Warga Muliama Ikuti Diskusi dan Nobar Film Dokumenter Pesta Babi

Pusat Pasar Youtefa Tiba-Tiba Bersih Jelang Kedatangan Jokowi

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mengenal Istilah Lembah Baliem
Next Article Tren Kasus Kekerasan di Papua Cenderung Meningkat, Ini Sebaran Daerahnya
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Pra Festival Budaya Lembah Baliem Siap Digelar, 12 Objek Wisata Sajikan Budaya Asli Hubula
Pariwisata Seni & Budaya Tanah Papua
2 days ago
DPR Papua Tengah Didesak Bentuk Tim Investigasi Intan Jaya
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Konferensi VIII PGBP Wilayah Wamena Dibuka, Fokus Perkuat Pelayanan dan Siapkan Generasi Muda Papua
Papua Pegunungan
3 days ago
Pemuda Papua Pegunungan Kritik Bobon Santoso: Jangan Jadikan Kami Objek Konten
Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Baca juga
Tanah Papua

Bawaslu Kabupaten Puncak Jaya Membantah Menyetujui Pemalangan Kantor Bawaslu

2 years ago
HeadlinePendidikanTanah Papua

Sekolah Adat Hugula Akan Dibuka di Kampung Yogonima, Papua Pegunungan

1 year ago
Tanah Papua

Perdana, Asosiasi Wartawan Papua Gelar Pra Raker I di Jayapura

2 years ago
NasionalPendidikanTanah Papua

Anggota DPR RI Arianto Kogoya Hadiri Seminar Nasional BEM Uncen, Tekankan Pentingnya Pendidikan Inklusif di Papua

8 months ago
Tanah Papua

Musyawarah Besar Suku Wio Dorong Keamanan Sosial dan Pengelolaan Wilayah Berkelanjutan di Wamena

10 months ago
LingkunganPendidikanTanah Papua

AMPPTAP Gelar Seminar Kritik Proyek Strategis Nasional di Jayawijaya

8 months ago
Tanah Papua

Janji Penempatan CPNS Belum Terpenuhi, Pencari Kerja Papua Pegunungan Desak Gubernur Delesaikan Masalah

1 year ago
Tanah Papua

Plh Gubernur Papua Berharap Anggota MRP Terpilih Dilantik Sebelum 17 Agustus

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?