WAMENA, NIRMEKE.COM — Pelaksanaan Pelatihan Jurnalistik Beginner Batch 1 yang diselenggarakan PT Media Jayawijaya dinilai menjadi tonggak sejarah penting bagi perkembangan pers di Papua Pegunungan.
Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah awal dalam memperkuat kapasitas, profesionalisme, serta membangun ruang bersama bagi para jurnalis dan calon jurnalis di wilayah tersebut.
Penilaian itu disampaikan jurnalis senior asal Papua Pegunungan, Beny Mawel, saat memberikan materi dalam pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Aula Dekenat Papua Pegunungan Tengah, Wamena, Jumat (4/9/2026).
Menurut Beny, selama ini berbagai media memang telah hadir dan beroperasi di Papua Pegunungan. Namun, belum pernah ada kegiatan pelatihan yang secara terbuka mempertemukan para wartawan dan calon jurnalis dalam satu forum untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme mereka.
“Kalau hari ini saya senang karena ini satu tonggak sejarah penting dari perkembangan jurnalistik di Papua Pegunungan. Sebelumnya ada media memang, tetapi tidak pernah ada pertemuan terbuka yang melibatkan para wartawan untuk pelatihan,” ujar Beny.
Kegiatan yang diikuti para jurnalis dan calon jurnalis dari berbagai latar belakang di Kabupaten Jayawijaya itu, menurut Beny, merupakan langkah positif untuk melahirkan jurnalis yang mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas dan lebih banyak mengangkat realitas kehidupan masyarakat Papua Pegunungan.
Ia mengatakan, penguatan kapasitas jurnalis perlu mendapat dukungan berbagai pihak karena media merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi.
“Jurnalis dan jurnalistik itu merupakan pilar keempat demokrasi. Karena itu penting didukung agar menjadi sarana penyebaran informasi tentang pelaksanaan pembangunan, tetapi juga menjadi sarana aspirasi masyarakat kepada pemerintah,” katanya.
Beny menjelaskan, media memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi mengenai program pembangunan dapat disampaikan kepada masyarakat melalui pemberitaan, sementara aspirasi, kebutuhan, dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diteruskan kepada pemerintah.
“Jurnalis itu sebenarnya menjembatani pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga masyarakat kepada pemerintah. Karena itu media harus diperhatikan secara serius dan khusus,” tegasnya.
Menurut Beny, berbagai persoalan yang terjadi di kampung-kampung perlu diangkat melalui media agar diketahui publik dan mendapat perhatian pemerintah. Sebaliknya, kebijakan serta program pemerintah juga perlu disampaikan secara baik kepada masyarakat melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bermanfaat.
“Jadi perlu kerja sama antara media informasi, para jurnalis, pemerintah, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, media dapat menjalankan fungsinya sebagai jembatan informasi dan aspirasi bagi semua pihak,” tuturnya.
Beny berharap pelatihan jurnalistik yang digelar PT Media Jayawijaya tidak berhenti pada satu kegiatan semata, tetapi menjadi awal lahirnya jurnalis-jurnalis Papua Pegunungan yang profesional, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas.
“Papua Pegunungan membutuhkan jurnalis yang mampu menulis tentang Papua Pegunungan dari sudut pandang masyarakatnya sendiri. Karena itu, pelatihan seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan ke depan,” pungkasnya.(*)

